Sejumlah makanan di dunia dianggap berbahaya karena beberapa alasan. Mulai dari singkong yang sering dikonsumsi orang Indonesia hingga jenis kerang tertentu, ini daftarnya.
Beberapa makanan perlu dihindari konsumsinya karena mengandung senyawa atau zat yang bisa membahayakan kesehatan.
Jenis tumbuhan atau hewan tertentu bisa mengandung racun dan jika dikonsumsi menyebabkan penyakit serius, bahkan kematian. Terlebih ketika makanan yang mengandung zat beracun tersebut tidak disiapkan dengan benar, maka risikonya akan jauh lebih besar.
Lantas, makanan apa saja yang dianggap berbahaya dan apa alasannya? Dilansir dari starinsider.com (8/10), berikut daftarnya!
1. Eldeberry
Eldeberry termasuk salah satu jenis buah beri dalam famili Adozaceae. Buah ini punya ukuran kecil, aroma lembut khas, dan rasanya cenderung asam, sehingga perlu dimasak terlebih dahulu sebelum dimakan.
Namun, mengonsumsinya perlu kehatian-hatian yang serius. Buah ini mengandung senyawa yang dapat melepaskan racun sianida dalam tubuh. Tingkat bahayanya pun sangat bergantung pada bagian tanaman yang dikonsumsi dan bagaimana cara mengolahnya.
Bagian yang mengandung senyawa termasuk daun, batang, akar, kulit kayu, biji, dan buahnya yang masih mentah. Di dalam bagian ini terdapat senyawa glikosida sianogenik yang ketika bagian tersebut dicerna, senyawa ini dapat pecah dan melepaskan zat hidrogen sianida bersifat racun.
Selain pemicu sianida, elderberry mentah dan bijinya juga mengandung zat lektin. Mengonsumsi lektin dalam jumlah banyak dapat mengiritasi dinding saluran pencernaan. Namun, memasak buah dan bijinya dengan benar bisa menghilangkan senyawa berbahaya tersebut.
2. Singkong
Makanan satu ini mungkin sangat familiar di Indonesia. Sering dikonsumsi begitu saja dengan cara dikukus, direbus, digoreng, maupun diolah menjadi keripik.
Namun, mengonsumsi singkong juga perlu hati-hati karena mengandung glikosidan sianogenik yang mana akan melepaskan sianida jika tidak diolah dengan benar. Tanpa persiapan tepat, umbi-umbian ini dapat menyebabkan keracunan sianida yang berujung pada gejala, seperti mual, muntah, hingga parahnya kematian.
Selain sianida, singkong juga mengandung oksalat, terutama pada daunnya yang dapat mengikat mineral, seperti kalsium dan meningkatkan risiko batu ginjal jika dikonsumsi berlebihan.
Simak Video "Video: Kepala BGN Setop SPPG di Bogor Buntut Kasus Keracunan Massal MBG"
(aqr/adr)