Ahli menobatkan minuman ini sebagai minuman pagi terbaik untuk mengatasi masalah penuaan. Selain nikmat, minuman ini juga kaya akan antioksidan dan nutrisi lainnya.
Memilih minuman pagi yang tepat begitu penting karena tubuh yang baru beristirahat membutuhkan asupan cairan. Selain air putih yang diminum sebagai 'starter' untuk metabolisme dan hidrasi tubuh, kamu juga bisa mengawali hari dengan minuman sehat lainnya.
Namun, tidak semua minuman pagi punya manfaat sama untuk umur panjang atau mengatasi penuaan. Misalnya, kopi. Meski enak, kopi mengandung kafein yang bisa membahayakan jika diminum pagi hari.
Alih-alih kopi, para ahli justru memilih matcha sebagai minuman pagi terbaik, terutama dalam hal anti-penuaan.
Lantas, apa yang membuat matcha menjadi minuman pagi terbaik untuk atasi penuaan? Dilansir dari eatingwell.com (28/4), berikut penjelasannya.
1. Antioksidan matcha kurangi peradangan
Seperti teh hijau, matcha mengandung epigallocatechin-3-gallate (EGCG) dalam jumlah sangat tinggi. Antioksidan ini terbukti mengurangi peradangan dan stress oksidatif pada tingkat seluler.
Ahli Val Warner mengungkap jika seiring bertambahnya usia, tubuh secara alami mengalami lebih banyak stress oksidatif yang dapat bekontribusi pada hal-hal, seperti penuaan sel dan penyakit kronis. Minum matcha secara teratur merupakan obat yang tepat untuk mendukung pertahanan tubuh terhadap proses ini.
Cara kerjanya yaitu antioksidan dalam matcha membantu menetralkan dan menghilangkan radikal bebas atau zat-zat di lingkungan yang diketahui menyebabkan kerusakan sel dan berkontribusi pada proses penuaan.
Antioksidan dan fitokimia di dalam matcha juga terbukti mengurangi peradangan dengan menekan ekspresi gen dan protein sitokin inflamasi.
Meskipun matcha dan teh hijau sama-sama dibuat dari daun Camelia sinensis, tapi matcha lebih ampuh daripada teh hijau dalam hal kapasitas antioksidan dan manfaat untuk umur panjang. Hal ini disebabkan karena matcha adalah versi bubuk dari teh hijau, sedangkan teh hijau adalah ekstrak air dari daunnya.
Ahli Seema Shah juga menyebut jika matcha lebih kaya akan polifenol, seperti EGCG daripada teh hijau.
Selain EGCG, matcha juga mengandung antioksidan lain, seperti rutin, quercetin, klorofil, dan karotenoid lainnya dibandingkan teh hijau biasa.
2. Prebiotik mendukung kesehatan usus
Kandungan prebiotik dalam matcha melewati saluran pencernaan tanpa tercerna hingga mencapai usus. Mereka memberi makan mikroba probiotik sehat yang menghasilkan butirat, zat anti-inflamasi yang membantu menyehatkan penghalang usus dan mengatur fungsi kekebalan tubuh.
"Mikrobioma yang sehat memainkan peran kunci dalam pencernaan, fungsi kekebalan tubuh, dan bahkan peradangan," ujar ahli Warner.
Semua hal tersebut merupakan faktor penting yang terbukti memengaruhi penuaan dan fakto-faktor ini mendapat manfaat dari kerja prebiotik matcha di dalam usus.
(aqr/adr)