Jangan langsung di-stop, ada cara aman mengurangi asupan kopi saat Ramadan agar terhindar dari sakit kepala, lemas, dan perubahan mood.
Saat Ramadan, banyak orang cemas harus berhenti minum kopi saat puasa. Perubahan mendadak ini kerap memicu sakit kepala, lelah, dan perubahan suasana hati.
Dokter menyarankan cara bertahap agar tubuh tidak kaget. Pengurangan kafein secara perlahan dinilai efektif mencegah gejala putus kopi.
Asupan cairan yang cukup dan pola tidur teratur juga penting diperhatikan. Cara ini membantu tubuh tetap bugar dan fokus selama berpuasa.
Dikutip dari Gulf News (16/2) berikut penjelasan dokter:
1. Kurangi Konsumsi Kopi Secara Bertahap
Dr Nashwa Diab asal Uni Emirat Arab (UEA) menyarankan agar konsumsi kopi tidak dihentikan mendadak saat Ramadan tiba. Pengurangan sebaiknya dilakukan sejak 2 hingga 3 minggu sebelumnya.
"Tubuh membutuhkan persiapan bertahap, terutama bagi yang rutin mengonsumsi kafein setiap hari," ujar dr Nashwa Diab.
Ia menegaskan, pengurangan sekitar 25% setiap 4-5 hari sangat dianjurkan.
Langkah ini membantu mencegah sakit kepala berat, lemas, serta gangguan konsentrasi. Tubuh pun lebih siap menghadapi perubahan pola makan dan minum selama puasa.
2. Ganti Kopi dengan Versi Lebih Ringan
Bagi pencinta kopi, transisi bisa dilakukan dengan mengganti kopi pekat ke kopi yang lebih ringan. Alternatif lain adalah menggunakan kopi rendah kafein atau campuran decaf.
"Kopi kuat bisa diganti dengan versi yang lebih ringan agar tubuh menyesuaikan diri secara perlahan," jelas dr Nashwa.
Cara ini membantu mengurangi ketergantungan tanpa menimbulkan efek drastis. Menghindari kopi di sore dan malam hari juga penting.
Hal ini membantu memperbaiki kualitas tidur serta menjaga energi selama berpuasa.
Simak Video "Martabak 'Low Sugar' dan Sruput Kopi di Pasar Alsut"
(raf/adr)