Ternyata, sushi tak melulu bisa dibuat dari ikan salmon dan tuna! Keluarga Jepang di Malaysia ini viral setelah membagikan cara memilih dan mengolah ikan lokal menjadi sushi.
Mengutip SAYS (23/9/2026), video tersebut diunggah di YouTube Durian Life. Kanal ini dikelola keluarga Jepang yang rutin membagikan kehidupan mereka di Malaysia, yakni Yuu Seto (ibu), Fumi Seto (ayah), dan Mii Seto (putri).
Mereka telah tinggal di negeri jiran lebih dari delapan tahun. Video mereka mencoba bikin sushi dari ikan lokal pun telah ditonton lebih dari 67 ribu kali.
Warganet Malaysia membanjiri kolom komentar dengan rasa kagum karena ikan lokal ternyata bisa disantap mentah, layaknya sashimi Jepang.
Namun, Fumi lebih dulu mengingatkan warga Malaysia agar tidak mencobanya sendiri di rumah.
Meski telah memancing hampir 50 tahun, ia tetap sangat berhati-hati. "Baru setelah bertahun-tahun belajar, seseorang bisa benar-benar menilai apakah sepotong ikan mentah aman dan lezat untuk dikonsumsi. Jadi, demi kesehatan dan keselamatan Anda sendiri, serahkanlah hal ini kepada ahlinya!" kata Fumi.
Dalam video itu, Fumi mengolah empat jenis ikan, yakni bawal emas, ikan selar, mata besar (big eye scad), dan ikan kuning (small scad). Ikan disajikan sebagai sashimi, sushi, hingga tataki.
Seluruh hidangan tersebut hanya menghabiskan RM40 (Rp175 ribu) setelah ia membelinya di Pasar Selayang. Menu favorit keluarga ini adalah bawal emas yang disantap mentah sebagai sushi dan ikan selar yang dibakar sebentar dengan torch.
Fumi mengaku kerinduan pada sashimi mendorong mereka mencoba ikan mentah di Malaysia.
"Saat pertama kali tinggal di Malaysia pada awal 1990-an, saya bertanya-tanya mengapa negara dengan dunia kuliner yang luar biasa dan kaya rasa ini hampir tidak memiliki budaya makanan mentah," ujarnya.
Menurut Fumi, ikan yang cukup segar untuk dijadikan sashimi memiliki sejumlah ciri. Pada ikan kuning, garis kuningnya memudar seiring berkurangnya kesegaran.
Perut ikan terasa padat dan kenyal, serta terdapat lapisan lendir alami. Mata ikan hanya bisa diandalkan jika ikan sangat segar, sehingga bukan indikator 100 persen akurat.
Ia menambahkan, lampu UV dapat digunakan untuk memeriksa keberadaan parasit atau cacing.
Dengan mata terlatih pun, Fumi dan Yuu hanya membeli ikan untuk sushi rumahan satu kali dari empat atau lima kunjungannya ke pasar.
Durian Life juga menyebut Malaysia sebagai surga kuliner, dari nasi campur hingga patin tempoyak di sini rasanya enak.
"Kami senang mengobrol dengan warga lokal ke mana pun kami pergi. Jika Anda melihat kami di sekitar kota, jangan ragu untuk menyapa! Kami dengan senang hati bisa mengobrol soal sushi, nasi lemak, dan durian seharian penuh!" tutup keluarga Durian Life.
(adr/adr)