Apa yang dulunya dianggap menjijikkan belum tentu tidak enak sama sekali. Contohnya makanan 'menjijikkan' ini yang seiring waktu berubah jadi hidangan mewah dengan banyak penggemar.
Makanan di setiap generasi atau zaman berbeda-beda karena pengaruh kemajuan teknologi pengolahan hingga ketersediaan bahan baku. Perubahan gaya hidup masyarakat juga memengaruhi keberadaan suatu makanan pada generasi tersebut.
Dulu, sejumlah makanan mungkin ditolak karena penampilannya yang aneh, baunya tidak sedap, atau sekadar karena dikaitkan dengan kemiskinan. Namun, seiring waktu, perubahan selera, teknik masak, dan pengawetan mengubah beberapa makanan ini menjadi hidangan lezat dan mewah yang didambakan banyak orang.
Misalnya 5 makanan ini yang dulunya dianggap menjijikkan, kini menjadi hidangan yang disukai. Dilansir dari Times of India (14/8), berikut daftarnya!
1. Lobster
Dulunya makanan ini dikenal sebagai makanan menjijikkan karena jumlah yang sangat banyak di pantai. Bentuknya juga memengaruhi citra lobster karena mirip seperti serangga atau kecoak laut, sehingga sering dipakai untuk makaan budak, tahanan penjara, dan pupuk tanaman.
Namun, lobster kini identik dengan makanan laut atau seafood yang mewah dan mahal. Harga mahal tersebut disebabkan karena biaya tangkap dan distribusi yang tinggi hingga penurunan jumlah populasi di alam.
Proses tumbuh dan budidaya lobster juga lama. Selain itu, seafood ini juga dikenal berkualitas, dengan daging padat, manis, serta kaya protein dan nutrisi.
2. Oyster
Di abad ke-18 dan ke-19 di Eropa dan Amerika Utara, oyster bukanlah hidangan mewah seperti saat ini. Seafood ini merupakan makanan kaum buruh dan orang miskin karena jumlahnya melimpah di wilayah pesisir.
Dulunya harga oyster jauh lebih murah daripada daging sapi atau ayam, sehingga menjadi sumber protein utama bagi para pekerja kasar.
Namun, kelangkaannya saat ini telah sepenuhnya mengubah ekonomi dan citra oyster. Kini oyster tersaji di menu restoran menjadi hidangan pembuka premium dan sering dipadukan dengan sampanye atau saus yang mewah.
Harga yang mahal disebabkan karena penurunan stok di alam akibat kerusakan lingkungan dan proses panen sulit.
Simak Video "Bikin Kalap! Tempat Makan Murah di Gading Serpong yang Punya Aneka Sayur Enak"
(aqr/adr)