5 Tradisi Sahur di Berbagai Negara, Suasananya Ada yang Mirip Indonesia!
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
Ramadan selalu menghadirkan suasana berbeda di berbagai belahan dunia. Selain ibadah puasa, momen sahur menjadi bagian penting yang sarat makna dan tradisi.
Di sejumlah negara, sahur tidak hanya diartikan sebagai waktu makan sebelum fajar, tapi juga ajang kebersamaan yang diwariskan secara turun-temurun. Ada yang membangunkan warga dengan cara unik hingga mengawali sahur dengan permainan tradisional penuh strategi.
Suasananya pun beragam, mulai dari yang hangat dan sederhana di rumah bersama keluarga hingga yang semarak dengan iringan musik.
Ragam tradisi ini menunjukkan bahwa sahur bukan hanya soal mengisi energi sebelum menjalankan ibadah puasa, melainkan juga tentang melestarikan budaya yang ada.
Dilansir dari Scoop Empire (25/02/2026), berikut lima tradisi sahur di berbagai negara yang menarik untuk dibahas.
1. Mesir
Budaya sahur di Mesir. (AP Photo/Amr Nabil) Foto: AP/Amr Nabil |
Di Mesir, sahur bukan sekadar makan sebelum fajar, melainkan banyaknya aktitvitas kebersamaan yang menghidupkan suasana lingkungan.
Tradisi turun-temurun ini menghadirkan sosok Mesaharaty, pria yang bertugas untuk berkeliling kampung sambil menabuh drum dan memanggil nama warga untuk membangunkan mereka. Tradisi ini mirip seperti agenda remaja dan pemuda di Indonesia yang kerap berkeliling untuk membangunkan warga sahur.
Di meja makan, orang Mesir biasanya biasanya menyantap foul medames atau kacang fava rebus, taameya khas Mesir, serta roti hangat sebagai menu santap sahur.
Ada pula kombinasi makanan unik yaitu semangka dan keju putih yang terasa tak lazim, tetapi digemari banyak orang. Untuk penutup, yogurt dengan madu kerap disantap sebagai tambahan energi sebelum menjalani ibadah puasa seharian penuh.
2. Irak
Tradisi Sahur di Berbagai Negara Foto: Site Culinary/Visual |
Berbeda dengan di Mesir, suasana sahur di Irak kerap didahului dengan permainan tradisional Al-Muhaibis yang penuh strategi. Permainan ini mempertemukan dua kelompok dari kampung yang berbeda.
Satu tim harus menyembunyikan cincin di genggaman salah satu anggota, sementara pemimpin tim lawan harus menebak siapa yang memegangnya. Jika berhasil, mereka berhak menyembunyikan cincin pada ronde berikutnya.
Permainan berlangsung hingga skor tertentu tercapai, dan pihak yang kalah wajib mentraktir baki berisi baklava. Saat waktu sahur, para pemain akan menyantap telur, keju, kurma, roti samoon, serta qaymar yang disiram madu sebagai penutup.
3. Lebanon
Tradisi Sahur di Berbagai Negara Foto: Site Culinary/Visual |
Tradisi sahur di Lebanon kerap memadukan cita rasa gurih dan manis dalam satu meja. Manakish dengan taburan za'atar atau keju kerap disajikan bersama kishk, olahan yogurt fermentasi dan gandum pecah. Hidangan manis seperti kellaj berisi krim dan atayef, panekuk khas Timur Tengah, juga kerap hadir meski identik sebagai pencuci mulut.
Suasana sahur di negara ini terasa semarak, terutama dengan kehadiran tenda Ramadan di berbagai kota. Tenda-tenda tersebut menawarkan hidangan lengkap, pertunjukan musik, hingga shisha yang menambah hangat kebersamaan hingga waktu imsak tiba.
4. Maroko
Tradisi Sahur di Berbagai Negara Foto: Site Culinary/Visual |
Di Maroko, sup tomat harira umum disantap saat berbuka juga kerap hadir di meja sahur. Sup tomat dan lentil ini dipadukan dengan roti msemen serta teh mint hangat.
Tradisi membangunkan sahur dilakukan oleh nafar, sosok yang mengenakan djellaba dan sorban, lalu meniup seruling besar saat berkeliling kampung.
Suara suling ini menjadi penanda waktu makan sebelum fajar tiba. Kehadiran nafar memperlihatkan bagaimana unsur budaya lokal tetap terjaga, sekaligus memberi sentuhan khas Maroko dalam menyambut bulan Ramadan.
5. Arab Saudi
Tradisi Sahur di Berbagai Negara Foto: Site Culinary/Visual |
Budaya sahur di Arab Saudi sebenarnya berlangsung cukup sederhana dengan menu wajib seperti kurma dan laban, sejenis susu fermentasi khas Timur Tengah.
Untuk menu sahur yang lebih lengkap, biasanya orang-orang di Arab Saudi menyantap kabsa dan aneka daging. Salah satu kebiasaan yang cukup unik adalah mengonsumsi susu unta untuk menjaga stamina selama berpuasa. Sebagian orang menambahkan madu sebagai pelengkap nutrisi.
Lebih dari sekadar makan, sahur di Arab Saudi menjadi ajang berkumpul keluarga besar. Mereka duduk bersama, berbincang panjang, dan menutup waktu sahur dengan doa sebelum memasuki waktu Subuh.
(sob/adr)
-
KueResep Dadar Gulung Isi Unti Kelapa yang Manis dan Harum Nangka
-
TelurResep Semur Telur dan Tahu ala Betawi, Menu Ekonomis yang Sedap
-
Minuman3 Resep Es Campur Spesial untuk Buka Puasa, Segar dengan Isian Melimpah
-
Tahu dan TempeResep Martabak Tahu Kulit Lumpia yang Renyah dan Isiannya Gurih





