Kata Ahli Gizi, Ini Minuman Pagi Terbaik untuk Penderita Kolesterol Tinggi

Kata Ahli Gizi, Ini Minuman Pagi Terbaik untuk Penderita Kolesterol Tinggi

Beta Lukitasari Wijaya - detikFood
Selasa, 06 Okt 2026 05:00 WIB
Delima
Foto: Pexels/Roman
Jakarta -

Ahli gizi menyebut jus buah ini sebagai salah satu minuman pagi terbaik untuk membantu menurunkan kolesterol LDL. Apa alasannya?

Dikutip dari Eating Well (5/10), sekitar 40 persen orang dengan kadar kolesterol LDL atau kolesterol 'jahat' yang tinggi tidak menyadari kondisinya.

Setelah mengetahuinya, seseorang dapat mengubah pola makan untuk menekan risiko penyakit jantung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain makanan berserat seperti biji-bijian utuh, kacang-kacangan, dan biji rami, asupan minuman yang dikonsumsi juga turut berpengaruh.

Tiga ahli gizi yang diwawancarai EatingWell menempatkan jus delima sebagai salah satu minuman pagi terbaik.

ADVERTISEMENT

Karman Meyer, RDN, menjelaskan bahwa jus ini kaya polifenol, yakni antioksidan kuat yang membantu melindungi kolesterol LDL dari kerusakan akibat oksidasi"

Menurutnya, oksidasi merupakan tahapan kunci dalam pembentukan plak.

Sebuah tinjauan ilmiah mengaitkan konsumsi delima dengan penurunan trigliserida dan LDL, serta peningkatan kolesterol HDL atau kolesterol 'baik'.

Dalam studi kecil pada orang dewasa paruh baya yang kelebihan berat badan dan mengalami dislipidemia, minum sekitar satu cangkir jus delima per hari selama dua pekan menurunkan kadar LDL.

jus delimaDelima dianggap bisa menurunkan kadar kolesterol jahat. Foto: Getty Images/eli_asenova

Penelitian juga menunjukkan delima dapat membantu menurunkan tekanan darah.

Meski begitu, Meyer menegaskan jus delima bukan pengganti obat.

Meyer menyarankan tiga hal yakni memilih jus delima murni 100 persen tanpa tambahan gula, membatasi konsumsi setengah hingga satu cangkir per hari, dan mencampurkannya ke dalam smoothie berserat tinggi berisi buah, bayam, serta biji flaxseed.

Selain jus delima, ahli gizi Ali McGowan, M.S., RD, merekomendasikan smoothie dari susu oat tanpa pemanis, buah beri, dan biji chia, yang merupakan sumber serat larut.

Amy Woodman, RD, menyarankan jus tomat karena kandungan likopen. Antioksidan tersebut terbukti memperbaiki kadar kolesterol, terutama HDL.

Pilih jus tomat rendah atau tanpa tambahan natrium agar tekanan darah tetap terjaga.

Teh hijau juga bisa menjadi pilihan bagi yang menyukai minuman hangat.

McGowan menyebut konsumsi teh hijau dikaitkan dengan penurunan kolesterol total dan LDL dalam skala moderat berdasarkan sejumlah studi klinis.

Para ahli mengingatkan, kesehatan jantung ditentukan oleh pola makan secara keseluruhan, bukan satu jenis minuman saja.

Perubahan kecil yang konsisten dapat mendukung kesehatan jantung jangka panjang. Untuk hasil yang lebih maksimal, kamu bisa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.



(Beta Lukitasari Wijaya/adr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads