Croissant dan baguette jadi makanan khas Prancis yang digemari banyak orang. Namun, kini warga Prancis justru diminta untuk mengurangi konsumsinya. Kenapa ya?
Jadi salah satu pastry paling populer di dunia, croissant dan baguette merupakan makanan ikonik dari Prancis. Bahkan kedua pastry ini sudah menjadi makanan sehari-hari warga Prancis, layaknya menu nasi di Indonesia.
Tapi baru-baru ini badan keamanan pangan Prancis, Anses, mengungkap adanya paparan cadmium yang cukup tinggi dari kedua makanan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari Telegraph UK (11/04/2026), logam berat ini berasal dari pupuk fosfat yang umum digunakan dalam pertanian. Kandungan tersebut bisa masuk ke tanaman, termasuk gandum yang jadi bahan utama roti dan pastry.
Roti Baguette Prancis Masuk ke Daftar Warisan Budaya UNESCO. Foto: Getty Images |
Dalam laporan terbaru Anses, hampir setengah populasi warga Prancis terpapar cadmium pada level yang mengkhawatirkan.
Paparan ini sebagian besar berasal dari makanan, terutama bagi mereka yang tidak merokok. Bahkan, pola makan tertentu menyumbang hingga 98% paparan cadmium dalam tubuh.
Sumber utama cadmium ternyata berasal dari makanan sehari-hari. Salah satunya roti, pastry seperti croissant atau baguette, dan kue jadi penyumbang terbesar. Selain itu, sereal sarapan, pasta, nasi, dan kentang juga termasuk ke dalam daftar.
Cadmium sendiri bukan zat sembarangan. Logam ini sudah diklasifikasikan sebagai karsinogen atau pemicu kanker sejak 2012 di Prancis.
Paparannya dapat meningkatkan risiko kanker pankreas, kandung kemih, prostat, hingga payudara. Selain itu, cadmium juga bisa menyebabkan gangguan ginjal, penyakit kardiovaskular, dan osteoporosis.
makan croissant. Foto: Getty Images/iStockphoto |
Ahli dari Anses menyarankan agar warga Prancis mulai membatasi konsumsi produk berbahan gandum, baik yang manis maupun gurih. Ini termasuk biskuit, croissant, baguette, kue hingga sereal.
Jika paparan cadmium terus berlanjut tanpa perubahan yang berarti, dampak kesehatan jangka panjang dikhawatirkan akan semakin meningkat.
Sebagai alternatif, warga Prancis kini dianjurkan untuk memperbanyak konsumsi kacang-kacangan seperti lentil dan chickpea.
Selain itu, penting juga untuk mengonsumsi makanan yang lebih beragam dari berbagai sumber. Cara ini bisa membantu mengurangi risiko paparan berulang dari satu jenis makanan.
Anses juga mendorong pemerintah Prancis untuk menurunkan batas kandungan cadmium dalam pupuk.
Saat ini, batas kandungan cadmium dalam pupuk di Prancis masih lebih tinggi dibandingkan beberapa negara Eropa lainnya. Jika tidak dikendalikan, cadmium bisa terus menumpuk di tanah dan masuk ke rantai makanan.
(sob/sob)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN