Sebuah keluarga petani asal Mandalagiri, Garut, sukses membudidayakan varietas Yellow Bourbon di kebunnya. Modal belajar otodidak, kini kopinya berharga tinggi.
Memiliki banyak dataran tinggi, beberapa wilayah di Indonesia atau pulau Jawa secara khusus, terdapat banyak kebun kopi. Sebagian besar di antaranya bakan masih dikelola secara tradisional ole keluarga petani.
Misalnya seperti di Gunung Mandalagiri, Garut, Jawa Barat, di mana masih terdapat banyak keluarga petani yang mengelola kebunnya sendiri. Seperti keluarga Abah Jujun yang dibantu oleh anaknya, Ipin dan Roby.
Bermodal belajar secara otodidak, keluarga ini berhasil menambahkan nilai jual pada kopinya. Sampai akhirnya Yellow Bourbon Mandalagiri yang dimilikinya dilirik oleh kafe sekaligus roastery, Roemah Koffie.
Berikut kisah keluarga Abah Jujun yang sukses kembangkan kopi langka di Garut.
Baca juga: Langka! Kopi Yellow Bourbon dari Garut Ini Dirawat Sejak 17 Tahun Lalu
Mulai Menanam Pada 2009
Roby Siswanda merupakan seorang anak dari keluarga petani kopi dari ayahnya yang bernama Abah Jujun. Keluarga ini tinggal di Gunung Mandalagiri, Garut.
Pada 2009, Abah Jujun mulai mencoba menanam kopi. Saat itu bibitnya hanya bermodalkan pohon-pohon kopi kecil yang tumbuh di bawah pohon kopi besar pada kebun-kebun di sekitarnya.
Abah Jujun sendiri saat itu tak mengetahui varietas kopi yang ditanam. Tujuannya tak lagi lain hanya merawat kopi-kopinya dan menjual ceri kopinya untuk keberlangsungan hidup keluarga.
Dikelola Turun Temurun
Sejak mulai menanam pohon kopi, Abah Jujun melibatkan anak-anaknya yaitu Ipin dan Roby untuk membantu mengelola kebunnya. Ipin sendiri bercerita bahawa ayahnya tak memberikan ia sebagian kebun dengan percuma.
"Saya punya bagian kebun sendiri seperti sekarang itu bukan dikasih begitu saja. Ayah saya pernah memberi rintangan untuk mengelola kebun tersebut selama tiga tahun dan harus berhasil panen," ujarnya.
Begitu pula dengan Roby. Ia yang merupakan generasi Z, merasa penasaran untuk mengolah ceri kopi dari kebun ayahnya untuk menambah nilai jualnya.
Tetapi eksperimennya tak langsung diamini oleh ayahnya. Roby yang mencoba meminta 10 kilogram ceri kopi untuk diolah justru berujung disuruh membayar dengan harga yang sama seperti yang dijual pada tengkulak.
Namun didikan seperti itu yang rupanya membangun karakter tak pantang menyerah pada Ipin dan Roby. Roby bahkan mengaku bekerja serabutan demi mendapatkan uang dan membeli ceri kopi dari ayahnya.
Simak Video "Rasakan Kreasi Menu di Dunia Wonderland ala Mie Sedaap Ini!"
(dfl/sob)