Beda Masakan, Beda Minyak! Kenali 5 Jenis dan Kegunaannya

Beda Masakan, Beda Minyak! Kenali 5 Jenis dan Kegunaannya

Atiqa Rana - detikFood
Kamis, 13 Agu 2026 11:30 WIB
Minyak kelapa
Foto: iStock
Jakarta -

Memilih minyak goreng yang tepat penting untuk menghindari gosong. Supaya tidak salah dan masakan enak, simak 5 jenis minyak dan kegunaannya ini!

Memasak dengan suhu tinggi umumnya membutuhkan minyak dengan titik asap tinggi. Namun, tidak semua minyak memiliki titik asap yang sama. Oleh karena itu, sangat penting mengetahui jenis-jenis minyak dan kegunaannya dalam memasak makanan tertentu.

Jika penggunaan minyak gorengnya tidak tepat, hal ini bisa membuat masakan menjadi gosong dan rusak. Selain itu, memilih jenis minyak goreng tepat sangat penting untuk menghindari timbulnya lemak trans berbahaya serta menjaga kesehatan tubuh jangka panjang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meskipun kebanyakan orang memilih minyak goreng netral agar rasa bahan-bahan masakan bisa lebih menonjol, beberapa chef justru memilih menggunakan minyak goreng yang lain, terutama yang banyak mengandung lemak untuk menambah rasa.

ADVERTISEMENT

Lantas, apa saja jenis minyak goreng dan manfaatnya untuk masakan? Dilansir dari thedailymeal.com (8/8), berikut daftarnya!

1. Minyak zaitun

Minyak zaitunMinyak zaitun menjadi salah satu minyak yang sering digunakan oleh para chef. Foto: iStock

Minyak zaitun telah lama dikenal memiliki manfaat baik di dalam atau pun di luar dapur. Namun, beberapa chef mengungkap jika minyak zaitun tidak bagus untuk menggoreng atau memanggang karena titik asapnya rendah. Meskipun begitu, tidak sepenuhnya benar.

Minyak zaitun memang memiliki titik asap rendah antara 176 - 210 derajat celcius. Sejumlah chef, seperti Klementine Song, pemilik restoran Tsubaki di Los Angeles masih menggunakannya untuk memanggang dan menggoreng.

Klementine mengungkap jika dirinya menggunakan minyak zaitun untuk memanggang makanan, seperti sayuran dan jamur. Ia tahu kalau minyak ini punya titik asap rendah dan dapat membuat makanan terasa pahit ketika terkena panas tinggi. Namun, hal tersebut tidak akan terjadi jika kamu memilih minyak zaitun berkualitas tinggi. Menurutnya minyak ini juga sangat cocok dan bagus untuk memasak kubis maupun jamur.

Steve Benjamin, direktur kuliner Bourbon Steak juga mengatakan kalau ia selalu memulai memasak dengan minyak zaitun lalu menyelesaikannya dengan mentega supaya kaya rasa.

2. Minyak alpukat

minyak alpukatminyak alpukat juga direkomendasikan oleh para chef. Foto: iStock

Minyak goreng yang digunakan oleh chef Richard Archuleta adalah minyak alpukat. Biasanya ia menggunakan jenis minyak ini untuk memasak ayam, sayuran, dan seafood.

Menurutnya, minyak alpukat memang punya titik asap tinggi dan rasanya lebih bersih serta netral. Namun, minyak ini bisa menjadi alternatif baik dari banyak minyak biji-bijian lainnya yang mungkin punya rasa kurang menonjol.

3. Minyak kelapa

Minyak kelapaMinyak kelapa juga bisa dimanfaatkan untuk membuat hidangan dipanggang. Foto: iStock

Menurut kepala chef, Paramjeet Bombra, minyak kelapa umum digunakan di Kerala dan beberapa bagian lain dari masakan pesisir di India Selatan. Minyak ini diakui sangat cocok dipadukan dengan seafood, daun kari, dan rempah-rempahan.

Minyak kelapa dikenal punya titik asap tinggi sekitar 204 derajat celcius dan rasa yang lebih netral. Namun, minyak ini cocok digunakan untuk membuat hidangan panggang karena bisa menciptakan hidangan lebih aromatik dan beraroma khas.

4. Lemak sapi

Tidak hanya berbentuk cairan minyak, lemak sapi juga bisa digunakan untuk memanggang atau menggoreng masakan.

Kepala chef eksekutif Richard Archuleta mengaku lebih suka menggunakan lemak sapi, terutama saat memanggang makanan atau potongan daging berkualitas tinggi. Menurutnya lemak sapi menciptakan lapisan luar biasa dan mampu meningkatkan cita rasa daging.

Lemak sapi dibuat dari bagian lemak di sekitar organ sapi. Lemak tersebut dilelehkan, kemudian disaring untuk menghilangkan sisa jaringan, barulah didinginkan sampai mengeras. Titik asap lemak sapi berkisar antara 190 - 215 celcius

Tidak seperti rasa netral pada beberapa minyak goreng, lemak sapi dapat menciptakan rasa lebih kaya dan cocok untuk memasak banyak hidangan. Bahkan, chef Esteban Klenzi menggunakan lemak sapi untuk memanggang paprika.

5. Minyak biji anggur

Minyak ini terbuat dari ekstrak biji buah anggur yang kaya akan vitamin E dan antioksidan. Mungkin jenis minyak ini jarang diketahui tetapi sebenarnya bagus untuk menggoreng atau memanggang masakan.

Minyak biji anggur memiliki titik asap 215 derajat celcius dan mengandung asam lemak omega-6 dan asam lemak tak jenuh ganda.

Penulis Rob Rainford dalam bukunya berjudul 'Born to Grill' mengungkap kalau minyak goreng favoritnya adalah minyak biji anggur.

Demikian juga kepala Chef Klementine Song yang menggunakan minyak biji anggur untuk melapisi daging babi panggang yang dimarinasi koji. Klementine mengungkap minyak ini bisa membantu mencegah daging menempel pada panggangan dan membantu proses pencokelatan daging.

Selain itu, minyak ini juga cocok untuk membuat tumisan dan nasi goreng karena punya titik asap tinggi.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Dijuluki 'Ratu Boga Indonesia', Sisca Soewitomo: Saya Sangat Menghargai"
[Gambas:Video 20detik] (aqr/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads