Erling Haaland, pemain sepak bola Norwegia, jalani pola makan khusus untuk jaga performa. Urusan sarapan, Haaland menyukai menu kaya protein dan prebiotik ini.
Erling Haaland menjadi salah satu pemain sepak bola yang ramai diperbincangkan dalam laga Piala Dunia 2026.
Haaland berhasil membawa Norwegia menang 2-1 atas Brasil di MetLife Stadium, Amerika Serikat, Senin (6/7/2026) dini hari WIB. Atas capaian ini, Norwegia akhirnya pertama kali lolos ke babak perempat final Piala Dunia.
Membicarakan sosok Haaland, pria 25 tahun ini terkenal dengan performanya yang luar biasa di lapangan hijau. Hal tersebut juga didukung oleh pola makannya yang ketat.
Haaland menjalani diet ekstrem dengan konsumsi 6.000 kalori setiap hari. Dilansir dari MensXP (28/6/2026), jumlah tersebut jauh lebih tinggi dibanding kebutuhan kalori rata-rata pria dewasa yang berkisar 2.000-2.600 kalori.
Untuk menu sarapan, Times of India (8/7/2026) mengungkap pemain Manchester City ini suka memulai hari dengan minum kopi campur susu mentah dan sedikit sirup maple.
Haaland meyakini kopi adalah "superfood" jika diracik dengan benar. Sedangkan susu adalah paduan yang ideal karena bagus untuk kesehatan pencernaan, tulang, otot, dan bahkan kulit.
Haaland juga suka menu telur mata sapi yang disajikan bersama roti sourdough panggang. Diketahui kalau telur mata sapi alias sunny-side-up adalah hidangan telur paling gampang dibuat.
Nutrisinya juga tidak main-main. Hanya dari putih telur berukuran besar saja, bisa mengandung 3,6 gram protein. Sedangkan dari kuning telur bisa menyumbang 2,7 gram protein.
Baik putih dan kuning telur, masing-masing memiliki manfaat sehat. Dari putih telur, seseorang bisa dapat asupan antioksidan, nutrisi yang bantu membangun otot, serta pengurangan lemak perut.
Sedangkan dalam kuning telur, terkandung vitamin A, D, E, K, B, zat besi, zinc, fosfor, dan lemak sehat termasuk omega-3. Ada juga kolin yang penting untuk kesehatan otak, fungsi liver, dan metabolisme.
Haaland memadukannya dengan sourdough. Jenis roti yang difermentasi memakai ragi alami ini memang terkenal menyehatkan.
Sourdough lebih mudah dicerna karena proses fermentasi yang panjang membantu mengurai sebagian gluten dan karbohidrat kompleks sebelum masuk ke dalam sistem pencernaan.
Sourdough juga kaya prebiotik. Bakteri asam laktat yang ada pada sourdough menciptakan lingkungan yang mendukung mikrobioma usus. Berbagai senyawa di dalamnya bertindak sebagai prebiotik yang menjadi sumber makanan bagi bakteri baik di dalam pencernaan, seperti dikutip dari Halodoc.
(adr/adr)