Mau Beli Kurma untuk Ramadan? Cek Dulu Kode Negara Asalnya!
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
Selama Ramadan, kurma jadi menu primadona untuk sahur dan buka puasa. Namun merek kurma apa yang aman dan tidak terafiliasi dengan negara tertentu? Berkut daftarnya.
Selain rasanya yang manis dan kandungan gizinya yang bermanfaat bagi kesehatan, kurma juga memiliki nilai religius dan budaya yang kuat bagi umat Islam.
Di balik populernya kurma saat Ramadan hingga Lebaran, muncul pertanyaan penting yaitu dari mana asal kurma yang kita konsumsi dan siapa produsennya? Informasi mengenai negara asal, merek, hingga jalur distribusi menjadi hal yang tak kalah penting untuk diperhatikan.
Data resmi pemerintah menyebutkan bahwa Indonesia tidak mengimpor kurma dari Israel. Kurma yang beredar di Indonesia kebanyakan berasal dari negara Timur Tengah dan Afrika Utara.
Mengutip data dan penjelasan dari akun Instagram @halalcorner (24/02/2026), berikut merek-merek kurma yang aman dan tidak terafiliasi negara tertentu.
1. Pentingnya Mengetahui Asal dan Merek Kurma
Kurma. Foto: Getty Images/Ricky Herawan |
Persoalan kurma tak sekadar soal rasa dan harga, tapi juga asal-usulnya. Konsumen juga perlu memahami asal negara, merek, serta nilai etika yang menyertainya.
Dikutip dari Instagram @halalcorner, data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan Indonesia tidak mengimpor kurma yang berasal dari Israel. Adapun pemasok terbesar kurma ke Indonesia berasal dari Tunisia, Mesir, Iran, dan Arab Saudi.
Informasi ini menjadi dasar penting untuk menenangkan konsumen sehingga konsumen tak perlu takut mengonsumsi produk kurma yang terafiliasi dengan negara atau ikatan tertentu.
Dengan memahami asal produk sebuah kurma, orang-orang dapat menentukan pilihan berdasarkan pertimbangan kualitas, legalitas, dan nilai yang diyakini.
2. Kurma dari Arab Saudi, Mesir, dan Tunisia
Deglet Nour dates grown in Tunisia. Foto: Getty Images/Rosemary Calvert |
Akun Instagram @halalcorner merilis daftar merek kurma dari berbagai negara yang aman untuk dikonsumsi dan bebas dari afiliasi negara tertentu.
Dari Arab Saudi, negara ini dikenal sebagai salah satu eksportir kurma ternama dengan merek seperti Al Madinah Dates, Bateel, Nakheel Alya, Siafa Dates, Bayara Dates, Al Barakah Dates, dan Date Crown. Negara ini mengekspor varietas unggulan seperti Ajwa, Safawi, dan Sukkari.
Begitu juga dengan negara Mesir, yang disebut sebagai produsen kurma terbesar di dunia, memiliki merek seperti Wadi Al Nakheel, Samar Dates Egypt, Al Baraka Dates Egypt, Nile Dates Company, dan Al Amana Dates.
Sementara itu, Tunisia populer melalui varietas Deglet Nour yang dijuluki raja ekspor kurma dunia. Merek yang dikenal antara lain Boudjebel Dates, Nouri Dates, Phoenix Tunisia Dates, dan La Palme Dates. Deglet Nour menjadi komoditas andalan yang menopang reputasi kurma asal Tunisia.
3. Kurma Uni Emirat Arab, Qatar, Turki, dan Yordania
Kurma Medjool Foto: Getty Images/iStockphoto |
Selain itu ada juga Uni Emirat Arab (UEA) yang memiliki sejumlah merek kurma yang terkenal, seperti Al Foah Dates yang dikenal luas di pasar internasional. Merek lain seperti Bayara Dates UAE, Emirates Dates Company, dan Royal Dates UAE juga populer.
Melipir ke Qatar, negara ini bisa dibilang bukan produsen kurma yang besar, tetapi punya merek kurma premium lokal seperti Qatar Dates Company, Al Jazeera Dates, dan Doha Dates.
Berbeda halnya dengan Turki, yang lebih dikenal sebagai negara re-ekspor dan pengemas ulang kurma impor, dengan merek seperti Palmira Dates Turkey, Sera Dates, dan Tariş Dates.
Tak ketinggalan negara Yordania dengan kurma Medjool dan Barhi dari Lembah Yordan yang dianggap premium secara global. Merek yang beredar antara lain Dates of Jordan, Nawa Dates Farms hingga Alya Premium Dates.
4. Iran, Irak, dan Palestina dalam Perdagangan Kurma
Kurma Foto: Getty Images/iStockphoto/Ana Belen Garcia Sanchez |
Iran memiliki berbagai merek kurma yang aman dikonsumsi, seperti Nutex Dates Exporter Company, Arshia Dates, Iranian Royal Dates, Persian Dates Company, Sunfruit Iran Dates, dan Mazafati Bam Dates. Di Indonesia, kurma Mazafati kerap dikenal sebagai kurma madu Iran dan populer di pasar tradisional.
Dilanjut dengan negara Irak, yang termasuk produsen kurma tertua di dunia dengan varietas Barhi dan Khalas. Banyak kurma Irak dijual dalam bentuk curah, kemudian dikemas ulang di negara pengimpor.
Terakhir, ada negara Palestina dikenal dengan kurma Medjool dari Lembah Jordan melalui merek Jericho Dates dan Palestine Premium Dates.
5. Cara Memeriksa Asal Negara Kurma
Kurma Kemasan. Foto: Aprilia Devi |
Akun Instagram @halalcorner, membagikan beberapa tips agar konsumen tahu memeriksa asal kurma melalui label kemasan. Keterangan seperti "Product of Saudi Arabia", "Origin: Egypt", atau "Country of Origin: Tunisia" menunjukkan negara produksi. Sementara itu, frasa "Packed in Indonesia" menandakan produk impor yang dikemas ulang di dalam negeri.
Selain label, barcode yang terdapat pada kemasan kurma juga dapat menjadi petunjuk. Kode 628 menunjukkan Arab Saudi, 622 untuk Mesir, 619 Tunisia, 625 Yordania dan Palestina, 626 Iran, 629 Irak, serta label 729 merupakan kurma asal Israel.
Informasi ini membantu konsumen melakukan verifikasi tambahan sebelum membeli. Dengan ketelitian membaca label dan kode negara, masyarakat dapat membuat keputusan yang lebih bijak dan sesuai dengan preferensi masing-masing.
(sob/adr)
-
TelurResep Semur Telur dan Tahu ala Betawi, Menu Ekonomis yang Sedap
-
Minuman3 Resep Es Campur Spesial untuk Buka Puasa, Segar dengan Isian Melimpah
-
Tahu dan TempeResep Martabak Tahu Kulit Lumpia yang Renyah dan Isiannya Gurih
-
AyamResep Soto Ayam Semarang Berkuah Bening Segar untuk Sahur





