Kapan Sebaiknya Minum Air Putih? Ini 5 Waktu yang Dianjurkan Ahli

Kapan Sebaiknya Minum Air Putih? Ini 5 Waktu yang Dianjurkan Ahli

Diah Afrilian - detikFood
Kamis, 16 Jul 2026 05:00 WIB
Asal Usul Aturan Minum 8 Gelas Sehari, Apa Masih Efektif?
Foto: Getty Images/KTStock
Jakarta -

Minum air putih juga ada aturannya. Ahli Ayurveda mengungkap beberapa waktu terbaik yang dianjurkan untuk minum air.

Air putih menjadi kebutuhan penting bagi tubuh karena berperan memastikan tubuh berfungsi dengan normal. Namun, selama ini kebanyakan orang hanya fokus pada jumlah air yang diminum setiap hari, tanpa memperhatikan waktu mengonsumsinya.

Padahal, menurut pakar kesehatan Ayurveda Dimple Jangda, waktu minum air juga dapat memengaruhi cara tubuh memanfaatkan cairan tersebut. Ada beberapa waktu tertentu yang punya fungsi spesifik untuk tubuh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari Food NDTV, (13/7/2026), waktu minum air saat pagi hari dan malam hari berbeda. Meski beberapa anjuran ini berasal dari prinsip Ayurveda, kebiasaan tersebut dinilai dapat menjadi panduan untuk minum air lebih teratur.

ADVERTISEMENT

Berikut ini 5 waktu minum air yang dianjurkan oleh ahli:

Pesan Segelas Air Hangat di Resto, Pembeli Ini Kaget Lihat Harganya!Minum air hangat setelah bangun tidur lebih dianjurkan daripada air dingin. Foto: Site News

1. Air Hangat Pagi Hari


Hal pertama yang disarankan adalah minum sekitar 200 mililiter air hangat setelah bangun tidur. Menurut Jangda, tubuh mengalami periode tanpa asupan cairan selama tidur sehingga membutuhkan hidrasi untuk memulai aktivitas.

Ia menyarankan memilih air hangat dibandingkan air dingin. Dalam prinsip Ayurveda, air dingin dipercaya dapat menurunkan kekuatan pencernaan atau agni.

Sebaliknya, air hangat dianggap lebih ramah bagi sistem pencernaan. Jika ingin menambah manfaat, air hangat bisa dicampur sedikit jahe, garam batu, dan sejumput kayu manis.

2. Segelas Air Sebelum Mandi

Kebiasaan berikutnya yang dianjurkan adalah meminum satu gelas air sebelum mandi. Menurut Jangda, cara ini dipercaya dapat membantu memperlancar sirkulasi darah serta mengurangi risiko tubuh terasa lemas atau pusing ketika mandi.

Minum air sebelum mandi bahkan jauh lebih disarankan jika mandi dengan air hangat. Anjuran ini terutama ditekankan pada penderita darah rendah.

Meski belum banyak penelitian yang secara khusus membuktikannya, memastikan tubuh terhidrasi memang penting agar fungsi sirkulasi darah tetap berjalan optimal.

3. Jangan Minum Saat Makan

Banyak orang terbiasa meneguk air di sela-sela makan. Namun, Jangda justru menyarankan kebiasaan berbeda.

Ia menganjurkan minum satu gelas air sekitar 30 menit sebelum makan. Kemudian kembali minum sekitar satu jam setelah selesai makan.

Menurutnya, minum air saat makan dapat mengencerkan enzim pencernaan sehingga memicu perut kembung dan mengganggu proses pencernaan. Minum air selama makan sebenarnya tak mengganggu proses pencernaan, selagi dikonsumsi tak berlebihan.

Bahan Kimia Berbahaya Cemari Air Minum, Tanah, dan Makanan di Seluruh DuniaAhli Ayurveda lebih menyarankan untuk minum sedikit demi sedikit sepanjang hari. Foto: DW (News)

4. Minum Sedikit demi Sedikit

Selain waktu minum, cara mengonsumsi air juga dianggap penting. Jangda menyarankan untuk tidak langsung menghabiskan air dalam jumlah besar sekaligus.

Sebaiknya, air diminum sedikit demi sedikit sepanjang hari agar tubuh memiliki waktu menyerap cairan dengan lebih baik. Ia juga menyarankan agar sekitar 1,5 liter kebutuhan air harian dipenuhi sebelum pukul 16.00.

Setelah itu, sekitar setengah liter lagi dapat dikonsumsi hingga matahari terbenam. Pada malam hari, air sebaiknya diminum secukupnya ketika merasa haus.

5. Batasi Minum Air Sebelum Tidur

Tak sedikit orang yang sengaja minum banyak air sebelum tidur agar tubuh tetap terhidrasi semalaman. Ternyata, menurut Jangda, kebiasaan tersebut sebaiknya dihindari.

Ia menyarankan cukup minum sekitar setengah gelas air sebelum tidur. Tujuannya agar kebutuhan cairan tetap terpenuhi tanpa membuat seseorang bolak-balik ke kamar mandi pada malam hari.

Tidur yang terganggu karena sering buang air kecil dapat memengaruhi kualitas istirahat. Sehingga memenuhi kebutuhan cairan sejak pagi hingga sore hari dinilai lebih baik dibandingkan menumpuk konsumsi air pada malam hari.

Halaman 2 dari 2
(dfl/adr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads