Beda Pour Over vs Drip Coffee, Proses Seduh hingga Kandungan Kafeinnya

Ngopi Yuk!

Beda Pour Over vs Drip Coffee, Proses Seduh hingga Kandungan Kafeinnya

Atiqa Rana - detikFood
Jumat, 10 Jul 2026 07:00 WIB
Closeup image of a hand pouring hot water from kettle to make drip coffee with blurred nature background
Foto: iStock
Jakarta -

Pour over dan drip coffee merupakan dua jenis metode penyeduhan kopi yang populer. Namun, apa perbedaannya dan mana yang kandungan kafeinnya lebih tinggi?

Selain mementingkan biji kopi yang dipakai, metode seduh yang dipilih juga memengaruhi rasa dan kualitas kopi. Terdapat banyak metode penyeduhan yang bisa disesuaikan, tetapi pour over dan drip coffee menjadi dua yang populer.

Kedua metode ini memiliki perbedaan pada alat yang digunakan. Pour over umumnya dilakukan secara manual atau manual brew dengan alat, seperti Hario V60 atau Chemex.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan drip coffee identik dengan penggunaan mesin kopi tetes otomatis sekalipun beberapa masih mengandalkan cara manual.

ADVERTISEMENT

Untuk mengetahui lebih detail terkait perbedaan metode penyeduhan ini beserta kandungan kafeinnya, berikut penjelasannya seperti dilansir dari realsimple.com (16/8/2025).

1. Pour over coffee

Coffee dripperPour over coffee tergolong salah satu proses penyeduhan populer. Foto: Istimewa

Seperti yang disebutkan sebelumnya, teknik pour over coffee tergolong sebagai metode manual yang menawarkan pengalaman menyeduh lebih personal.

Cara kerjanya yaitu dengan menuangkan air panas secara perlahan ke atas bubuk kopi melalui sebuah filter. Proses ini menghasilkan ekstrak kopi lebih jernih, bersih, dan kaya akan karakter.

Namun, metode ini membutuhkan ketelitian serta konsistensi dalam setiap variabel penyeduhan, lapor kopi.online (30/4).

Teknik penyeduhan tersebut menghasilkan cita rasa kopi lebih kompleks.

2. Drip coffee

5 Fakta Kopi Drip Bag yang Populer Gegara Sederhana dan PraktisDrip coffee punya teknik penyeduhan berbeda. Foto: Getty Images/Topuria Design

Drip coffee dibuat dengan menuangkan air panas ke bubuk kopi bertekstur lebih kasar dari espresso. Filter kertas memisahkan bubuk dari cairan, lalu kopi dibiarkan menetes pada pot atau teko. Hasil akhirnya kopi lebih bersih, halus, dan kaya rasa.

Namun, kini tersedia alat dan mesin khusus untuk membuat drip kopi yang mengandalkan mesin listrik dan timer untuk mempermudah proses.

3. Perbedaan pour over vs drip coffee

Sederhananya pour over merupakan teknik menyeduh manual yang membutuhkan lebih banyak waktu dan perhatian. Bagi sebagian pecinta kopi, teknik ini menawarkan kontrol lebih besar di setiap langkah. Cara ini juga bisa meningkatkan cita rasa perlahan.

Di sisi lain, menurut pendiri Paul John Caffeine, drip coffee kurang presisi. Bukan berarti buruk, tetapi tidak akan menghasilkan kopi berlapis dan terekstraksi sempurna seperti pour over coffee.

Dari segi karakteristik, pour over menghasilkan kopi lebih bersih, menonjolkan rasa kompleks seperti buah atau bunga, tetapi butuh kontrol manual pada kecepatan tuang dan suhu.

Sedangkan drip coffee lebih praktis, cepat, dan konsisten untuk menyeduh kopi berkapasitas besar. Karakternya lebih bold dan seragam.

4. Mana yang lebih tinggi kafein?

Manfaat Sehat Minum Kopi HitamProses penyeduhan berbeda membuat kandungan kafeinnya juga berbeda. Foto: Getty Images/iStockphoto

Barista di Dialtone Coffee and Wine Bar, Juan Palacois mengungkap jika drip coffee seringkali mengandung lebih banyak kafein secara keseluruhan. Hal ini disebabkan karena diseduh dalam jumlah lebih besar.

Rasio antara kopi dan airnya juga lebih tinggi. Namun, secara hitungan per ons, drip coffee jauh lebih kuat kandungan kafeinnya.

Meskipun begitu, kandungan kafein akan bergantung pada seberapa banyak kopi yang digunakan dalam proses. Jenis biji kopi yang digunakan juga bisa membuat pour over coffee lebih kuat daripada drip coffee.

"Hal penting yang perlu diketahui adalah beberapa drip coffee, terutama yang pilihannya ekonomis, mungkin mengandung biji kopi robusta yang secara alami mengandung lebih banyak kafein," kelas ahli Alspach.

5. Mana yang lebih baik?

Para ahli yang dikumpulkan oleh situs realsimple.com sepakat bahwa pour over coffee adalah pilihan yang lebih baik secara keseluruhan, terlepas dari kandungan kafeinnya.

Kopi ini dianggap ideal ketika kamu memiliki sedikit waktu luang dan ingin menikmati prosesnya. Pour over coffee juga menonjolkan cita rasa kopi halus, terutama dengan biji kopi single-origin.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Kuah Unik Soto Arab Betawi dan Pelepas Dahaga Glek & Go"
[Gambas:Video 20detik] (aqr/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads