Sering Dihindari, 6 Makanan Ini Justru Punya Banyak Manfaat bagi Tubuh

Sering Dihindari, 6 Makanan Ini Justru Punya Banyak Manfaat bagi Tubuh

Riska Fitria - detikFood
Selasa, 09 Jun 2026 11:30 WIB
MPASI Kentang
Foto: Getty Images/iStockphoto/Amarita
Jakarta -

Sering dianggap tidak sehat, 5 makanan ini ternyata kaya nutrisi dan punya banyak manfaat bagi tubuh menurut ahli gizi.

Banyak makanan dicap buruk karena dianggap tinggi lemak, karbohidrat, atau kolesterol. Padahal, anggapan tersebut belum tentu sepenuhnya benar.

Seiring berkembangnya ilmu gizi, sejumlah makanan yang dulu dihindari justru diketahui memiliki manfaat sehat. Kuncinya ada pada porsi dan cara konsumsinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena pada dasarnya, makanan tersebut tetap mengandung nutrisi penting. Tak heran jika para ahli gizi masih merekomendasikannya sebagai bagian dari pola makan seimbang.

Dikutip dari Real Simple (4/5) berikut 6 makanan tersebut:

1. Makanan Beku

sayuran bekusayuran beku ilustrasi. Foto: iStock

Makanan beku atau frozen food kini tak hanya identik dengan pizza atau es krim. Banyak buah dan sayuran dibekukan saat matang sempurna sehingga kandungan gizinya tetap terjaga.

ADVERTISEMENT

Proses pembekuan cepat ini membantu mempertahankan vitamin dan mineral yang terkandung di dalamnya. Meski praktis dan bernutrisi, tapi tidak semua makanan beku memiliki kualitas yang sama.

Ahli gizi Jennifer Patzkowsky menyarankan memilih produk rendah natrium dan menghindari sayuran beku yang dilengkapi saus tinggi garam.

2. Karbohidrat

Kentang, oat, dan sayuran berpati kerap dihindari karena dianggap tinggi karbohidrat. Padahal, karbohidrat merupakan sumber energi penting yang dibutuhkan tubuh setiap hari.

"Organ tubuh, terutama otak, ginjal, dan otot, membutuhkan karbohidrat agar dapat berfungsi dengan baik," ujar Mackenzie Dewsnap, seorang ahli gizi.

Selain menjadi sumber energi utama, makanan kaya karbohidrat juga mengandung serat. Nutrisi ini berperan menjaga kesehatan pencernaan sekaligus memberikan rasa kenyang lebih lama.

3. Gluten

Mengenal Roti Gluten Free untuk Anak yang Memiliki Alergi MakananIlustrasi roti yang mengandung gluten. Foto: Getty Images/yipengge

Gluten sering dianggap buruk bagi kesehatan sehingga banyak orang memilih produk berlabel gluten-free. Padahal, gluten hanyalah protein alami yang terdapat pada gandum, barley, dan rye.

Protein ini berperan memberi tekstur dan elastisitas pada adonan roti maupun pasta. Produk gandum utuh yang mengandung gluten juga umumnya kaya serat dan lebih minim proses pengolahan.

Hanya penderita penyakit celiac, alergi gandum, atau intoleransi gluten yang terdampak negatif oleh gluten," ujar Rachel Caine, MS, RD, LDN, ahli gizi terdaftar.

Bagi orang sehat, roti dan pasta gandum utuh tetap bisa menjadi pilihan bergizi.

4. Telur

Telur juga kerap dianggap kurang sehat karena mengandung lemak dan kolesterol. Namun, pandangan tersebut kini telah berubah seiring perkembangan penelitian gizi.

Telur memang mengandung lemak, tetapi tidak pada tingkat yang mengkhawatirkan. Sebagian lemaknya juga termasuk lemak baik," ujar ahli gizi Alexandra Lewis, RD, LDN.

Lewis menambahkan bahwa kolesterol dalam makanan tidak berkaitan langsung dengan kadar kolesterol darah. Selain itu, telur kaya protein, vitamin, dan mineral yang penting bagi tubuh.

5. Kopi

Manfaat Sehat Minum Kopi HitamKandungan kafein pada kopi kerap dipandang sebelah mata. Foto: Getty Images/iStockphoto

Kopi kerap dianggap kurang sehat karena kandungan kafeinnya. Padahal, konsumsi kopi dalam jumlah wajar justru dikaitkan dengan sejumlah manfaat kesehatan.

"Kopi mengandung beberapa vitamin B penting dan dikaitkan dengan risiko diabetes tipe 2 yang lebih rendah," ujar Juliana Dewsnap, RD, LDN, CPT.

Meski demikian, manfaat kopi bisa berkurang jika ditambah bahan tertentu. Sirup manis, mentega, atau minyak berkalori tinggi dapat meningkatkan asupan gula dan lemak berlebih.

6. Produk Susu

Produk susu sering dihindari karena dianggap tinggi lemak. Padahal, susu dan olahannya mengandung berbagai nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh.

Produk susu umumnya kaya vitamin D, magnesium, kalium, dan protein. Nutrisi tersebut berperan dalam menjaga kesehatan tulang, otot, hingga fungsi tubuh secara keseluruhan.

"Bahkan orang dengan intoleransi laktosa masih dapat menikmati beberapa produk susu fermentasi atau yang telah melalui proses pematangan," ujar ahli gizi Rachel Caine.

Lebih lanjut, Rachel menyebutkan konsumsi susu dalam jumlah wajar juga dikaitkan dengan pengelolaan berat badan dan kesehatan jantung.

Halaman 2 dari 4


Simak Video "Asyik! Makan Disini Cuma Rp 6.000 Per-porsi"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads