Nasi dan roti gandum termasuk sumber karbohidrat yang banyak dikonsumsi di Indonesia. Namun di antara keduanya, mana yang lebih baik untuk kesehatan pencernaan dan diet?
Karbohidrat merupakan zat gizi makro yang penting bagi tubuh sebagai sumber energi utama untuk beraktivitas dan menjaga fungsi otak, serta mencegah pemecahan protein otot.
Sumber karbohidrat begitu beragam. Namun, bagi orang Indonesia atau orang Asia, nasi dan roti merupakan dua makanan utama. Beberapa orang juga lebih memilih untuk mengonsumsi roti gandum karena khasiat yang lebih sehat.
Meskipun nasi dan roti sering menjadi pilihan, banyak orang kini sudah lebih sadar. Mereka pun mencari sumber karbohidrat mana yang lebih sehat, terutama untuk pencernaan usus. Selain itu tidak sedikit juga yang mencari sumber karbohidrat paling baik untuk diet sehat.
Lantas, di antara kedua jenis karbohidrat ini mana yang cenderung lebih sehat untuk usus dan cocok untuk diet?
Dilansir dari food.ndtv.com (3/2), berikut penjelasannya!
1. Cara nasi dan roti memengaruhi pencernaan
Ahli gizi Pooja Makhija mengungkap bila nasi putih sebenarnya lebih mudah dan cepat dicerna oleh tubuh. Alasannya karena makanan ini memiliki lapisan dadak berserat yang membuatnya lebih lembut di perut.
Hal tersebut menjadi penting, terutama bagi orang-orang yang sering mengalami kembung atau punya pencernaan lemah. Nasi menjadi pilihan tepat karena terurai lebih cepat dan membutuhkan lebih sedikit usaha bagi pencernaan.
Di sisi lain ada roti gandum yang tebuat dari tepung gandum utuh dan mengandung lebih banyak serat.
Serat memang dapat mendukung kesehatan usus. Serat juga dapat memperlambat pencernaan, sehingga roti bertahan di perut lebih lama.
Bagi sebagian orang, hal tersebut justru membuat perutnya lebih penuh. Orang yang punya sensitivitas juga akan merasa perutnya berat.
2. Indeks glikemik dan dampak gula darah usai konsumsi nasi dan roti
Beredar mitos kalau nasi dapat meningkatkan kadar gula darah jauh lebih besar daripada roti gandum.
Namun penelitian di tahun 2020 yang diterbitkan dalam jurnal Endokrinologi dan Metabolisme India menemukan jika indeks glikemik nasi dan roti gandum berada pada kisaran sama. Terutama jika dikonsumsi dalam porsi yang terkontrol.
Menurut pantauan detikFood, nasi putih rata-rata memiliki indeks glikemik berkisar 70-73. Sedangkan roti gandum bervariasi, tetapi sebenarnya cenderung lebih rendah, di bawah 50-74.
Menurut para ahli dalam penelitian sebelumnya, hal lebih penting dalam mengonsumsi karbohidrat ini adalah memerhatikan porsi serta komposisi makanan. Pilihlah lauk pendamping lain yang menawarkan nutrisi seimbang, seperti tambahan sayur, protein, dan lemak sehat. Proses memasak juga sangat penting diperhatikan.
Simak Video "Nasi Gila Langganan Raisa Andriana di Jaksel"
(aqr/adr)