Bukan Air Putih atau Kopi, Ini Minuman Pagi untuk Awet Muda

Bukan Air Putih atau Kopi, Ini Minuman Pagi untuk Awet Muda

Atiqa Rana - detikFood
Sabtu, 02 Mei 2026 05:00 WIB
Ilustrasi minum matcha
Foto: Getty Images/iStockphoto/ddukang
Jakarta -

Ahli menobatkan minuman ini sebagai minuman pagi terbaik untuk mengatasi masalah penuaan. Selain nikmat, minuman ini juga kaya akan antioksidan dan nutrisi lainnya.

Memilih minuman pagi yang tepat begitu penting karena tubuh yang baru beristirahat membutuhkan asupan cairan. Selain air putih yang diminum sebagai 'starter' untuk metabolisme dan hidrasi tubuh, kamu juga bisa mengawali hari dengan minuman sehat lainnya.

Namun, tidak semua minuman pagi punya manfaat sama untuk umur panjang atau mengatasi penuaan. Misalnya, kopi. Meski enak, kopi mengandung kafein yang bisa membahayakan jika diminum pagi hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alih-alih kopi, para ahli justru memilih matcha sebagai minuman pagi terbaik, terutama dalam hal anti-penuaan.

ADVERTISEMENT

Lantas, apa yang membuat matcha menjadi minuman pagi terbaik untuk atasi penuaan? Dilansir dari eatingwell.com (28/4), berikut penjelasannya.

1. Antioksidan matcha kurangi peradangan

bowl matchaMatcha mengandung antioksidan yang bagus mengurangi peradangan. Foto: Blanjamart

Seperti teh hijau, matcha mengandung epigallocatechin-3-gallate (EGCG) dalam jumlah sangat tinggi. Antioksidan ini terbukti mengurangi peradangan dan stress oksidatif pada tingkat seluler.

Ahli Val Warner mengungkap jika seiring bertambahnya usia, tubuh secara alami mengalami lebih banyak stress oksidatif yang dapat bekontribusi pada hal-hal, seperti penuaan sel dan penyakit kronis. Minum matcha secara teratur merupakan obat yang tepat untuk mendukung pertahanan tubuh terhadap proses ini.

Cara kerjanya yaitu antioksidan dalam matcha membantu menetralkan dan menghilangkan radikal bebas atau zat-zat di lingkungan yang diketahui menyebabkan kerusakan sel dan berkontribusi pada proses penuaan.

Antioksidan dan fitokimia di dalam matcha juga terbukti mengurangi peradangan dengan menekan ekspresi gen dan protein sitokin inflamasi.

Meskipun matcha dan teh hijau sama-sama dibuat dari daun Camelia sinensis, tapi matcha lebih ampuh daripada teh hijau dalam hal kapasitas antioksidan dan manfaat untuk umur panjang. Hal ini disebabkan karena matcha adalah versi bubuk dari teh hijau, sedangkan teh hijau adalah ekstrak air dari daunnya.

Ahli Seema Shah juga menyebut jika matcha lebih kaya akan polifenol, seperti EGCG daripada teh hijau.

Selain EGCG, matcha juga mengandung antioksidan lain, seperti rutin, quercetin, klorofil, dan karotenoid lainnya dibandingkan teh hijau biasa.

2. Prebiotik mendukung kesehatan usus

Matcha tea and green tea utensilsMatcha juga mengandung prebiotik untuk mendukung kesehatan usus. Foto: iStock

Kandungan prebiotik dalam matcha melewati saluran pencernaan tanpa tercerna hingga mencapai usus. Mereka memberi makan mikroba probiotik sehat yang menghasilkan butirat, zat anti-inflamasi yang membantu menyehatkan penghalang usus dan mengatur fungsi kekebalan tubuh.

"Mikrobioma yang sehat memainkan peran kunci dalam pencernaan, fungsi kekebalan tubuh, dan bahkan peradangan," ujar ahli Warner.

Semua hal tersebut merupakan faktor penting yang terbukti memengaruhi penuaan dan fakto-faktor ini mendapat manfaat dari kerja prebiotik matcha di dalam usus.

3. L-Theanine dan kafein di matcha meningkatkan kesehatan otak

Minum Matcha Jangan Asal! Ini 5 Tips agar Khasiatnya MaksimalMatcha juga mengandung l-theanine dan kafein untuk meningkatkan kesehatan otak. Foto: Getty Images/Food Photographer

Antioksidan dan prebiotik bukanlah satu-satunya komponen dalam matcha yang meningkatkan umur panjang. Tetapi ada juga kombinasi dari kafein dan L-Theanine, yaitu asam amino non protein yang ditemukan dalam konsentrasi relatif tinggi yaitu 6,1 miligram per liter matcha.

Menurut Warner, L-theanine bekerja secara sinergis dengan kafein untuk meningkatkan ketenangan dan energi yang terfokus, tanpa perasaan gelisah, seperti efek dialami ketika seseorang minum kopi.

L-theanine di dalam macha juga dapat mendukung kejernihan mental, fokus, dan fungsi kognitif secara keseluruhan seiring bertambahnya usia.

Tetapi, kafein dalam matcha mungkin tidak dapat ditoleransi dengan baik oleh semua orang. Orang yang sensitif terhadap kafein mungkin ingin menghindari atau membatasi konsumsinya.

4. Cara lain menjaga kesehatan seiring bertambah usia

Matcha memang menawarkan manfaat sebagai obat anti-penuaan. Namun konsumsinya perlu dibatasi. Disarankan mengonsumsi matcha dalam jumlah moderat. Sebab, jika dikonsumsi berlebihan, bisa menyebabkan kelebihan kafein yang justru berisiko bahaya.

Selain mengonsumsi matcha, ada cara lain yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan seiring bertambahnya usia.

- Prioritaskan protein nabati : Ahli Warner mengungkap jika protein sangat penting untuk membangun dan memelihara otot, sekaligus menjaga metabolise, serta perbaikan jaringan. Protein yang dipilih bisa berbasis nabati karena serat dan fitokimia yang terkandung di dalamnya mendukung kesehatan usus dan membantu mengurangi peradangan.

- Tetap aktif : Ahli Warner dan Andrews merekomendasikan seseorang untuk tetap beraktivitas, seperti berjalan kaki, menari, bersepeda, dan kegiatan lainnya secara konsisten.

- Mengelola stress : Stress bukan hanya beban mental dan emosional. Stress kronis berdampak negatif pada biokimia dan tingkat seluler seseorang yang terbukti dapat mempercepat penuaan. Oleh karena itu, ahli Shah merekomendasikan praktek pengurangan stress secara teratur, seperti meditasi hingga menulis jurnal.

- Dapatkan tidur berkualitas : Kualitas tidur sama pentingnya dengan kuantitasnya. Ahli Warner merekomendasikan untuk menargetkan sekitar tujuh hingga sembilan jam tidur, menjaga kamar tetap sejuk, serta bangun dalam rentang waktu yang konsisten.

Halaman 2 dari 2
(aqr/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads