×
Ad

Minyak Jelantah Bukan Solusi Hemat, Ini Risikonya bagi Kesehatan

Dita Aliccia Armadani - detikFood
Rabu, 21 Jan 2026 05:00 WIB
Foto: Getty Images/NicolasMcComber
Jakarta -

Pemakaian minyak jelantah masih jamak di dapur-dapur rumah tangga. Meski terdengar hemat, tapi ada risiko kesehatan yang mengintai di baliknya.

Minyak jelantah atau minyak goreng bekas pakai sering dianggap solusi murah untuk memasak berulang kali. Padahal, kebiasaan ini dapat menyebabkan berbagai risiko penyakit jika diremehkan.

Minyak yang dipanaskan berulang kali mengalami penurunan kualitas dan terbentuknya zat berbahaya. Berikut 5 dampak buruk akibat minyak jelantah yang dapat terjadi pada tubuh, seperti dilansir dari berbagai sumber:

1. Risiko Penyakit Jantung dan Stroke

Ilustrasi penyakit jantung koroner. Foto: Jesse Orrico/Unsplash

Setiap kali minyak digunakan, kandungan asam lemak trans dan radikal bebas meningkat. Zat-zat ini bisa menyumbat pembuluh darah dan mengakibatkan tekanan darah tinggi hingga serangan jantung atau stroke jika dikonsumsi terus menerus.

2. Peningkatan Kadar Kolesterol Jahat

Minyak jelantah cenderung mengandung lebih banyak lemak jenuh seiring dipanaskan berkali-kali. Hal ini dapat mengerek kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah, memperbesar risiko penyumbatan pembuluh darah, dan komplikasi kesehatan yang serius.

3. Pembentukan Zat Karsinogenik

Memanaskan minyak berulang kali dapat membentuk senyawa berbahaya seperti akrolein dan hidrokarbon polisiklik aromatik (HPA). Senyawa tersebut dikenal sebagai karsinogen yang berpotensi memicu pertumbuhan sel kanker jika terakumulasi dalam tubuh.




(sob/adr)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork