Masih banyak yang takut gemuk karena mengonsumsi nasi malam hari. Ahli gizi menjelaskan, faktanya, konsumsi nasi tak otomatis bikin gemuk saat disantap malam.
Banyak pelaku diet langsung mencoret nasi dari menu makan malam. Sumber karbohidrat ini kerap dituding penyebab berat badan sulit turun jika dikonsumsi menjelang tidur.
Padahal, anggapan tersebut belum tentu benar. Sejumlah ahli gizi menegaskan bahwa makan nasi di malam hari bukanlah penyebab utama kenaikan berat badan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari Food NDTV, (14/7/2026), jumlah kalori yang dikonsumsi selama seharian justru menjadi pengaruh besarnya. Selain itu cara memadukan nasi dengan sayuran dan lauk pauk pelengkap juga punya peran penting.
Baca juga: Unik! PM Pakistan Hadiahi PM Hungaria 90 Buah Mangga Segar
Berikut ini 4 fakta konsumsi nasi saat malam hari:
Makan nasi saat malam hari ternyata tidak otomatis bikin gemuk. Foto: Getty Images/iStockphoto |
1. Makan Nasi Malam Hari Tak Bikin Gemuk
Menurut ahli gizi Rupali Datta, makan nasi malam hari tidak serta-merta menyebabkan kenaikan berat badan. Selama seseorang tetap menjaga keseimbangan antara kalori yang masuk dan kalori yang dibakar, nasi tetap bisa menjadi bagian dari pola makan sehat.
Prinsip dasar penurunan berat badan adalah menciptakan defisit kalori. Artinya, tubuh membakar lebih banyak energi dibandingkan jumlah energi yang dikonsumsi.
Dalam kondisi tersebut, mengonsumsi nasi saat makan malam tidak akan langsung membuat berat badan naik. Pola makan sehari yang tidak sehat disebut lebih berkontribusi dalam menggagalkan diet.
2. Kendalikan Porsi Nasi
Meski nasi tidak perlu dihindari, bukan berarti boleh dikonsumsi tanpa batas. Rupali Datta menyarankan agar porsi nasi tetap dikontrol, sekitar setengah hingga satu cangkir nasi matang dalam sekali makan.
Selain itu, nasi sebaiknya tidak dimakan sendirian. Menu makan malam akan menjadi lebih seimbang jika dilengkapi sumber protein seperti ayam, ikan, telur, tahu, tempe, atau kacang-kacangan, serta sayuran dalam jumlah cukup.
Kombinasi tersebut membantu tubuh memperoleh asupan gizi yang lebih lengkap sekaligus membuat rasa kenyang bertahan lebih lama. Jadi, keinginan untuk mengonsumsi camilan setelah makan malam juga bisa berkurang.
3. Pilih Jenis Nasi yang Tepat
Ahli gizi sekaligus penulis Rujuta Diwekar juga menepis anggapan bahwa orang yang sedang diet harus berhenti makan nasi. Menurutnya, nasi tetap bisa dikonsumsi selama porsinya tidak berlebihan.
Ia menyarankan memilih nasi yang diproses secara minimal, seperti beras yang tidak melalui banyak proses pengolahan. Namun, tidak ada satu jenis beras yang dianggap paling baik untuk semua orang.
Selain jenis beras, pola makan yang cukup dan tidak berlebihan juga sangat dianjurkan. Saat malam hari, sebaiknya sudah berhenti makan setidaknya dua jam sebelum tidur.
Bahkan jika dibandigkan dengan roti, keduanya sama-sama tidak merusak diet asal tak berlebihan. Foto: Shutterstock/Getty Images |
4. Nasi vs Roti untuk Makan Malam
Perdebatan mengenai nasi dan roti sebagai menu makan malam yang lebih baik juga masih sering muncul. Banyak orang percaya bahwa mengganti nasi dengan roti akan membuat berat badan lebih cepat turun.
Namun, ahli gizi Kavita Devgan menilai tidak ada jawaban yang berlaku untuk semua orang. Baik nasi maupun roti sama-sama dapat menjadi bagian dari makan malam yang sehat.
Pilihan terbaik bergantung pada kenyamanan pencernaan, kebutuhan tubuh, serta komposisi menu secara keseluruhan. Jika porsinya sesuai dan disertai protein juga sayuran, nasi maupun roti tetap dapat membantu penurunan berat badan.



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN