Seorang turis Amerika mengeluhkan pelayanan restoran yang ia dapatkan ketika liburan ke Spanyol. Keluhannya pun memicu komentar luas terkait bagaimana pelayanan restoran seharusnya.
Ketika berkunjung ke negara lain, seseorang perlu mengantisipasi beragam perbedaan yang bisa ditemukan. Bisa jadi kultur, kebiasaan, makanan, hingga pelayanan yang didapat di restoran atau area tertentu sangat jauh berbeda dengan negara asal.
Bagi sebagian turis, perbedaan-perbedaan seperti ini mungkin bisa dimengerti. Namun, tidak sedikit juga yang menganggapnya seperti perlakuan buruk dan rasis.
Baru-baru ini, seorang turis asal Amerika menceritakan pengalaman yang ia anggap buruk ketika makan di sebuah restoran di Spanyol. Lewat unggahan video akun TikToknya @travelingwithadam, pria tersebut mengungkap kalau tinggal di Eropa telah mengajarkannya bahwa waktu seseorang tidak berharga.
"Kalian tidak akan bisa menemukannya. Pekerjaan mereka mungkin menyajikan pesanan makan kalian, tetapi mereka menghilang begitu saja," jelas pria ini.
Menurutnya, pelayanan di restoran Spanyol sangatlah buruk. Satu kali makan di luar bisa memakan waktu empat jam karena pelanggan mungkin harus menunggu untuk duduk dan meminta menu. Setelah itu, pelanggan juga perlu mencari pelayan dan menunggu pelayan datang menghampiri meja karena pelayan yang suka menghilang begitu saja, lapor dailydot.com (8/10).
Bahkan, ketika pelanggan mau membayar tagihan, pelayan juga sulit ditemukan. Akhirnya waktu pelanggan terbuang sia-sia hanya karena menunggu kehadiran pelayan di restoran tersebut.
Dalam keterangan video, Adam mengaku menyukai restoran di Spanyol tersebut. Namun, urgensi adalah konsep yang sangat penting di Amerika dan ia tidak mendapatkan hal ini di Spanyol.
Unggahan videonya lantas memicu berbagai reaksi netizen serta komentar yang lebih luas. Sebagian komentar berdiskusi tentang perbedaan antara budaya restoran di Amerika dan Eropa.
Namun, tidak sedikit juga netizen berpendapat bahwa layanan yang lebih lambat tidak selalu berarti layanan yang buruk.
Salah satu netizen bercanda bahwa orang Amerika makan malam seolah-olah itu adalah 'acara yang sudah diatur waktunya.' Sedangkan netizen lain mengklaim bahwa pelanggan yang selalu didekati pelayan mungkin juga akan terganggu dan menganggap hal tersebut tidak sopan.
Seorang netizen dari Inggris juga mencatat bahwa para pengunjung restoran di Eropa umumnya lebih suka dibiarkan sendiri daripada terus menerus ditanya apakah semuanya baik-baik saja.
Beberapa netizen mengklaim bahwa layanan restoran Amerika terkadang menganggu mereka karena pelayan sering memeriksa meja, menyediakan minuman atau makanan tambahan, dan membawakan tagihan dengan cepat. Alhasil mereka merasa semuanya terburu0buru.
Ada juga netizen yang justru tidak suka dengan budaya restoran di Amerika yang harus selalu bergantung pada pemberian tip. Sedangkan di Spanyol, pemberian tip tidak sama seperti di Amerika.
Di sisi lain, seorang netizen mempertanyakan pengalaman Adam. Netizen yang sudah bertahun-tahun tinggal di Spanyol ini mengaku belum pernah menghadapi masalah seperti yang disebutkan Adam di video.
Sembunyikan kutipan teks
Pada akhirnya perdebatan ini bukan lagi tentang seperti apa pelayanan restoran seharusnya, melainkan tentang apa yang dianggap sebagai sebuah pelayanan baik oleh setiap pengunjung restoran.
Simak Video "Rasakan Kreasi Menu di Dunia Wonderland ala Mie Sedaap Ini!"
(aqr/adr)