Pelayan restoran bisa mengenali pelanggan yang menyebalkan. Hal ini tercermin dari sikap mereka, mulai dari cuek hingga suka mengeluh, ini tanda-tandanya!
Pengalaman makan di restoran tak hanya soal sajiannya, tapi banyak hal kecil yang ikut menentukan nyaman atau tidaknya santap di sana.
Bagi pelanggan, beberapa kebiasaan mungkin terasa sepele dan tidak perlu dipikirkan. Namun bagi pelayan restoran, sikap tersebut bisa menunjukkan bagaimana seseorang memperlakukan pekerja layanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak heran jika pelayan yang sudah lama bekerja dapat mengenali pelanggan menyebalkan, hanya dari perilaku awalnya. Beberapa sikap bahkan dianggap sebagai tanda pelanggan yang berpotensi merepotkan.
Berikut 7 sikap pelanggan yang tak disuka pelayan, dilansir dari Your Tango, (4/10/2026):
Mengabaikan pelayan saat datang ke restoran menandakan sikap kurang menghargai yang dilakukan seorang pelanggan. Foto: MSN |
1. Mengabaikan Pelayan
Pelayan restoran dapat langsung menangkap kesan dari cara pelanggan merespons sapaan. Pelanggan yang langsung memesan tanpa menyapa dianggap kurang menghargai orang di depannya.
Kontak mata dan respons sederhana sebenarnya sudah cukup menunjukkan sopan santun. Sebaliknya, pelanggan yang terus bermain ponsel atau mengobrol saat dilayani bisa terkesan cuek.
2. Mengobrol Saat Dihampiri Pelayan
Ketika pelayan datang membawa makanan, sebaiknya beri perhatian sebentar. Pelanggan yang terus mengobrol tanpa menoleh dapat membuat pelayan merasa kehadirannya tidak dihargai.
Hal serupa terjadi ketika pelayan mencoba berbicara atau menanyakan sesuatu. Mengabaikannya demi melanjutkan percakapan dianggap menunjukkan kurangnya empati.
3. Pindah Meja Seenaknya
Memilih tempat duduk sendiri mungkin terlihat sepele, terutama saat restoran sedang ramai. Namun berpindah meja tanpa memberi tahu bisa mengacaukan pembagian tugas pelayan.
Pelayan biasanya memiliki area meja yang harus mereka tangani. Sehingga, mengikuti aturan tempat duduk membantu pekerjaan mereka tetap berjalan lebih teratur.
4. Memanggil dengan Cara Kasar
Memanggil pelayan dengan menjentikkan jari atau bertepuk tangan dianggap sebagai perilaku yang tidak sopan. Cara tersebut seolah menempatkan pelayan lebih rendah dari pelanggan.
Jika membutuhkan bantuan, cukup lakukan dengan gestur yang wajar atau tunggu pelayan mendekat. Salah satu caranya yaitu dengan mengangkat tangan mengarah pada pelayan terdekat.
5. Mengancam Lewat Uang Tip
Sebagian pelanggan menggunakan tip sebagai ancaman agar pelayan memberikan layanan sesuai keinginan. Sikap seperti ini dapat membuat hubungan antara pelanggan dan pelayan terasa tidak sehat.
Di beberapa negara, tip juga dikaitkan dengan persoalan pendapatan pekerja restoran. Namun, kualitas layanan bisa dibicarakan secara wajar tanpa merendahkan pekerjanya.
Terlalu banyak permintaan kepada pelayan juga dapat mengacaukan alur pekerjaan mereka. Foto: Reporter Gourmet |
6. Terlalu Banyak Permintaan
Duduk lama setelah makan sebenarnya tidak selalu menjadi masalah. Namun ketika restoran ramai atau sudah mendekati waktu tutup, kebiasaan ini dapat membebani pelayan.
Meminta perubahan menu juga bukan hal yang salah, terutama karena alasan alergi atau kebutuhan makanan tertentu. Masalah muncul ketika pelanggan meminta terlalu banyak perubahan tanpa menunjukkan empati.
7. Banyak Mengeluh
Ada pelanggan yang seolah selalu menemukan sesuatu untuk dikeluhkan. Kesalahan dapur, suara restoran, waktu tunggu hingga kondisi tempat bisa menjadi bahan komplain.
Pelayan juga kerap menjadi sasaran meski masalahnya bukan berasal dari mereka. Kebiasaan menyalahkan pelayan atas semua hal dapat membuat pengalaman makan menjadi tidak menyenangkan.
Simak Video "Rasakan Kreasi Menu di Dunia Wonderland ala Mie Sedaap Ini!"
[Gambas:Video 20detik] (dfl/adr)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN