Cara Minum Kopi Bisa Pengaruhi Kesehatan Hati, Begini Saran Dokter

Cara Minum Kopi Bisa Pengaruhi Kesehatan Hati, Begini Saran Dokter

Dita Aliccia Armadani - detikFood
Sabtu, 30 Mei 2026 05:00 WIB
Smiling woman in sweater holding cup of coffee.
Foto: Getty Images/PrathanChorruangsak
Jakarta -

Kopi tidak hanya dikenal sebagai penambah energi. Jika dinikmati dengan tepat, minuman ini juga dapat mendukung kesehatan hati. Hal ini dijelaskan oleh dokter spesialis hati, Abby Philips.

Melansir dari Food NDTV (22/4), dalam unggahannya, dr. Abby menyebut kopi sebagai salah satu minuman dengan bukti ilmiah kuat yang bermanfaat bagi liver.

Berdasarkan meta-analisis, konsumsi kopi secara rutin dapat menurunkan risiko fibrosis hati sekitar 35 persen dan hampir 50 persen lebih rendah risiko kanker hati. Namun, manfaat tersebut tidak hanya bergantung pada kebiasaan minum kopi, tetapi juga cara penyajiannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menyarankan konsumsi sekitar 2-3 cangkir kopi per hari. Efeknya bersifat dose-dependent, sehingga minum 3 cangkir atau lebih masih dianggap memberikan manfaat selama tubuh dapat menoleransinya. Asupan kafein yang direkomendasikan sekitar 300 mg per hari atau setara dengan 3 cangkir kopi.

Dari segi bahan, biji kopi Arabica dinilai lebih unggul dibanding Robusta. Jenis ini mengandung lebih banyak polifenol dan chlorogenic acids atau asam klorogenik (CGA), yaitu antioksidan yang berperan melindungi kesehatan hati.

ADVERTISEMENT

Tingkat pemanggangan (roasting) juga berpengaruh. Roasting sedang (medium) dianggap lebih baik karena roasting gelap (dark) dapat mengurangi kandungan CGA akibat proses pemanasan.

Selain itu, detail teknis penyeduhan turut memengaruhi hasil akhir. Rasio kopi dan air yang dianjurkan berkisar antara 1:15 hingga 1:17, dengan suhu air sekitar 92-96 derajat Celsius.

Ukuran gilingan dan waktu penyeduhan juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Untuk konsumsi harian, disarankan untuk menggunakan metode filter. Penggunaan kertas filter dapat membantu menyaring senyawa seperti cafestol dan kahweol yang dapat meningkatkan kadar kolesterol.

Cara minum juga berpengaruh, disarankan untuk mengonsumsi kopi hitam dengan tambahan minimal gula dan krimer. Hindari kopi dengan banyak bahan atau topping pemanis.

Dari sisi kandungan, manfaat kopi berasal dari berbagai senyawa aktif. Asam klorogenik membantu mengurangi stres oksidatif dan lemak pada hati.

Kafein berperan menghambat aktivasi sel yang dapat menyebabkan fibrosis. Sementara itu, melanoidin dan polifenol berkontribusi dalam mengurangi peradangan.

Meski demikian, minum kopi bukan satu-satunya faktor penentu kesehatan hati. Ahli gizi Neeraja Mehta menekankan bahwa pola makan, aktivitas fisik, kualitas tidur, tingkat stres, serta konsumsi alkohol tetap berperan penting.

Kopi dapat menjadi bagian dari pola hidup sehat, tetapi tidak menggantikan kebiasaan sehat secara keseluruhan.

(adr/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads