Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
images
waktu berbuka
18:08 WIB
wilayah Jakarta
Back
Langkah Emas Raih Kemenangan

5 Tradisi Sahur di Berbagai Negara, Suasananya Ada yang Mirip Indonesia!

Sonia Basoni - detikFood

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Mohammed El-Dahshan, a 39-year-old Mesaharati, or dawn caller, prepares his camel wrapped with colored led lights to wake Muslims up for a meal before sunrise, during the Islamic holy month of Ramadan, in the Delta city of Dikernis, Egypt, about 93 miles (150 kilometers) north of Cairo, early Thursday, March 14, 2024. Each night, El-Dahshan, sets out after midnight with his camel banging his drum, chanting traditional religious phrases and calling out on residents by name to wake them in time for the vital pre-dawn meal known as Suhoor. (AP Photo/Amr Nabil)
Foto: AP/Amr Nabil
Jakarta -

Ramadan selalu menghadirkan suasana berbeda di berbagai belahan dunia. Selain ibadah puasa, momen sahur menjadi bagian penting yang sarat makna dan tradisi.

Di sejumlah negara, sahur tidak hanya diartikan sebagai waktu makan sebelum fajar, tapi juga ajang kebersamaan yang diwariskan secara turun-temurun. Ada yang membangunkan warga dengan cara unik hingga mengawali sahur dengan permainan tradisional penuh strategi.

Suasananya pun beragam, mulai dari yang hangat dan sederhana di rumah bersama keluarga hingga yang semarak dengan iringan musik.

Ragam tradisi ini menunjukkan bahwa sahur bukan hanya soal mengisi energi sebelum menjalankan ibadah puasa, melainkan juga tentang melestarikan budaya yang ada.

Dilansir dari Scoop Empire (25/02/2026), berikut lima tradisi sahur di berbagai negara yang menarik untuk dibahas.

1. Mesir

Mohammed El-Dahshan, 38-year-old Budaya sahur di Mesir. (AP Photo/Amr Nabil) Foto: AP/Amr Nabil

Di Mesir, sahur bukan sekadar makan sebelum fajar, melainkan banyaknya aktitvitas kebersamaan yang menghidupkan suasana lingkungan.

Tradisi turun-temurun ini menghadirkan sosok Mesaharaty, pria yang bertugas untuk berkeliling kampung sambil menabuh drum dan memanggil nama warga untuk membangunkan mereka. Tradisi ini mirip seperti agenda remaja dan pemuda di Indonesia yang kerap berkeliling untuk membangunkan warga sahur.

Di meja makan, orang Mesir biasanya biasanya menyantap foul medames atau kacang fava rebus, taameya khas Mesir, serta roti hangat sebagai menu santap sahur.

Ada pula kombinasi makanan unik yaitu semangka dan keju putih yang terasa tak lazim, tetapi digemari banyak orang. Untuk penutup, yogurt dengan madu kerap disantap sebagai tambahan energi sebelum menjalani ibadah puasa seharian penuh.

2. Irak

Tradisi Sahur di Berbagai NegaraTradisi Sahur di Berbagai Negara Foto: Site Culinary/Visual

Berbeda dengan di Mesir, suasana sahur di Irak kerap didahului dengan permainan tradisional Al-Muhaibis yang penuh strategi. Permainan ini mempertemukan dua kelompok dari kampung yang berbeda.

Satu tim harus menyembunyikan cincin di genggaman salah satu anggota, sementara pemimpin tim lawan harus menebak siapa yang memegangnya. Jika berhasil, mereka berhak menyembunyikan cincin pada ronde berikutnya.

Permainan berlangsung hingga skor tertentu tercapai, dan pihak yang kalah wajib mentraktir baki berisi baklava. Saat waktu sahur, para pemain akan menyantap telur, keju, kurma, roti samoon, serta qaymar yang disiram madu sebagai penutup.

3. Lebanon

Tradisi Sahur di Berbagai NegaraTradisi Sahur di Berbagai Negara Foto: Site Culinary/Visual

Tradisi sahur di Lebanon kerap memadukan cita rasa gurih dan manis dalam satu meja. Manakish dengan taburan za'atar atau keju kerap disajikan bersama kishk, olahan yogurt fermentasi dan gandum pecah. Hidangan manis seperti kellaj berisi krim dan atayef, panekuk khas Timur Tengah, juga kerap hadir meski identik sebagai pencuci mulut.

Suasana sahur di negara ini terasa semarak, terutama dengan kehadiran tenda Ramadan di berbagai kota. Tenda-tenda tersebut menawarkan hidangan lengkap, pertunjukan musik, hingga shisha yang menambah hangat kebersamaan hingga waktu imsak tiba.

4. Maroko

Tradisi Sahur di Berbagai NegaraTradisi Sahur di Berbagai Negara Foto: Site Culinary/Visual

Di Maroko, sup tomat harira umum disantap saat berbuka juga kerap hadir di meja sahur. Sup tomat dan lentil ini dipadukan dengan roti msemen serta teh mint hangat.


Tradisi membangunkan sahur dilakukan oleh nafar, sosok yang mengenakan djellaba dan sorban, lalu meniup seruling besar saat berkeliling kampung.

Suara suling ini menjadi penanda waktu makan sebelum fajar tiba. Kehadiran nafar memperlihatkan bagaimana unsur budaya lokal tetap terjaga, sekaligus memberi sentuhan khas Maroko dalam menyambut bulan Ramadan.

5. Arab Saudi

Tradisi Sahur di Berbagai NegaraTradisi Sahur di Berbagai Negara Foto: Site Culinary/Visual

Budaya sahur di Arab Saudi sebenarnya berlangsung cukup sederhana dengan menu wajib seperti kurma dan laban, sejenis susu fermentasi khas Timur Tengah.

Untuk menu sahur yang lebih lengkap, biasanya orang-orang di Arab Saudi menyantap kabsa dan aneka daging. Salah satu kebiasaan yang cukup unik adalah mengonsumsi susu unta untuk menjaga stamina selama berpuasa. Sebagian orang menambahkan madu sebagai pelengkap nutrisi.

Lebih dari sekadar makan, sahur di Arab Saudi menjadi ajang berkumpul keluarga besar. Mereka duduk bersama, berbincang panjang, dan menutup waktu sahur dengan doa sebelum memasuki waktu Subuh.

(sob/adr)