Minyak sering dianggap sekadar pelengkap saat masak. Padahal, penting untuk memilih minyak yang tepat karena ada jenis minyak yang sehat dan juga sebaliknya.
Dilansir dari Everyday Health (24/04/2026), meski kerap dihindari, lemak merupakan bagian penting yang dibutuhkan tubuh, termasuk untuk membantu penyerapan vitamin seperti A, D, E, dan K.
Salah satu sumber lemak yang paling banyak dikonsumsi sehari-hari adalah lewat minyak untuk memasak atau mengolah makanan. Namun, pemilihannya perlu tepat agar tidak berdampak buruk bagi kesehatan.
Menurut beberapa ahli gizi, minyak yang lebih sehat umumnya mengandung lemak tak jenuh, baik tunggal maupun ganda. Jenis lemak ini dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung jika menggantikan lemak jenuh.
Dalam anjuran pola makan 2.000 kalori per hari untuk orang dewasa, konsumsi minyak disarankan tidak lebih dari sekitar 6 sendok teh atau 27 gram. Sehingga penting untuk mengetahui jenis minyak dan manfaatnya bagi kesehatan. Berikut daftar 8 minyak sehat dan yang harus dihindari:
Minyak yang Tergolong Sehat
1. Minyak Zaitun
Minyak zaitun, terutama extra-virgin, dikenal sebagai salah satu pilihan paling sehat. Minyak ini diproses tanpa panas tinggi sehingga kandungan senyawa alaminya tetap terjaga.
"Extra-virgin olive oil mengandung lebih dari 30 senyawa fenolik yang membantu melawan peradangan di tubuh," ujar ahli gizi Palumbo.
Kandungan lemak tak jenuh tunggalnya juga dapat membantu menurunkan kolesterol jahat. Minyak ini cocok digunakan untuk tumisan ringan, salad, atau sebagai tambahan pada hidangan. Namun, karena titik asapnya rendah, minyak zaitun kurang ideal untuk menggoreng dengan suhu tinggi.
2. Minyak Kanola
Minyak kanola memiliki kandungan lemak jenuh yang rendah, sekitar 1 gram per sendok makan, serta kaya lemak tak jenuh tunggal dan ganda. Minyak ini juga memiliki rasa netral sehingga mudah digunakan dalam berbagai masakan.
Meski demikian, sebagian orang masih mempertanyakan proses produksinya yang menggunakan pelarut kimia. Untuk mengurangi kekhawatiran tersebut, disarankan memilih minyak kanola cold-pressed. Minyak ini memiliki titik asap tinggi sehingga cocok untuk digunakan untuk teknik memasak seperti memanggang dan menggoreng.
3. Minyak Biji Rami
Minyak biji rami atau flaxseed oil dikenal sebagai sumber asam lemak omega-3, khususnya alpha-linolenic acid. "Asam lemak ini penting untuk kesehatan jantung dan dapat membantu mengurangi peradangan," jelas Palumbo.
Penelitian juga menunjukkan manfaatnya dalam menurunkan risiko tekanan darah tinggi. Namun, minyak ini tidak disarankan untuk dipanaskan kembali karena dapat merusak kandungan nutrisinya. Sebaiknya, minyak ini digunakan untuk hidangan dingin seperti salad atau smoothie agar manfaatnya tetap optimal.
4. Minyak Alpukat
Minyak alpukat kaya akan lemak tak jenuh tunggal yang baik untuk kesehatan jantung. Minyak ini memiliki nilai gizi yang baik baik pada suhu rendah maupun tinggi. Rasanya yang netral membuatnya cocok untuk berbagai kebutuhan, termasuk memanggang.
Namun, beberapa penelitian menunjukkan beberapa produk minyak alpukat di pasaran bisa tercampur dengan minyak lain. Oleh karena itu, penting memilih produk yang terpercaya untuk memastikan kualitas dan kemurniannya tetap terjaga.
Simak Video "Rasakan Kreasi Menu di Dunia Wonderland ala Mie Sedaap Ini!"
(dfl/adr)