Minyak kelapa dan minyak zaitun sama-sama populer digunakan untuk masak. Keduanya sering dianggap sebagai pilihan yang lebih sehat dibanding minyak lain. Namun, mana yang terbaik?
Melansir Health (2/3), meski sama-sama berasal dari tumbuhan, kandungan lemak dan dampak bagi tubuh dari kedua minyak tersebut ternyata berbeda.
Perbedaan Utama dalam Komposisi Lemak
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara kalori, minyak kelapa dan minyak zaitun tidak jauh berbeda. Keduanya sama-sama tinggi lemak. Perbedaannya terletak pada jenis lemak yang dikandung.
Minyak kelapa didominasi oleh lemak jenuh, sementara minyak zaitun, mengandung lemak tak jenuh tunggal, terutama pada jenis extra virgin.
Lemak tak jenuh tunggal baik untuk kesehatan jantung, karena dapat
membantu menurunkan kadar LDL atau kolesterol jahat. Sebaliknya, konsumsi lemak jenuh dalam jumlah tinggi dapat meningkatkan kadar LDL dalam darah.
Minyak zaitun sering dianggap sebagai alterntif minyak sehat. Foto: Popular Science |
Dampaknya pada Kesehatan Jantung
Adanya kandungan lemak tak jenuh tunggal yang tinggi, membuat minyak zaitun dinilai lebih ramah bagi jantung. Mengganti asupan lemak jenuh dengan lemak tak jenuh seperti yang terdapat dalam minyak zaitun dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke.
Minyak kelapa memang mengandung asam laurat, yang memiliki sifat antimikroba dan dapat menjadi sumber energi. Namun, manfaat tersebut belum cukup kuat untuk mengimbangi tingginya kandungan lemak jenuh di dalamnya.
Oleh sebab itu, minyak kelapa tidak direkomendasikan sebagai sumber lemak utama dalam pola makan sehari-hari.
Apakah minyak kelapa lebih sehat daripada minyak zaitun? Foto: Getty Images/iStockphoto |
Kandungan Antioksidan dan Anti-Inflamasi
Minyak zaitun, khususnya extra-virgin olive oil, juga mengandung antioksidan seperti polifenol. Senyawa ini membantu melawan peradangan dan menjaga kesehatan pembuluh darah. Efek anti-inflamasi tersebut turut berperan dalam menjaga tekanan darah tetap stabil dan mencegah penumpukan plak di arteri.
Sementara itu, minyak kelapa tidak memiliki kandungan antioksidan sebanyak minyak zaitun. Fokus utamanya tetap pada kandungan lemak jenuhnya yang cukup tinggi.
Jadi, kesimpulan yang dapat diambil adalah penggunaan minyak zaitun lebih disarankan jika tujuan utamanya adalah menjaga kesehatan jantung dan mengontrol kadar kolesterol.
Minyak kelapa tetap bisa digunakan untuk memberikan cita rasa tertentu pada masakan, tetapi sebaiknya tidak dijadikan minyak utama dalam konsumsi harian, karena kandungan lemak jenuh yang tinggi.
(dfl/adr)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN