Tak Bisa Lepas Minum Kopi Saat Puasa? Simak Dampak Baik dan Buruknya
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
Bagi sebagian orang berhenti minum kopi saat ramadan bukan hal mudah. Ternyata ada kelebihan dan kekurangannya jika tetap konsumsi kopi selama bulan puasa.
Bagi pencinta kopi, berhenti meneguk segelas asupan kafein bukan hal yang mudah. Padahal selama bulan ramadan, bagi Muslim yang menjalankan puasa, disarankan untuk meminimalisir asupan kopinya.
Hal ini lantaran efek samping kopi yang dikhawatirkan dapat mengganggu kondisi tubuh ketika berpuasa. Seperti efek diuretik hingga gangguan kualitas tidur jika dinikmati saat malam hari setelah buka puasa.
Namun, di sisi lain, minum kopi juga menawarkan banyak manfaat. Salah satunya dengan tetap menjaga fokus dan energi selama seharian penuh.
Ternyata ada kelebihan dan kekurangan konsumsi kopi selama bulan ramadan dilansir dari Rafahia Coffee.
Baca juga: Sperma Ikan Lagi Viral Dikonsumsi di Jepang, Berani Coba?
Khasiat Minum Kopi Selama Ramadan
Konsumsi kopi selama ramadan dapat membantu meningkatkan fokus. Foto: iStock |
1. Meningkatkan Fokus
Salah satu keunggulan utama kopi adalah kemampuannya meningkatkan fokus dan konsentrasi. Kafein bekerja dengan merangsang sistem saraf pusat sehingga rasa kantuk berkurang dan kewaspadaan meningkat.
Selama ramadan, banyak orang mengalami perubahan pola tidur karena bangun lebih awal untuk sahur dan tidur lebih larut setelah tarawih. Efek stimulasi ini membuat otak terasa lebih "segar" dan siap beraktivitas seperti biasa.
2. Kaya Antioksidan
Kafein dapat merangsang pelepasan dopamin dan serotonin, dua hormon yang berkaitan dengan rasa bahagia dan relaksasi. Saat berpuasa, sebagian orang merasa lebih mudah lelah atau sensitif akibat perubahan pola makan.
Minum kopi dalam jumlah wajar setelah berbuka bisa membantu memperbaiki mood dan mengurangi stres. Kebutuhan dopamin dan serotonin ini bisa dilihat dari kebiasaan minum kopi setelah tarawaih.
3. Membantu Metabolisme
Kafein dapat meningkatkan laju metabolisme tubuh. Artinya, tubuh membakar energi lebih cepat.
Bagi sebagian orang, konsumsi kopi bisa membantu menjaga berat badan selama Ramadan. Namun jika ditambah gula berlebihan atau krimer tinggi lemak, manfaatnya justru bisa berkurang.
Efek Samping Minum Kopi Selama Ramadan
Namun di sisi lain juga dapat memicu dehidrasi. Foto: Getty Images/iStockphoto/Schwede-Photodesign |
1. Memicu Dehidrasi
Kopi memiliki efek diuretik alias meningkatkan produksi urine. Jika tidak diimbangi dengan asupan air putih yang cukup, risiko dehidrasi bisa meningkat.
Selain itu, kopi juga dapat merangsang produksi asam lambung. Konsumsi kopi yang salah saat berpuasa dapat menimbulkan gejala seperti ulu hati yang terbakar karena asam lambung yang tinggi.
2. Gangguan Tidur
Salah satu efek samping paling umum dari kopi adalah gangguan tidur. Minum kopi terlalu malam dapat menyebabkan insomnia atau sulit tidur.
Sementara, waktu minum kopi yang paling nyaman justru dilakukan saat malam hari setelah tarawaih. Tetapi waktu ini dianggap ahli kesehatan terlalu dekat dengan waktu tidur malam yang seharusnya.
3. Risiko Ketergantungan
Minum kopi setiap hari dapat menyebabkan tubuh terbiasa dengan kafein. Akibatnya, seseorang membutuhkan dosis lebih besar untuk merasakan efek yang sama.
Alasan ini yang kerap membuat banyak orang sulit berhenti minum kopi saat bulan ramadan. Karena itu ahli kesehatan lebih menyarankan untuk melatih tubuh mengurangi jumlah asupan kopi sejak sebelum ramadan dimulai.
Baca juga: Nyesel! Wanita Ini Kaget Ditagih Hampir Rp 470 Ribu di Bazar Ramadan
(dfl/adr)
-
KueResep Dadar Gulung Isi Unti Kelapa yang Manis dan Harum Nangka
-
TelurResep Semur Telur dan Tahu ala Betawi, Menu Ekonomis yang Sedap
-
Minuman3 Resep Es Campur Spesial untuk Buka Puasa, Segar dengan Isian Melimpah
-
Tahu dan TempeResep Martabak Tahu Kulit Lumpia yang Renyah dan Isiannya Gurih


