Sushi identik dengan potongan ikan sebagai pelengkap. Namun, tidak semua ikan cocok dipakai untuk sushi. Ada beberapa jenis yang perlu dihindari karena beberapa alasan.
Sushi menjadi salah satu hidangan khas Jepang yang populer. Terdiri dari nasi yang dibumbui dengan campuran cuka, gula, garam, lalu dipadukan dengan berbagai isian topping, seperti ikan, seafood lain, daging, atau sayuran.
Meskipun isian sushi beragam, ikan menjadi salah satu bahan pelengkap yang utama. Namun bukan berarti semua jenis ikan cocok untuk sushi. Jenis ikannya juga perlu diperhatikan karena kemungkinan beberapa jenis mengandung parasit atau bahan lain yang berbahaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari Chouwhound (29/3/2025), dua ahli, Michael Morales dan Kotaro Ko Sunagawa, mengungkap 5 jenis ikan yang sebaiknya dihindari dalam pembuatan sushi.
1. Swordfish atau ikan todak
Ikan todak atau swordfish tidak disarankan karena dagingnya terlalu padat. Foto: Getty Images/bhofack2 |
Swordfish atau ikan todak memiliki daging yang padat, tanpa lemak, dan terasa bersih. Menurut Fact Animal, ikan todak juga tidak memiliki sisik. Ikan ini ideal untuk dipanggang atau dijadikan steak.
Namun ikan todak tidak cocok untuk diolah menjadi sushi, terutama karena tekstur dagingnya. Menurut ahli Michael Morales, teksturnya terlalu padat hingga bisa mengurangi kelembutan sushi.
Jika memang ingin menggunakan ikan todak untuk sushi, disarankan untuk memotong ikan tipis-tipis atau menyiapkannya dalam bentuk campuran, daripada menyajikannya sebagai potongan utuh.
2. Mahi-mahi
Biasanya ikan mahi-mahi identik sebagai masakan Hawaii. Nama mahi-mahi sendiri memang berasal dari bahasa Hawaii yang berarti 'kuat-kuat.'
Ikan ini punya daging yang padat dengan aroma ringan. Kulitnya biasanya tidak dimakan karena keras, tetapi berfungsi menjaga ikan tetap utuh selama dimasak.
Karena kulitnya keras dan dagingnya kenyal, mahi-mahi dapat bertahan dengan metode masak, seperti digoreng atau dipanggang. Rasanya juga sedikit lebih manis dan lembut daripada ikan halibut, menjadikannya pasangan yang baik untuk berbagai bumbu dan sering muncul dalam berbagai menu restoran.
Namun, mahi-mahi tidak cocok dijadikan sushi. Michael Morales menjelaskan jika mahi-mahi teksturnya terlalu keras dan padat. Tekstur ini tidak memberikan sensasi lumer di mulut yang biasanya dicari penikmat sushi.
Selain itu, ikan ini kurang umum dipilih karena berisiko menyebabkan keracunan histamin yang tinggi. Ikan ini cepat mengalami degradasi bakteri yang menghasilkan racun. Mengonsumsinya dalam keadaan mentah berisiko memicu alergi atau keracunan.
3. Ikan buntal
Ikan buntal tidak disarankan karena penanganannya harus tepat. Jika tidak bisa berbahaya. Foto: iStock |
Ikan blowfish atau dikenal dengan nama ikan buntal juga menjadi jenis ikan yang dihargai di Jepang. Ikan ini bisa dinikmati mentah dalam irisan tipis dan bisa dijadikan bagian dalam sushi.
Namun penggunaannya dalam makanan benar-benar harus diperhatikan. Pasalnya ikan ini mengandung neurotoksin yang kuat. Hanya 2 hingga 3 miligram dapat menyebabkan kelumpuhan bahkan kematian.
Hanya chef yang memiliki sertifikasi khusus bisa mengolah ikan ini. Para chef tersebut menemukan bahwa dengan penanganan dan pembersihan yang teliti serta tepat, mereka bisa memisahkan daging ikan lembut dan aman dimakan.
4. Makarel mentah
Ikan makerel baik mentah maupun dimasak sering muncul pada menu sushi di Jepang. Para penikmat makanan memang telah lama menghargai cita rasanya yang kaya. Bentuk mentah yang muncul dalam sushi biasanya diasamkan ringan dalam cuka beras dan garam terlebih dahulu.
Tetapi ahli Ko Sunagawa memiliki pandangan berbeda tentang makarel. Meskipun populer, ia menyarankan agar dihindari terutama dalam keadaan mentah karena ikan tersebut mengandung parasit tinggi.
"Makarel, biasanya dari Norwegia, selalu harus dinikmati dalam keadaan matang, karena proses ini membunuh semua parasit," ujarnya.
Untungnya banyak variasi sushi makarel yang dipanggang atau dibakar, sehingga membuatnya juga terlihat lebih menarik
Ahli Michael Morales juga merekomendasikan mengurangi risiko bahaya jika tetap mau dimakan mentah. Menurutnya, ikan ini bisa dibekukan terlebih dahulu karena pembekuan membunuh parasit dan membuatnya lebih aman dikonsumsi.
5. Salmon liar
Ikan salmon tangakapan liar juga tidak cocok jadi sushi karena teksturnya dan mengandung parasit berbahaya. Foto: holycowsteak.com |
Jenis ikan ini menjadi salah satu yang populer dipakai dalam hidangan sushi. Namun perlu diingat tidak semua salmon diciptakan sama dan tidak semua cocok dijadikan sushi.
Jenis salmon liar perlu dihindari karena rentan membawa parasit yang membuatnya berisiko jika dikonsumsi dalam keadaan mentah. Salmon liar juga tidak punya lapisan lemak yang membuatnya terasa kering atau kurang meleleh di mulut jika dibandingkan dengan salmon peternakan. Salmon budidaya lebih aman karena sepanjang hidup, lingkungannya dikontrol untuk menjaga mereka dari parasit.
Simak Video "Kuah Unik Soto Arab Betawi dan Pelepas Dahaga Glek & Go"
[Gambas:Video 20detik]
(aqr/adr)




KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN