Pernyataan Presiden Prabowo terkait potongan ayam untuk menu MBG menarik perhatian. Ada banyak potongan ayam yang umum digunakan dalam industri kuliner. Berikut penjelasannya.
Ayam menjadi salah satu sumber protein hewani yang paling banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Selain mudah diolah menjadi beragam masakan, ayam juga dijual dalam berbagai jenis potongan yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.
Mulai dari ayam utuh untuk acara keluarga hingga potongan kecil yang umum digunakan untuk katering dan usaha kuliner.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baru-baru ini, jenis potongan ayam juga menjadi sorotan setelah Presiden Prabowo Subianto saat rapat konsolidasi bersama ribuan mitra di Sentul, Bogor, menyinggung ukuran lauk ayam dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia menegaskan agar satu ekor ayam tidak dipotong terlalu banyak karena dapat memengaruhi ukuran porsi yang diterima anak-anak.
"Kalau potong lebih dari 14, dosa! Berapa juta anak-anak Indonesia akan kecewa," ujar Prabowo saat membahas standar porsi lauk untuk program tersebut.
Lantas, seperti apa jenis-jenis potongan ayam yang umum dijumpai di pasaran? Dikutip dari berbagai sumber, berikut penjelasan seputar potongan ayam yang paling populer.
1. Ayam Utuh (Whole cut)
Ayam utuh. Foto: Site News |
Ayam utuh atau whole cut merupakan bentuk paling dasar dari ayam karkas atau ayam potong. Karena tampilannya masih utuh, jenis potongan ini sering dipilih untuk hidangan yang mengutamakan penyajian menarik.
Orang-orang umumnya menggunakan ayam utuh untuk acara spesial seperti pesta keluarga, perayaan, atau jamuan makan bersama. Berbagai menu populer yang menggunakan ayam utuh antara lain ayam panggang oven, ayam bekakak khas Sunda, hingga ayam goreng satu ekor.
Selain memberikan tampilan yang lebih menarik, ayam utuh juga memungkinkan proses memasak yang menjaga kelembapan daging sehingga tetap juicy saat disantap.
2. Potong Dua
Jenis potongan berikutnya adalah potong dua atau 'halves'. Pada teknik ini, satu ekor ayam dibelah secara vertikal dari bagian dada hingga punggung sehingga menghasilkan dua bagian yang sama besar, yaitu sisi kanan dan kiri.
Setiap bagian masih terdiri atas dada, paha, dan sayap sehingga ukurannya cukup besar. Karena itu, potongan ini banyak digunakan untuk hidangan acara besar seperti pernikahan, khitanan, arisan, hingga syukuran keluarga.
Potongan dua juga dinilai ideal untuk menu seperti ayam bakar setengah ekor atau gulai ayam. Ukurannya yang besar membuat daging tetap juicy saat dimasak, sementara bumbu dapat meresap lebih dalam selama proses pengolahan.
3. Potong Empat
potongan ayam Foto: Getty Images/Liudmila Chernetska |
Potong empat atau quarters cut menjadi salah satu jenis potongan ayam yang banyak ditemukan di pasar tradisional. Teknik ini dilakukan dengan membelah ayam menjadi dua bagian terlebih dahulu, kemudian masing-masing bagian dipotong lagi sehingga menghasilkan empat potongan berukuran relatif sama. Terdiri atas kombinasi dada, paha, atau sayap.
Jenis potongan ini banyak dipilih untuk menu makanan di restoran dan tempat makan seperti ayam goreng, ayam bakar, ayam hingga ayam geprek. Selain lebih mudah diolah, potongan ayam bagi empat ini dinilai paling pas karena tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil.
4. Potong Delapan
Sepiring daging ayam bagian paha Foto: azerbaijan_stockers/Freepik |
Jika berbicara tentang potongan ayam yang paling umum ditemui di restoran maupun rumah makan, jawabannya adalah potong delapan. Dalam satu ekor ayam akan dihasilkan dua dada, dua paha atas, dua paha bawah atau drumstick, serta dua sayap.
Ukurannya dianggap paling ideal karena tidak terlalu besar maupun terlalu kecil. Oleh sebab itu, potongan delapan menjadi standar di banyak usaha kuliner, mulai dari restoran, katering hingga warung makan.
Jenis potongan ini cocok digunakan untuk berbagai masakan seperti ayam goreng tepung, ayam rica-rica, opor ayam, hingga gulai ayam. Bentuknya yang seragam juga membuat waktu memasak menjadi lebih merata.
5. Potongan 10 dan 12
Pada potongan 10, bagian dada ayam biasanya dibagi menjadi lebih kecil sehingga menghasilkan total 10 potong dalam satu ekor ayam. Selain dada, terdapat dua sayap, dua paha atas, dan dua paha bawah.
Ukuran yang lebih kecil membuat ayam lebih cepat matang dan bumbu lebih mudah meresap. Tak heran jika jenis ini banyak digunakan oleh rumah makan Padang, katering, maupun usaha makanan skala menengah.
Sementara itu, potongan 12 menghasilkan ukuran yang lebih kecil lagi. Bagian dada dapat dibagi hingga enam potong, sedangkan sayap dipisahkan menjadi drumette dan wingette. Potongan ini dinilai lebih ekonomis karena dapat menghasilkan porsi lebih banyak untuk kebutuhan usaha kuliner.
6. Potongan 14 hingga 20
Potongan ayam di menu MBG. ANTARA FOTO/Andry Denisah/wsj. Foto: ANTARA FOTO/Andry Denisah |
Potongan 14 hingga 20 merupakan teknik membagi satu ekor ayam menjadi bagian-bagian kecil. Jenis ini lazim digunakan untuk katering, prasmanan, menu sekolah, hingga masakan berkuah seperti soto dan opor.
Pada potongan 14, bagian dada biasanya dibagi menjadi empat hingga enam bagian, sementara sayap dipotong menjadi dua bagian terpisah. Selain itu terdapat paha atas, paha bawah, dan beberapa bagian tulang punggung yang dapat dimanfaatkan untuk kaldu.
Menurut panduan parting ayam dari akun Instagram @pps_Indonesia, yang banyak digunakan pelaku industri kuliner, potongan 14 hingga 20 cocok untuk menu seperti opor, soto, dan lauk rumah makan Padang.
Namun, ukuran potongan yang lebih kecil ini sempat menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto. Dalam rapat konsolidasi program MBG, ia mengingatkan agar satu ekor ayam tidak dipotong lebih dari 14 bagian.
Pemilihan jenis potongan ayam pada akhirnya bergantung pada kebutuhan. Untuk sajian spesial, ayam utuh hingga potong dua masih menjadi pilihan. Sementara untuk usaha kuliner dan katering, potongan 8 hingga 14 lebih sering digunakan karena dinilai praktis dan ekonomis.
Simak Video "Video Prabowo Targetkan 82 Juta Penerima Manfaat MBG di Akhir 2026"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/adr)





KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN