Namanya Tipika Kopi, Inilah Kopi Arabika Tertua di Dunia

Ngopi Yuk!

Namanya Tipika Kopi, Inilah Kopi Arabika Tertua di Dunia

Atiqa Rana - detikFood
Kamis, 23 Jul 2026 07:00 WIB
Biji Kopi
Foto: Ilustrasi iStock
Jakarta -

Ketika membahas biji kopi, mungkin yang terlintas di pikiran hanya variasi Arabika dan Robusta. Padahal, ada juga kopi tipika yang dikenal sebagai salah satu tertua di dunia!

Kopi telah menjadi minuman populer di dunia yang dinikmati oleh jutaan orang setiap hari. Varietasnya juga beragam, dan setiap jenis punya karakteristik unik dipengaruhi faktor tempat tumbuh, genetik tanaman, hingga metode pengolahannya.

Kategori kopi paling populer antara lain Arabica, Robusta, Liberica, dan Excelsa. Namun, sebenarnya ada jenis kopi lainnya yang tak kalah menarik dan unik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satunya kopi tipika yang sebenarnya termausk dalam subkelompok dari biji kopi Arabika. Disebut-sebut juga menjadi salah satu jenis kopi Arabika terbaik dan tertua di dunia.

ADVERTISEMENT

Apa keistimewaan dari kopi tipika? Dilansir dari cornercoffeestore.com (22/7), berikut informasinya.

1. Apa itu kopi tipika?

biji kopiBiji kopi tipika dikenal menjadi salah satu biji kopi tertua di dunia. Foto: iStock

Secara umum, kopi memang hanya dibagi menjadi dua jenis yaitu robusta dan arabika. Namun kopi arabika punya varian yang lebih banyak, salah satunya kopi tipika.

Tipika merupakan varietas kopi arabika tertua dan bapak dari kebanyakan varietas yang ada. Konon tipika bourbon adalah biji kopi utama yang diambil dari Ethiopia dan dibawa ke Yaman, lapor ptpn1reg5.com (9/7/2019).

Varietas ini juga termasuk jenis arabika paling penting dan berkontribusi pada berbagai perkembangan varietas kopi dunia. Lalu kopi arabika tipika tumbuh, dihibridasi, dan disempurnakan.

2. Jenis-jenis kopi tipika

Biji kopiBiji kopi tipika punya banyak jenis. Termasuk biji kopi Sumatera. Foto: iStock

Tipika mencakup banyak varietas kopi Arabika, termasuk kopi Blue Mountain hingga kopi Jamaika.

Bahkan kopi Indonesia, seperti biji kopi Sumatera dan Jawa juga tergolong ke dalam kategori ini. Ada juga biji kopi Kreol, Kona, Pache Commun, hingga Pluma Hidalgo yang tergolong dalam kopi tipika.

Hal tersebut disebabkan karena kopi tipika ditanam di seluruh dunia, tetapi jenis kopi tertentu seringkali tumbuh subur di tempat tertentu. Berbagai spesies kopi juga ditanam di di sebagian besar iklim subtropis di seluruh dunia.

3. Keunggulan kopi tipika

Semua kopi Arabika dikenal memiliki nuansa berbeda-beda, tergantung pada varietas dan tingkat sangrainya.

Kopi tipika, seperti Blue Mountain misalnya, dianggap spesial karena punya rasa lebih manis dan lembut dibandingkan beberapa jenis arabika lainnya.

Namun, secara keseluruhan, kopi ini menawarkan keseimbangan sempurna antara keasaman yang cerah namun halus, serta body yang ringan.

Kopi tipika juga dikenal punya aroma ekslusif, seperti aroma floral atau bunga kuat dengan sentuhan rasa manis, seperti madu, cokelat, dan buah-buahan.

4. Kekurangan kopi tipika

Kopi tipika dikenal lebih mahal daripada berbagai jenis kopi arabica lainnya dan semua jenis robusta.

Kopi ini dikenal sensitif dan biasanya menghasilkan panen yang sedikit karena berbagai bahan alami yang melekat di dalamnya.

Sebagian besar biji kopi tipika arabika perlu tumbuh di iklim subtropis dengan curah hujan sejuk dan ketinggian antara 2.000-6.5000 kaki.

Selain itu, biji kopi ini juga membutuhkan campuran antara sinar matahari dan curah hujan yang seimbang supaya hasil panenya berhasil. Jika variabel tersebut tidak terpenuhi, bisa jadi tanaman ini akan menderita dan hasil panen biji kopinya gagal.

Kopi tipika juga sensitif terhadap penyakit buah kopi dan nematoda. Akibatnya, hasil produksinya juga lebih sedikit.

Halaman 2 dari 2
(aqr/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads