5 Fakta Restoran Omakase yang Viral Gegara Raditya Dika dan Tepe

5 Fakta Restoran Omakase yang Viral Gegara Raditya Dika dan Tepe

Yenny Mustika Sari - detikFood
Selasa, 06 Okt 2026 15:00 WIB
fakta menarik tentang omakase
Foto: YouTube/iStock
Jakarta -

Raditya Dika dan Tepe menjadi sorotan setelah membuat konten di restoran omakase. Ini karena Tepe dianggap tidak mengerti dengan konsepnya. Berikut fakta omakase yang perlu diketahui!

Beberapa waktu lalu, Raditya Dika mengajak Tepe ke sebuah restoran sushi omakase di Jakarta. Raditya diketahui mentraktir Tepe pada hari itu.

Namun, konten tersebut justru menuai respons pro dan kontra. Banyak netizen menganggap kalau Tepe merusak suasana podcast dan tidak mengerti konsep omakase.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam video yang diunggah Raditya Dika (3/10/2026), Tepe sempat terlihat menolak penyajian wasabi yang diletakkan di atas piring. Ia juga berteriak memanggil sang chef dengan nada tinggi dan menunjukkan perilaku lain yang dinilai buruk oleh netizen.

ADVERTISEMENT

Jadi, seperti apa konsep omakase dan etiketnya? Berikut fakta omakase yang perlu diketahui!

1. Apa itu omakase?

Omakase dalam frasa bahasa Jepang merujuk pada tata cara memesan makanan di restoran yang berarti mempercayakan kepada koki sepenuhnya. Biasanya, konsep ini dihadirkan pada beberapa restoran Jepang, termasuk yang menyajikan sushi.

Dalam buku The Laws of Simplicity oleh John Maedan dan Iaman Britannica, omakase adalah istilah Jepang yang berarti 'Saya serahkan kepada Anda', seperti dikutip dari HalalCorner. Dalam hal ini, makanan yang disajikan semuanya diserahkan langsung ke chef dan pemesan harus mempercayakannya.

Pada konsep makan ini, chef biasanya menyiapkan bahan-bahan segar untuk kreasi makanannya. Penyajian makanan juga dibuat dengan tampilan sederhana, tetapi artistik.

Tempat makan pelanggan di restoran omakase juga biasanya langsung di hadapan chef. Sehingga, chef dapat berinteraksi langsung dengan pelanggan dalam menyajikan makanannya.

Menu yang ditawarkan biasanya kuliner Jepang. Sushi omakase salah satu yang populer dan bisa ditemui di beberapa restoran Jakarta.

2. Sejarah omakase

Konsep omakase baru muncul pada 1990-an. Hal ini dikarenakan munculnya fenomena Economic Bubble (gelembung ekonomi) dimana pada masa itu banyak orang kaya baru bermunculan.

Para orang kaya baru di Jepang ini ingin makan sushi mewah, tetapi tidak paham jenis-jenis ikan atau etika memesannya. Oleh karena itu, mereka memilih mengucapkan 'omakase' dibandingkan harus terlihat canggung dan salah pesan.

3. Alur penyajian omakase

Restoran yang mengusung konsep omakase juga tidak asal menyajikan kepada tamu. Penyajiannya harus mengikuti alur atau tingkatan rasa makanan dari yang ringan sampai meningkat.

Contohnya, hidangan pembuka omakase akan disajikan yang memiliki cita rasa ringan (sashimi) dengan ikan berdaging putih. Lalu, bertahap ke hidangan yang lebih gurih dan berlemak tinggi, seperti tuna hingga wagyu.

Kemudian, restoran omakase juga akan menyediakan dessert sebagai hidangan penutup. Biasanya, dessert yang disajikan memiliki sensasi rasa segar.

4. Omakase dibanderol mahal

Konsep omakase yang terbilang eksklusif membuat harganya bernilai tinggi. Untuk menikmatinya biasa dibanderol jutaan rupiah per orang.

Harga tersebut sepadan dengan kualitas makanan hingga pengalaman dan pelayanan yang diberikan oleh restoran omakase itu. Beberapa restoran sering kali menerbangkan langsung bahan segar atau ikan musiman dari Jepang.

Pengalaman interaktif dari sang chef juga menjadi daya tarik tersendiri. Konsep makan ini juga biasanya terbatas untuk beberapa tamu saja, jadi terasa lebih privat.

5. Etiket makan omakase

Saat menikmati omakase, ada beberapa etiket yang harus dipenuhi. Hal ini sebaiknya dijalankan agar pengalaman makan omakase berjalan lancar dan menciptakan kenyamanan.

Diketahui kalau dalam omakase berarti kita mempercayakan sepenuhnya kepada chef yang menyajikan hidangan. Oleh karena itu, tamu yang menikmatinya tidak boleh memilih makanan. Pengecualian kalau tamu memiliki alergi tertentu.

Bersantap dengan gaya omakase juga tidak boleh terburu-buru. Durasi yang ditawarkan sekitar 90-150 menit untuk pengalaman bersantap satu set omakase.

Oh ya, pastikan juga untuk datang tepat waktu ketika makan di restoran omakase. Harus tiba 5-10 menit lebih awal, karena pengalaman bersantap ini dilakukan serentak sesuai ritme penyajian sang chef.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Jalan-jalan ke Pusat Kuliner Jepang 'Oishiwa' di Transmart Central Park"
[Gambas:Video 20detik] (yms/adr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads