Minyak vs Mentega, Mana Lebih Sehat? Ini Jawaban Ahli

Minyak vs Mentega, Mana Lebih Sehat? Ini Jawaban Ahli

Diah Afrilian - detikFood
Minggu, 19 Apr 2026 11:00 WIB
Mentega Vs Minyak Sayur, Mana yang Lebih Sehat?
Foto: Getty Images/iStockphoto
Jakarta -

Minyak dan mentega seringkali dibicarakan terkait efek sampingnya. Begini tanggapan ahli gizi terkait efek konsumsi mentega maupun minyak.

Minyak dan mentega menjadi dua bahan yang hampir selalu ada di dapur. Keduanya sering digunakan untuk menggoreng, menumis, hingga membuat kue.

Namun banyak pertanyaan dari penggunanya, terutama mereka yang peduli akan kesehatan. Antara kedua bahan tersebut, manakah yang lebih sehat?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari laman Institut Pertanian Bogor, (27/3/2025), ahli gizi Profesor Muhammad Rizal Martua Damanik, menjelaskan perbedaannya. Perbedaan utama antara minyak dan mentega terletak pada komposisi lemaknya.

ADVERTISEMENT
pisau mentegaMentega terbuat dari olahan minyak hewani. Foto: Thinkstock

Mentega umumnya berasal dari lemak hewani dan mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi. Sementara itu, minyak, terutama minyak nabati, cenderung mengandung lemak tak jenuh yang lebih baik bagi tubuh.

Lemak jenuh yang terdapat dalam mentega jika dikonsumsi berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Kondisi ini berpotensi memicu penyakit jantung dan gangguan pembuluh darah.

Oleh karena itu, konsumsi mentega sebaiknya dibatasi, terutama bagi mereka yang memiliki risiko penyakit kardiovaskular. Sementara, minyak nabati seperti minyak zaitun atau minyak alpukat mengandung lemak tak jenuh yang dapat membantu menjaga kesehatan jantung.

Jenis lemak ini juga berperan dalam menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) serta mendukung fungsi otak. Menurut ahli, minyak nabati dianggap sebagai pilihan yang lebih sehat dibandingkan mentega.

Ilustrasi minyak gorengSementara minyak berasal dari lemak nabati. Foto: Istimewa

Tetapi hal ini tidak berarti semua minyak lebih baik daripada mentega. Beberapa jenis minyak, terutama yang tinggi lemak trans atau omega-6 berlebihan, justru dapat meningkatkan peradangan dalam tubuh.

Jika dikonsumsi terus-menerus, kondisi ini bisa memicu berbagai penyakit kronis, termasuk kanker. Selain jenis lemak, jumlah konsumsi juga menjadi faktor penting.

Baik minyak maupun mentega tetap merupakan sumber lemak yang tinggi kalori. Prof Rizal tetap menekankan pentingnya keseimbangan pola makan yang jauh harus diperhatikan.

Tidak hanya fokus pada satu jenis bahan, tetapi juga memperhatikan keseluruhan asupan nutrisi harian. Menariknya, minyak kelapa juga disebut memiliki manfaat tertentu jika dikonsumsi dalam jumlah wajar.




(dfl/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads