Sering Lemas Saat Puasa? Ini 4 Cara Jaga Gula Darah Tetap Stabil
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
Kadar gula darah dapat mengalami perubahan selama berpuasa karena tubuh menyesuaikan sumber energinya. Berikut cara sederhana untuk mencegahnya tak stabil!
Saat menjalani ibadah puasa di jam-jam awal, tubuh masih menggunakan glukosa dari makanan terakhir saat sahur sehingga kadar gula darah cenderung stabil.
Setelah sekitar 8-12 jam berpuasa, tubuh mulai memanfaatkan cadangan glikogen di hati sebagai sumber energi. Ketika cadangan tersebut berkurang, tubuh kemudian beralih menggunakan lemak sebagai energi tambahan.
Masalah sering muncul saat waktu berbuka puasa tiba. Setelah berjam-jam tidak makan, tubuh menjadi lebih sensitif terhadap asupan gula. Jika langsung mengonsumsi makanan atau minuman manis dalam jumlah besar, maka kadar gula darah dapat melonjak cepat.
Tubuh lalu melepaskan insulin dalam jumlah besar untuk menurunkannya. Akibatnya gula darah dapat turun drastis sehingga menimbulkan lemas, kantuk, atau cepat lapar.
Dilansir dari HDI (13/03/2026), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan konsumsi gula bebas kurang dari 10% dari total kalori harian, bahkan idealnya di bawah 5%. Berikut lima cara menjaga gula darah tetap stabil saat jalani ibadah puasa.
1. Buka Puasa Jangan Terburu-buru
Buka puasa sehat. Foto: Getty Images/Pawel Kacperek |
Menjaga kestabilan gula darah saat berpuasa dapat dimulai dengan cara berbuka secara bertahap. Setelah seharian tidak makan dan minum, tubuh membutuhkan waktu untuk kembali menyesuaikan diri dengan asupan makanan.
Karena itu, sebaiknya hindari langsung mengonsumsi minuman atau makanan yang terlalu manis dalam jumlah besar. Langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah memulai berbuka dengan air putih untuk menghidrasi tubuh, lalu dilanjutkan dengan beberapa butir kurma dalam porsi wajar.
Setelah itu, konsumsi camilan ringan sebelum menyantap makanan utama. Memberi jeda singkat sebelum makan besar membantu tubuh menstabilkan kadar gula darah. Cara ini juga dapat mengurangi risiko lonjakan gula darah yang terjadi secara tiba-tiba setelah tubuh berpuasa dalam waktu lama.
2. Pilih Sumber Karbohidrat Sehat
Karbo sehat. Top view Foto: Getty Images/iStockphoto/igoriss |
Pemilihan makanan saat sahur juga berperan penting dalam menjaga kestabilan gula darah selama berpuasa. Sahur sebaiknya diisi dengan sumber karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oatmeal, roti gandum utuh, kentang rebus, atau ubi.
Jenis karbohidrat ini dicerna lebih lambat oleh tubuh sehingga energi dilepaskan secara bertahap dan membantu menjaga rasa kenyang lebih lama. Berbeda dengan gula sederhana yang dapat memicu lonjakan energi secara cepat namun mudah turun kembali. Agar lebih seimbang, menu sahur juga perlu dilengkapi dengan protein seperti telur, ayam, ikan, tahu, atau tempe.
Tambahkan pula lemak sehat dari alpukat atau kacang-kacangan serta serat dari sayuran dan buah utuh untuk membantu menjaga metabolisme tubuh tetap stabil sepanjang hari.
3. Kurangi Konsumsi Gula dan Minuman Manis
Minum air putih. Foto: Getty Images/PonyWang |
Mengurangi konsumsi gula tambahan dalam minuman juga menjadi langkah penting untuk menjaga gula darah tetap stabil selama Ramadan. Minuman seperti teh manis, sirup, kopi dengan gula berlebih, atau minuman kemasan sering kali menjadi penyebab utama lonjakan gula darah saat berbuka.
Kebiasaan ini dapat diubah secara bertahap agar lebih mudah dijalani. Misalnya dengan mulai mengurangi takaran gula sedikit demi sedikit hingga lidah terbiasa dengan rasa yang tidak terlalu manis. Selain itu, hindari mengonsumsi minuman manis berulang kali dalam satu waktu makan.
Sebagai alternatif, pilih lah buah utuh yang mengandung serat alami dibandingkan jus buah yang telah kehilangan sebagian seratnya. Perubahan kecil namun konsisten biasanya lebih efektif dalam menjaga pola makan sehat selama puasa.
4. Pilih Pemanis Alami
Gula Alami Ini Lebih Aman Dikonsumsi Penderita Diabetes Foto: Getty Images/iStockphoto/baibaz |
Menjaga gula darah tetap stabil selama bulan puasa bukan berarti harus menghilangkan rasa manis sepenuhnya dari makanan. Kuncinya adalah memilih sumber rasa manis yang lebih alami serta mengonsumsinya dalam jumlah wajar.
Beberapa alternatif pemanis alami yang dapat digunakan antara lain sirup maple, nektar agave, hingga sirup kurma yang dibuat dari campuran kurma dan air. Bahan-bahan ini sering digunakan sebagai pengganti madu dalam berbagai resep.
Selain itu, pemanis alami dari bahan makanan utuh juga dapat menjadi pilihan yang lebih sehat, seperti kurma segar, pisang yang dihaluskan, atau saus apel tanpa gula tambahan. Bahan tersebut tidak hanya memberi rasa manis, tetapi juga menyediakan serat, vitamin, dan mineral yang bermanfaat bagi tubuh selama menjalani puasa.
(sob/adr)
-
Ayam3 Resep Ayam Serundeng yang Sedap, Pakai Kelapa hingga Lengkuas
-
KueResep Dadar Gulung Isi Unti Kelapa yang Manis dan Harum Nangka
-
TelurResep Semur Telur dan Tahu ala Betawi, Menu Ekonomis yang Sedap
-
Minuman3 Resep Es Campur Spesial untuk Buka Puasa, Segar dengan Isian Melimpah




