Minum Air Sebaiknya dalam Kondisi Dingin atau Suhu Ruang? Ini Kata Ahli

Minum Air Sebaiknya dalam Kondisi Dingin atau Suhu Ruang? Ini Kata Ahli

Beta Lukitasari Wijaya - detikFood
Senin, 21 Sep 2026 05:00 WIB
Asal Usul Aturan Minum 8 Gelas Sehari, Apa Masih Efektif?
Foto: Getty Images/KTStock
Jakarta -

Suhu air minum kerap jadi perdebatan. Ahli gizi dan dokter gastroenterologi mengungkap suhu terbaik minum air putih untuk sistem pencernaan dan hidrasi tubuh.

Banyak orang masih mempertimbangkan kondisi air untuk diminum. Sebagian meyakini konsumsi air bersuhu ruang atau sejuk lebih baik untuk kesehatan, sedangkan air dingin bisa memberi efek samping.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lantas, seperti apa faktanya menurut ahli kesehatan?

Dilansir dari Real Simple (16/9/2026), Matthew Landry, PhD, RDN, ahli gizi terdaftar sekaligus asisten profesor kesehatan global di University of California, Irvine, menyebut kisaran suhu ideal air minum adalah di level sejuk, yakni sekitar 15 hingga 22 derajat Celsius.

"Air putih dengan kondisi sejuk kemungkinan merupakan pilihan terbaik karena paling nyaman dan enak diminum," ujarnya. Menurutnya, suhu air akan segera menyesuaikan diri dengan suhu tubuh begitu diminum sehingga pengaruhnya terhadap pencernaan relatif kecil.

ADVERTISEMENT

Pandangan serupa disampaikan Edmundo Rodriguez-Frias, MD, dokter spesialis gastroenterologi dan kontributor medis Full of Life. Ia menyarankan konsumsi air bersuhu sejuk hingga ruang untuk kebutuhan harian.

"Masalahnya bukan pada penyerapan, melainkan pada kenyamanan dan apakah seseorang minum cukup banyak untuk tetap terhidrasi," katanya.

Jika minum air pada suhu tertentu membuat rasanya lebih nikmat, kebiasaan tersebut bisa dilanjutkan. Bagi kebanyakan orang, mencukupi kebutuhan cairan tubuh jauh lebih penting daripada apakah air tersebut dingin, sejuk, atau bersuhu ruang.

Sementara itu, pedoman American College of Sports Medicine dan National Athletic Trainers' Association, mengungkap air sejuk lebih mudah dikonsumsi secara konsisten dibanding air hangat maupun panas.

Hal yang perlu diperhatikan adalah suhu ekstrem air minum. Konsumsi air es berpotensi memicu sakit kepala atau mengganggu gigi sensitif, sedangkan minuman yang sangat panas di atas 65 derajat Celsius dalam jangka panjang dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker kerongkongan.

Bagi kebanyakan orang dewasa sehat, National Academy of Medicine merekomendasikan asupan cairan sekitar 3,7 liter per hari untuk pria dan 2,7 liter untuk wanita.

Landry menegaskan, kecukupan cairan jauh lebih penting ketimbang suhu air yang diminum.

Preferensi pribadi tetap menjadi indikator terbaik, kecuali bagi penderita GERD, gangguan menelan, atau hipersensitivitas saluran cerna yang perlu memilih suhu paling nyaman bagi tubuh mereka.

Pengecualian lain berlaku saat cuaca sangat panas, di mana air dingin dinilai lebih efektif membantu tubuh tetap terhidrasi.



(yms/adr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads