Nama Cappuccino Terinspirasi dari Baju Biarawan Italia, Ini Sejarahnya

Ngopi Yuk!

Nama Cappuccino Terinspirasi dari Baju Biarawan Italia, Ini Sejarahnya

Atiqa Rana - detikFood
Kamis, 08 Okt 2026 07:00 WIB
Ini Perbedaan Magic Coffee yang Lagi Hits dengan Cappuccino
Foto: Getty Images/Wissawa Chamaboon
Jakarta -

Cappuccino merupakan salah satu racikan kopi berbasis espresso yang populer. Di balik namanya yang unik, ada arti dan fakta menarik.

Racikan cappuccino mungkin sudah tidak asing lagi di telinga banyak orang. Kopi ini juga termasuk yang banyak digemari karena punya keseimbangan rasa yang nikmat.

Segelas cappuccino idealnya dibuat menggunakan espresso segar dengan rasio susu panas dan busa seimbang. Menurut Barista Institute, cappuccino klasik memiliki proporsi 1/3 espresso, 1/3 susu panas, dan 1/3 busa susu. Tekstur yang sempurna hanya bisa didapatkan dengan teknik frothing benar, sehingga menghasilkan busa lembut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di balik kenikmatan dan popularitasnya, rupanya ada arti menarik dari nama cappuccino. Menurut sejarawan kopi dan penulis Profesor Jonathan Morris, cappuccino ternyata punya asal-usul berkaitan dengan keagamaan.

Menurut sejarawan tersebut, cappuccino juga sering disebut dengan 'Capuchin' yang artinya berkaitan dengan dua hal.

ADVERTISEMENT

"Yang pertama adalah jenis monyet, dan yang kedua adalah biarawan," ujar Jonathan Morris.

Dalam hal ini, artinya diambil dari yang terakhir atau para biarawan Capuchin, Italia. Hal ini menurutnya sangat menarik karena orang-orang saat ini melihat cappuccino dan berpikir bentuknya seperti biarawan sebab ada bagian putih di atasnya, lapor huffpost.com (6/7/2026).

Susu yang tepat untuk meracik cappuccinoDI balik kenikmatan cappuccino ada arti nama unik yang sebenarnya. Foto: Getty Images/iStockphoto

"Karena orang-orang melihat cappuccino saat ini seperti biarawan karena ada bagian putih di atasnya, jadi pasti itu dianggap mirip biarawan yang dicukur, botak" ujarnya.

Namun, Professor Morris mengungkap jika para biarawan Capuchin tidak memiliki tonsur atau potongan rambut biarawan kuno yang khas. Jadi, nama tersebut merujuk pada jubah yang dikenakan para biarawan Capuchin yang mirip dengan warna perpaduan espresso dengan susu berbusa. Jubahnya berwarna cokelat sederhana yang mencakup tudung panjang dan runcing. Tudungnya menggantung di bagian belakang.

Merriam-Webster juga sempat mengungkap jika biarawan Capuchin adalah anggota dari ordo biarawan Fransiskan yang lebih besar Ordo mereka didirikan abad ke-16 di Italia. Biarawan ini dikenal dengan gaya hidup hemat dan kesederhanaan yang ekstrem.

Aspek sederhana dari para biarawan ini lantas tercermin lebih lanjut dalam beberapa ucapan yang berlaku di Italia. Misalnya "to dine al cappuccino" yang artinya makanan menyedihkan dan "to travel al cappuccino" yang artinya berjalan kaki.



(aqr/adr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads