Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
images
waktu berbuka
18:13 WIB
wilayah Jakarta
Back
Langkah Emas Raih Kemenangan

Puasa Tanpa Lapar! Sahur Tinggi Protein Bikin Kenyang Lebih Lama

Diah Afrilian - detikFood

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

5 Adab Makan Sahur Menurut Ajaran Islam, Simak Yuk!
Foto: iStock
Jakarta -

Kalau ingin puasa tidak lemas, maka jangan sembarangan pilih menu sahur. Memaksimalkan asupan protein saat sahur bisa bikin kenyang seharian!

Berpuasa di bulan ramadan terlihat sederhana. Apalagi bagi Muslim dewasa yang telah melakukannya selama bertahun-tahun.

Namun rahasia kuat berpuasa seharian tanpa lemas ialah ketika makan sahur. Masih banyak praktik makan sahur yang sekadar kenyang, tanpa memerhatikan nutrisinya.

Dilansir dari Max Fat Loss, konsumsi protein secara maksimal saat shaur penting untuk dilakukan. Tak hanya menjaga massa otot tetapi juga memberikan rasa kenyang lebih lama.

Berikut ini alasan pentingnya sahur tinggi protein:

Inilah 7 Menu Sahur Sehat yang Disunnahkan RasulullahMenu sahur yang tinggi protein memberikan rasa kenyang lebih lama. Foto: Getty Images/iStockphoto/lisegagne

1. Memberikan Rasa Kenyang Lebih Lama

Salah satu manfaat makan sahur ialah agar tidak membiarkan tubuh kelaparan. Tak hanya sekadar makan, tetapi asupan nutrisi agar tubuh kenyang lebih lama juga perlu diperhatikan.

Asupan makanan yang paling disarankan saat sahur ialah protein. Protein dikenal mampu memberikan efek kenyang yang lebih tahan lama dibandingkan karbohidrat.

Hal ini karena protein membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna oleh tubuh. Mengonsumsi protein lebih banyak saat sahur dapat menekan rasa lapar dan menekan keinginan makan berlebih saat buka puasa.

2. Menjaga Massa Otot

Ketika tubuh mengalami defisit kalori dalam waktu lama, seperti saat berpuasa, tubuh akan menggunakan massa otot sebagai sumber energi. Kondisi ini akan terjadi apalagi jika tubuh tak mendapat cukup asupan protein.

Sahur yang cukup protein dapat membantu menjaga massa otot tetap optimal. Protein juga dibutuhkan dalam mempertahankan jaringan otot sehingga tubuh tidak kehilangan massa otot selama puasa.

Kehilangan massa otot dan kekurangan protein juga berdampak pada metabolisme. Bagi pelaku diet sehat selama puasa, berat badan juga akan sulit dikendalikan tanpa asupan protein yang cukup.

3. Thermic Effect of Food (TEF)

Protein memiliki keunggulan lain yang sering disebut sebagai Thermic Effect of Food (TEF). Kondisi ini akan terjadi ketika tubuh membutuhkan energi lebih besar untuk mencerna dan memetabolisme makanan.

Dibandingkan karbohidrat dan lemak, protein memiliki efek termik yang lebih tinggi. Artinya, tubuh harus bekerja lebih keras untuk memproses protein.

Jadi, secara tidak langsung membantu meningkatkan pengeluaran energi. Pada proses pencernaan protein yang panjang maka akan banyak kalori yang juga ikut dibakar.

5 Adab Makan Sahur Menurut Ajaran Islam, Simak Yuk!Dibandingkan dengan karbohidrat, menu sahur tinggi protein lebih ampuh mengendalikan gula darah. Foto: iStock

4. Menstabilkan Gula Darah

Ketika mengonsumsi makanan dengan kandungan protein cukup, tubuh dapat mengontrol pelepasan glukosa secara lebih stabil. Efeknya kadar gula darah selama puasa akan lebih stabil jika menu sahurnya cukup protein.

Kadar gula darah yang stabil membantu mencegah lonjakan dan penurunan energi secara drastis. Efek dari gula darah yang tak terkendali bisa menimbulkan rasa lemas, pusing, hingga mudah lapar sebelum waktu berbuka.

Menu sahur yang tinggi protein akan membuat tubuh tetap berstamina melalui gula darah yang seimbang. Hal ini dibutuhkan terutama untuk Muslim yang tetap menjalankan aktvitas padat selama puasa.

(dfl/adr)