5 Minyak Goreng untuk Diet yang Bantu Bakar Lemak dan Tetap Sehat

5 Minyak Goreng untuk Diet yang Bantu Bakar Lemak dan Tetap Sehat

Riska Fitria - detikFood
Kamis, 30 Apr 2026 06:00 WIB
Sesame Oil with some Sesame Seeds on dark wooden table (close-up shot)
Foto: Istimewa
Jakarta -

Tak semua minyak harus dihindari saat diet. Ini 5 pilihan minyak sehat yang bantu metabolisme, jaga jantung, dan tetap lezat untuk masakan.

Memilih minyak masak tak bisa sembarangan, terutama bagi yang sedang menjaga berat badan. Jenis minyak bisa memengaruhi asupan kalori dan kesehatan tubuh.

Beberapa minyak mengandung lemak sehat yang bantu metabolisme, sehingga membantu proses penurunan berat badan. Selain itu, ada juga yang kaya antioksidan dan baik untuk jantung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dari Woman's World (9/10)berikut pilihan minyak sehat yang bisa jadi andalan di dapur.

1. Minyak Zaitun (EVOO)

Ilustrasi minyak zaitunIlustrasi minyak zaitun Foto: Getty Images/iStockphoto/dulezidar

Extra-virgin olive oil (EVOO) jadi pilihan favorit di banyak dapur. Rasanya khas dan dikenal lebih sehat dibandingkan minyak biasa.

Minyak ini kaya lemak tak jenuh tunggal yang baik untuk metabolisme. "Kandungan ini bantu tubuh terasa kenyang lebih lama," ujar ahli diet terdaftar Bourgeois.

ADVERTISEMENT

EVOO juga tinggi antioksidan yang bantu kontrol gula darah. "Gunakan untuk salad atau masak api kecil hingga sedang," sarannya.

2. Minyak Alpukat

Minyak alpukat atau avocado oil kini semakin populer di dapur sehat karena kandungan gizinya. "Avocado oil kaya akan lemak tak jenuh tunggal," ujar Bourgeois.

Jenis lemak ini diketahui dapat membantu mendukung penurunan berat badan. Sebuah penelitian mengaitkannya dengan hasil diet yang lebih baik dan minim kehilangan massa otot.

Selain itu, avocado oil punya titik asap tinggi sehingga lebih stabil saat dipanaskan.

"Ini membuatnya cocok untuk memasak suhu tinggi seperti menumis atau roasting," tambah Bourgeois.

3. Minyak Kanola

Minyak Kanola. (Istimewa)Minyak Kanola ilustrasi Foto: Minyak Kanola. (Istimewa)

Minyak kanola terbuat dari biji tanaman canola, yaitu varietas dari tanaman rapeseed yang telah dikembangkan agar rendah asam erukat.

Minyak yang rasanya ringan ini cocok untuk baking atau dressing. Selain itu, minyaka kanola juga lebih terjangkau dibanding minyak zaitun atau alpukat.

Minyak ini rendah lemak jenuh yang baik untuk diet sehat. "Juga mengandung omega-3 ALA yang baik untuk kesehatan jantung," tutur ahli gizi Turoff.

4. Minyak Wijen

Minyak wijen kerap dipilih karena memiliki rasa yang kuat, sehingga membuat masakan jadi lebih lezat. Di samping itu, minyak ini juga jadi pilihan yang sehat.

Ahli gizi Turoff menjelaskan minya wijen mengandung antioksidan yang membantu untuk meningkatkan keehatan jantung.

Namun harus tetap diperhatikan penggunaannya, karena jika terlalu banyak bisa menambah kalori pada tubuh. Cukup 1-2 sendok teh untuk tumisan atau dressing.

5. Minyak Biji Chia

Kopi dicampur biji chiaIlustrasi biji chia. Foto: iStock

Meskipun ukurannnya sangat kecil, biji chia memiliki segudang manfaat. Termasuk minyak yang dihasilkan dari biji chia.

Ahli gizi Bourgeois mengungkap bahwa biji chia mengandung omega-3 dalam jumlah yang tinggi. Lemak sehat ini berperan penting untuk kesehatan tubuh secara menyeluruh.

"Nutrisi ini bantu kurangi peradangan dan dukung metabolisme," jelasnya.

Tak hanya itu, lemaknya juga baik untuk jantung dan gula darah. "Cocok ditambahkan ke smoothie atau dressing salad," tambah Bourgeois.

Halaman 2 dari 3
(raf/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads