Bagi banyak orang, mengawali hari tanpa minumsecangkir kopi rasanya ada yang kurang. Namun, bagaimana dampaknya pada liver jika minum kopi setiap hari?
Selain membantu mengusir rasa kantuk dan meningkatkan fokus, minum kopi juga selama ini dikenal memiliki sejumlah manfaat sehat.
Tak hanya jantung atau otak yang bisa merasakan manfaatnya, tetapi juga liver atau hati. Organ yang berperan menyaring racun dan mengolah zat gizi ini ternyata dapat memperoleh perlindungan dari kebiasaan minum kopi setiap hari.
Namun, manfaat tersebut tentu bergantung pada cara menikmati kopi. Lantas, apa saja yang sebenarnya terjadi pada liver jika rutin minum kopi setiap hari?
Berikut penjelasannya, seperti yang dilansir dari Eating Well (07/07/2026).
1. Risiko Fibrosis dan Sirosis Hati Bisa Berkurang
Salah satu manfaat minum kopi yang paling banyak dibuktikan melalui penelitian adalah kemampuannya membantu melindungi liver dari kerusakan serius.
Kerusakan hati yang terjadi secara berulang dapat memicu terbentuknya jaringan parut atau fibrosis. Jika kondisi ini terus berkembang, fibrosis dapat berubah menjadi sirosis, yaitu kerusakan hati permanen yang membuat organ tersebut tidak lagi bekerja secara optimal.
Dampaknya pun tidak ringan, mulai dari mudah lelah, penyakit kuning, penumpukan cairan dalam tubuh, hingga gagal hati.
Sejumlah analisis dari berbagai penelitian menunjukkan bahwa orang yang rutin mengonsumsi sekitar dua hingga tiga cangkir kopi hitam setiap hari memiliki risiko sekitar 25-40% lebih rendah mengalami fibrosis maupun sirosis.
2. Bantu Tekan Peradangan dan Menjaga Enzim Hati Tetap Stabil
Kopi juga diketahui dapat membantu menjaga kondisi liver dengan mengurangi peradangan. Saat hati mengalami gangguan atau kerusakan, kadar enzim hati seperti alanine transaminase (ALT) dan aspartate transaminase (AST) biasanya meningkat.
Kandungan polifenol dan diterpen dalam kopi diduga berperan mendukung proses alami hati dalam mengolah zat-zat yang masuk ke tubuh sekaligus membantu meredakan peradangan. Sejumlah penelitian juga mengaitkan konsumsi kopi secara rutin dengan risiko yang lebih rendah terhadap penyakit perlemakan hati akibat gangguan metabolik, fibrosis, hingga kanker hati.
Namun, manfaat tersebut terutama ditemukan pada kopi hitam atau kopi dengan tambahan susu dan gula dalam jumlah sedikit. Sebaliknya, kopi dengan banyak sirup, gula, krimer, atau topping manis justru dapat meningkatkan asupan kalori dan berisiko memicu penumpukan lemak pada hati jika dikonsumsi berlebihan.
3. Antioksidan dalam Kopi Bantu Melindungi Sel-Sel Hati
Selain mengandung kafein, kopi juga merupakan salah satu sumber antioksidan terbesar dalam pola makan sehari-hari. Minuman ini mengandung senyawa seperti asam klorogenat dan melanoidin yang berfungsi melawan radikal bebas penyebab kerusakan sel.
Radikal bebas dapat memicu stres oksidatif, yaitu kondisi ketika sel-sel tubuh, termasuk sel hati, mengalami kerusakan akibat ketidakseimbangan antara radikal bebas dan antioksidan.
Jika berlangsung dalam waktu lama, stres oksidatif dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit hati, termasuk perlemakan hati dan hepatitis.
Dengan rutin mengonsumsi kopi dalam jumlah yang wajar, tubuh memperoleh tambahan antioksidan yang membantu menjaga kesehatan sel hati sekaligus mendukung fungsi organ tersebut agar tetap bekerja secara optimal dalam jangka panjang.
Simak Video "Video: Saat Kopi Jadi Tren, Masih Adakah Masa Depan Teh Jawa Barat?"
(sob/adr)