Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
images
waktu berbuka
18:08 WIB
wilayah Jakarta
Back
Ramadan Lezat 2026

Selain Kolak, Ini 9 Kuliner Khas Ramadan di Berbagai Daerah Indonesia

Sonia Basoni - detikFood

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

kue bingka
Foto: shutterstock
Jakarta -

Selain kolak, ada banyak makanan ikonik dari berbagai wilayah di Indonesia yang identik dengan bulan puasa. Mulai dari bubur kanji sampai kicak.

Kolak merupakan hidangan yang sangat lekat dengan bulan suci Ramadan di Indonesia. Rasanya Ramadan terasa kurang lengkap tanpa menikmati sajian manis berbahan gula aren, santan, dan pisang ini.

Namun, kolak bukan satu-satunya makanan ikonik yang selalu hadir selama bulan puasa. Di berbagai daerah Indonesia, terdapat beragam hidangan khas Ramadan yang tak kalah populer. Hampir setiap wilayah memiliki setidaknya satu menu andalan yang kerap disajikan saat sahur maupun berbuka puasa.

Ragam kuliner ini mencerminkan kekayaan tradisi dan cita rasa Nusantara yang khas. Dilansir dari situs Wonderful Indonesia (27/02/2026), berikut 9 makanan ikonik Ramadan dari berbagai daerah di Indonesia yang selalu hadir saat sahur maupun berbuka puasa.

1. Bubur Kanji Rumbi - Aceh

Kuliner Khas Ramadan di Berbagai Daerah IndonesiaKuliner Khas Ramadan di Berbagai Daerah Indonesia Foto: Site Culinary/Visual



Di Aceh, bubur kanji rumbi menjadi sajian khas yang hampir selalu hadir selama bulan Ramadan, terutama saat acara buka puasa bersama di masjid. Bubur berwarna kecokelatan ini memiliki aroma rempah yang kuat dengan cita rasa gurih dan sedikit pedas.

Pengaruh kuliner dari India terasa kental dalam racikannya. Rasanya kaya akan rempah, selain itu bubur ini tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga memberi sensasi hangat di tubuh setelah seharian berpuasa.

2. Putu Mangkok - Kepulauan Riau

Kuliner Khas Ramadan di Berbagai Daerah IndonesiaKuliner Khas Ramadan di Berbagai Daerah Indonesia Foto: Site Culinary/Visual

Masyarakat Kepulauan Riau memiliki putu mangkok sebagai camilan manis andalan saat berbuka puasa. Kue ini terbuat dari tepung beras dan gula aren, lalu disajikan dengan taburan kelapa parut.

Rasanya manis dengan sentuhan gurih yang seimbang. Bentuknya menyerupai mangkuk terbalik, sesuai dengan namanya. Teksturnya lembut dan mengembang, tak heran kue ini selalu jadi takjil wajib di Kepulauan Riau.

3. Ketan Bintul - Banten

Kuliner Khas Ramadan di Berbagai Daerah IndonesiaKuliner Khas Ramadan di Berbagai Daerah Indonesia Foto: @jajanbantenl2020

Ketan bintul merupakan hidangan legendaris dari Banten yang sudah dikenal sejak abad ke-16 dan konon digemari Sultan Banten. Makanan ini berbahan dasar beras ketan yang dikukus, kemudian ditaburi serundeng berbumbu.

Biasanya ketan bintul disantap dengan kuah semur daging atau empal gentong. Saat Ramadan, makanan ini banyak diburu sebagai menu berbuka puasa karena rasanya gurih dan porsinya mengenyangkan.

4. Mie Glosor - Bogor, Jawa Barat

Kuliner Khas Ramadan di Berbagai Daerah IndonesiaKuliner Khas Ramadan di Berbagai Daerah Indonesia Foto: Site Culinary/Visual

Kota Bogor identik dengan mie glosor sebagai menu berbuka puasa yang populer. Mie berwarna kuning cerah ini dinamai 'glosor' karena teksturnya yang licin dan lembut.

Berbeda dari mie pada umumnya, mie glosor dibuat dari tepung aci atau singkong, bukan tepung terigu. Hidangan ini mudah ditemukan di pasar takjil dan pedagang kaki lima selama Ramadan. Biasanya dimakan dengan gorengan atau lauk lainnya.

5. Kicak - Yogyakarta

Kicak merupakan makanan dengan bahan dasar gaplek singkong. Rasa dari kicak ini manis. Makanan berwarna cokelat ini biasanya dihidangkan dengan daun pisang. Foto diunggah Selasa (24/1/2023).Kicak merupakan makanan dengan bahan dasar gaplek singkong. Rasa dari kicak ini manis. Makanan berwarna cokelat ini biasanya dihidangkan dengan daun pisang. Foto diunggah Selasa (24/1/2023). Foto: Muhammad Aris Munandar/detikJateng

Di Kampung Kauman, Yogyakarta, ada pasar yang menjual aneka makanan tradisional dan menjadi tradisi. Salah satu sajian khasnya adalah kicak, takjil manis yang populer sejak 1970-an.

Kicak terbuat dari ketan yang ditumbuk, lalu disajikan dengan santan, potongan nangka, dan kelapa parut. Rasanya manis dan gurih dengan aroma khas yang menggugah selera saat waktu berbuka tiba.

6. Bongko Kopyor - Gresik, Jawa Timur

Bongko kopyor khas GresikBongko kopyor khas Gresik Foto: Jemmi Purwodianto/detikJatim

Bongko kopyor merupakan takjil khas Gresik yang hanya mudah ditemui saat bulan Ramadan. Hidangan ini dibuat dari campuran sagu, roti tawar, nangka, kelapa muda, pisang, dan santan.

Adonan tersebut dibungkus daun pisang lalu dikukus hingga matang. Teksturnya lembut dan cita rasanya manis menyegarkan, cocok disantap setelah seharian menahan lapar dan dahaga.

7. Bingka Kentang - Banjar, Kalimantan Selatan

Kuliner Khas Ramadan di Berbagai Daerah IndonesiaKuliner Khas Ramadan di Berbagai Daerah Indonesia Foto: Site Culinary/Visual

Bingka kentang berasal dari Kalimantan Selatan yang juga populer di wilayah Kalimantan Timur. Kue panggang ini dibuat dari campuran kentang, tepung, santan, susu, dan gula.

Tekstur bingka kentang cukup lembut dengan rasa manis legit. Selain menjadi menu favorit berbuka puasa, bingka kentang kerap dihidangkan dalam berbagai acara penting, termasuk pernikahan dan acara perayaan keluarga.

8. Barongko - Makassar, Sulawesi Selatan

Resep Barongko Khas Makassar Barongko Khas Makassar Foto: iStock



Barongko merupakan hidangan tradisional dari Makassar yang sering dijadikan menu takjil saat Ramadan. Terbuat dari pisang yang dihaluskan bersama telur, santan, gula, dan sedikit garam, adonan ini kemudian dibungkus daun pisang dan dikukus.

Rasanya manis dan gurih dengan tekstur lembut. Barongko juga dapat disajikan dalam keadaan dingin sesuai selera. Cocok dijadikan menu takjil menyegarkan saat berbuka.

9. Asida - Maluku

Terakhir ada menu ikonik dari Maluku yang bernama asida. Hidangan manis ini berasal dari pengaruh kuliner Timur Tengah dan berkembang di Maluku sejak masuknya Islam ke wilayah tersebut.

Teksturnya lembut dengan cita rasa manis yang khas, terbuat daritepung terigu, gula merah, kayu manis, dan kapulaga, lalu disajikan dengan lelehan mentega. Selama Ramadan, asida mudah ditemukan di pasar takjil maupun dijajakan di pinggir jalan. Makanan ini menjadi salah satu pilihan utama masyarakat setempat untuk melengkapi momen berbuka puasa.

(sob/adr)