Dalam pidato terbaru, Presiden Prabowo melarang telur dadar yang biasa dicampur tepung dalam menu MBG karena dianggap tidak bernutrisi. Namun bagaimana dengan telur dadar biasa?
Dalam acara Building Indonesia's Future Generation Through Nutrition pada Rabu (3/6) di Sentul International Convention Center (SICC), Presiden Prabowo Subianto meminta kepada mitra SPPG untuk tidak menyediakan telur dadar dalam menu MBG atau Makan Bergizi Gratis.
Prabowo menyinggung soal telur dadar yang sering kali disajikan dengan tambahan tepung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prabowo Tak Anjurkan Telur Dadar di Menu MBG. Foto: 20detik.com / Youtube Sekretariat Presiden |
"Telur jangan dibikin dadar. Kalau telur dadar nanti dicampur macem-macem itu. Iya kan. Tepungnya lebih banyak dari telurnya," ujarnya. Ia menyarankan menu telur rebus atau ceplok. "Jadi telur itu harus utuh. Ceplok atau rebus. Betul ya," lanjutnya.
Presiden pun meminta Mendikdasmen (Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia), kepala sekolah, dan guru untuk meyakinkan tidak ada lagi telur dadar atau telur orak-arik seperti scrambled egg dalam menu MBG.
Lantas bagaimana soal fakta nutrisi telur dadar? Dalam unggahan video Instagram @dionharyadi (30/5), dr. Dion Haryadi meluruskan potongan video pendek yang menyebut nutrisi, khususnya omega-3, dalam telur yang didadar bisa berkurang sehingga tidak ada manfaatnya.
Sebenarnya tidak ada masalah dengan telur dadar biasa atau telur yang dicampur dengan bahan menyehatkan. Foto: Getty Images/rudisill |
Menanggapi video tersebut, dr. Dion menjelaskan bahwa omega-3 memang sensitif terhadap suhu sehingga jika dimasak dalam suhu tinggi kandungannya bisa berkurang. Namun menurutnya, beberapa studi menunjukkan bahwa kandungan omega-3 telur tidak berkurang terlalu banyak.
"Ketika dibandingkan dalam kondisi mentah dan setelah digoreng orak-arik, turun dikit omega-3nya," ujar dokter tersebut.
Dalam studi yang dicontohkan berjudul Effect of Storage and Cooking on The Fatty Acid Profile of Omega-3 Enriched Eggs and Pork Meat Marketed in Belgium, kandungan omega-3 dalam telur sedikit menurun saat dimasak orak-arik, dari 15.3% menjadi 14.6%.
Uniknya dalam studi tersebut dokter Haryadi menjelaskan kalau telur direbus kandungan omega-3 nya justru meningkat menjadi 16.9%.
"Dan kalau direbus sampai 15 menit itu turun jadi 13.7%," lanjutnya.
Menurut dr. Dion, penurunan kandungan omega-3 pada telur dadar atau orak-arik memang terjadi. Namun setidaknya dari studi tersebut, penurunannya tidak banyak.
dr. Dion menyadari netizen mungkin bingung karena sempat beredar hoax yang melarang konsumsi telur dadar. Namun menurutnya, tidak ada bukti ilmiah yang kuat terhadap hal tersebut.
"Hidup sehat itu udah susah. Jadi jangan tambah diribetkan dengan hal-hal kecil yang sebenarnya tidak berpengaruh banyak seperti ini.
Telur dadar tetap boleh dimakan karena menjadi salah satu sumber protein yang enak, murah, fleksibel, dan menyehatkan.
"Jangan gara-gara video ini orang jadi takut mau makan telur. Harus diginiin lah harus telur inilah. Ini mau telur biasa, mau direbus, orak arik, mau didadar, silahkan semuanya boleh," pungkasnya.
Dalam unggahan video terbaru (5/6), dr. Dion juga sempat menanggapi pidato Presiden soal larangan telur dadar. Menurutnya jika telur didadar biasa sebenarnya tidak masalah. Dicampur dengan tambahan lain juga sebenarnya tidak apa-apa tergantung dari jenis campurannya.
"Kalau dicampur sama daun bawang, dikasih daging cincang, ya kalau orang dewasa cabe rawit sedikit ya gapapa," jelasnya.
Dilansir dari Times of India (21/12/2024), telur dadar atau omelet yang ditambah campuran bahan sehat justru meningkatkan kandungan nutrisinya. Misalnya telur ditambah sayuran. Hal tersebut dapat meningkatkan kandungan serat dan menyediakan mineral tambahan.
Telur dadar juga mengandung lemak sehat dari bahan telur itu sendiri yang bermanfaat untuk kesehatan jantung. Lemak tersebut termasuk lemak tak jenuh tunggal dan lemak tak jenuh ganda yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol.
Namun nilai gizi telur dadar atau omelet memang bervariasi tergantung bahan tambahannya. Jika ditambah dengan keju, minyak goreng, atau tepung, kandungan kalori dan lemak tidak sehatnya bisa meningkat.
Selain itu, perhatikan juga makanan pendamping telur dadar. Pastikan telur ini dimakan dengan makanan sehat lainnya, seperti karbohidrat berkualitas, seperti roti gandum atau ditambah alpukat supaya memenuhi prinsip gizi seimbang.
(aqr/adr)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN