5 Makanan Paling Berbahaya di Dunia, Singkong dan Kerang Dara Masuk Daftar!

5 Makanan Paling Berbahaya di Dunia, Singkong dan Kerang Dara Masuk Daftar!

Atiqa Rana - detikFood
Selasa, 13 Okt 2026 17:00 WIB
Singkong
Foto: dok. Getty Images/cgdeaw
Jakarta -

Sejumlah makanan di dunia dianggap berbahaya karena beberapa alasan. Mulai dari singkong yang sering dikonsumsi orang Indonesia hingga jenis kerang tertentu, ini daftarnya.

Beberapa makanan perlu dihindari konsumsinya karena mengandung senyawa atau zat yang bisa membahayakan kesehatan.

Jenis tumbuhan atau hewan tertentu bisa mengandung racun dan jika dikonsumsi menyebabkan penyakit serius, bahkan kematian. Terlebih ketika makanan yang mengandung zat beracun tersebut tidak disiapkan dengan benar, maka risikonya akan jauh lebih besar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lantas, makanan apa saja yang dianggap berbahaya dan apa alasannya? Dilansir dari starinsider.com (8/10), berikut daftarnya!

ADVERTISEMENT

1. Eldeberry

Eldeberry termasuk salah satu jenis buah beri dalam famili Adozaceae. Buah ini punya ukuran kecil, aroma lembut khas, dan rasanya cenderung asam, sehingga perlu dimasak terlebih dahulu sebelum dimakan.

Namun, mengonsumsinya perlu kehatian-hatian yang serius. Buah ini mengandung senyawa yang dapat melepaskan racun sianida dalam tubuh. Tingkat bahayanya pun sangat bergantung pada bagian tanaman yang dikonsumsi dan bagaimana cara mengolahnya.

Bagian yang mengandung senyawa termasuk daun, batang, akar, kulit kayu, biji, dan buahnya yang masih mentah. Di dalam bagian ini terdapat senyawa glikosida sianogenik yang ketika bagian tersebut dicerna, senyawa ini dapat pecah dan melepaskan zat hidrogen sianida bersifat racun.

Selain pemicu sianida, elderberry mentah dan bijinya juga mengandung zat lektin. Mengonsumsi lektin dalam jumlah banyak dapat mengiritasi dinding saluran pencernaan. Namun, memasak buah dan bijinya dengan benar bisa menghilangkan senyawa berbahaya tersebut.

2. Singkong

Olahan singkongSIngkong mengandung senyawa berbahaya yang bisa beirisiko bagi kesehatan. Foto: Diah Didi/iStock/detikFood

Makanan satu ini mungkin sangat familiar di Indonesia. Sering dikonsumsi begitu saja dengan cara dikukus, direbus, digoreng, maupun diolah menjadi keripik.

Namun, mengonsumsi singkong juga perlu hati-hati karena mengandung glikosidan sianogenik yang mana akan melepaskan sianida jika tidak diolah dengan benar. Tanpa persiapan tepat, umbi-umbian ini dapat menyebabkan keracunan sianida yang berujung pada gejala, seperti mual, muntah, hingga parahnya kematian.

Selain sianida, singkong juga mengandung oksalat, terutama pada daunnya yang dapat mengikat mineral, seperti kalsium dan meningkatkan risiko batu ginjal jika dikonsumsi berlebihan.

3. Sannakji atau gurita hidup

Sannakji Jajanan Korea Gurita HidupHati-hati juga ketika makan sannakji atau gurita hidup karena tentakelnya bisa berbahaya. Foto: Getty Images/iStockphoto/SangSeung Lee

Popularitas sannakji atau gurita hidup asal Korea meningkat setelah banyak konten kreator, Youtuber, hingga artis-artis mencobanya langsung.

Hidangan ini terdiri dari gurita hidup yang dipotong-potong, diberi sedikit bumbu dan taburan wijen, lalu bisa langsung dinikmati.

Mungkin sannakji memang tergolong makanan unik yang setidaknya perlu dimakan sekali seumur hidup. Namun, konsumsinya juga perlu diperhatikan. Tentakelnya yang masih bergerak aktif dapat menempel pada tenggorokan, sehingga menyebabkan risiko keracunan hingga kematian.

Tekstur tentakel yang kenyal dan licin sulit dikunyah dengan sempurna. Bagian pengisap yang masih aktif berpotensi melekat kuat di dinding kerongkongan atau tenggorokan hingga menimbulkan risiko tersedak.

4. Hakari (hiu fermentasi)

Di Greenland hingga Islandia, hakari termasuk makanan yang cukup populer. Makanan ini terbuat dari ikan hiu yang diawetkan.

Sebelum diolah, daging ikan hiu dibersihkan dan difermentasi. Lalu dikeringkan dalam waktu 4-5 jam. Ammonia dan trimitalin oksida yang berada pada ikan ini menyebabkan efek mirip seperti alkohol.

Ikan hiu ini bisa cukup berbahaya karena dapat membawa racun yang menyebabkan kematian. Proses fermentasi yang tidak benar juga bisa menyebabkan makanan ini memicu keracunan makanan, masalah pernapasan, hingga iritasi lambung.

5. Kerang darah

kerangkerang dara juga bisa membahayakan jika tidak diolah dengan tepat. Foto: iStock

Kerang darah atau sering dikenal dengan kerang dara merupakan salah satu jenis kerang yang populer dikonsumsi di Indonesia. Sering muncul di restoran-restoran seafood kaki lima maupun kelas atas.

Kerang ini mungkin menawarkan kenikmatan yang tak tertandingi. Sayangnya, kerang darah tergolong makanan yang berbahaya. Kerang ini biasanya dipanen dari perairan yang tercemar dan dapat membawa bakteri berbahaya, seperti hepatitis dan tipus, sehingga menimbulkan risiko kesehatan.

Kerang darah juga dapat menyerap logam berat berbahaya, seperti merkuri dan kadmium dari timbal lingkungan kotor. Kadar hemoglobin tinggi di dalamnya juga membuat bakteri serta virus lebih mudah bertahan dan berkembang biak.

Jika mau aman mengonsumsinya, pastikan kerang berasal dari perairan bersih. Cuci bersih kerang, dan masak sampai benar-benar matang sempurna.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Kepala BGN Setop SPPG di Bogor Buntut Kasus Keracunan Massal MBG"
[Gambas:Video 20detik] (aqr/adr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads