Kopi Liberika punya sejarah panjang di Indonesia. Mulai dari asal-usulnya, sentra tumbuh, karakter rasa, hingga popularitasnya yang kini masuk kategori specialty.
Kopi menjadi salah satu minuman yang lekat dengan keseharian masyarakat Indonesia. Jenisnya pun beragam, mulai dari yang sudah dikenal luas hingga kopi yang masih tergolong langka.
Di tengah dominasi Arabika dan Robusta, ada Liberika yang memiliki karakter berbeda. Kopi ini menarik perhatian karena sejarah, tempat tumbuh, serta cita rasanya yang khas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut ini 5 fakta kopi liberika yang unik:
Biji kopi liberika yang banyak tumbuh di Indonesia ternyata berasal dari Afrika. Foto: Site Culinary |
1. Berasal dari Afrika
Liberika merupakan spesies Coffea liberica yang berasal dari Liberia, Afrika Barat. Kopi ini dibawa pemerintah Hindia Belanda ke Nusantara sekitar 1878.
Saat itu, Liberika diperkenalkan sebagai alternatif setelah tanaman Arabika terdampak penyakit karat daun. Perjalanannya kemudian membuat Liberika beradaptasi dengan lingkungan Indonesia.
Berbeda dari Arabika, Liberika dikenal mampu tumbuh di dataran rendah dan lahan dengan kondisi basah. Kemampuan tersebut membuatnya berkembang di kawasan gambut Sumatera.
2. Subur di Kawasan Jambi dan Riau
Jambi menjadi salah satu sentra utama Liberika Indonesia, khususnya Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Kopinya dikenal sebagai Kopi Liberika Tungkal Jambi dan telah mendapat Indikasi Geografis.
Wilayah penting lainnya berada di Kepulauan Meranti, Riau. Kopi Liberika Rangsang Meranti juga telah mendapat perlindungan Indikasi Geografis sejak 2016.
Liberika Meranti dikembangkan di Kecamatan Rangsang Pesisir dengan areal sekitar 775 hektare. Varietas yang digunakan antara lain Liberoid Meranti 1 dan Liberoid Meranti 2.
3. Tumbuh di Lahan Gambut
Liberika dikenal cocok tumbuh di lahan gambut yang memiliki tingkat keasaman dan kadar air tinggi. Karakter ini membuatnya berbeda dari banyak kopi yang lebih umum dibudidayakan.
Pohonnya dapat tumbuh tinggi dengan daun lebar serta buah berukuran besar. Bijinya juga memiliki karakter fisik yang berbeda dari Arabika dan Robusta.
Di Kalimantan Barat, Liberika turut berkembang di Sambas dan Kayong Utara. Kopi Liberika Kayong bahkan telah memperoleh sertifikat Indikasi Geografis pada 2023.
Varietas kopi satu ini punya ciri khas aromanya yang mirip buah nangka. Foto: Fathnur Rohman/detikJabar |
4. Aroma Khas Mirip Buah Nangka
Liberika sering dijuluki kopi nangka karena aromanya dapat mengingatkan pada buah tersebut. Karakternya juga dapat menghadirkan nuansa buah, kayu, rempah, hingga aroma asap.
Liberika Meranti memiliki profil rasa yang dinilai kompleks dan berpotensi masuk kategori specialty. Profilnya mencakup acidity yang clean, rasa manis yang kuat, body cukup tebal, serta aftertaste yang melekat.
Liberika Meranti juga dilaporkan memiliki kadar kafein sekitar 0,9-1%. Cita rasanya memadukan karakter nangka, kopi dan cokelat yang menjadi salah satu daya tariknya.
5. Karakter Rasa yang Unik
Liberika memang belum sepopuler Arabika dan Robusta dalam konsumsi kopi sehari-hari. Namun, jenis ini mulai mendapat perhatian sebagai salah satu emerging specialty beans Indonesia.
Keunikan rasa membuat Liberika menarik untuk disajikan sebagai single origin atau manual brew. Karakter nangka, buah, kayu dan rempah dapat menjadi pengalaman berbeda bagi penikmat kopi.
Di sejumlah daerah penghasil, kafe juga mulai menawarkan Liberika sebagai bagian dari daya tarik kopi lokal. Tren ini sejalan dengan meningkatnya perhatian terhadap kopi spesialti dan cerita asal bijinya.
Simak Video "Rasakan Kreasi Menu di Dunia Wonderland ala Mie Sedaap Ini!"
[Gambas:Video 20detik] (dfl/adr)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN