7 Makanan Mahal Ini Dulunya Ternyata Cuma Makanan Rakyat Jelata

7 Makanan Mahal Ini Dulunya Ternyata Cuma Makanan Rakyat Jelata

Diah Afrilian - detikFood
Kamis, 26 Feb 2026 16:00 WIB
Jenis-jenis caviar
Foto: Taste Atlas
Jakarta -

Beberapa makanan bernilai tinggi karena eksklusivitasnya. Ternyata ada makanan yang sekarang bernilai mahal tetapi dahulu dianggap makanan orang miskin.

Sejarah kuliner dunia menyimpan banyak cerita menarik. Salah satunya melalui perkembangan dunia kuliner yang mengubah 'kasta' suatu makanan.

Beberapa makanan yang kini identik dengan restoran mahal dan jamuan eksklusif, ternyata dulunya hanya santapan rakyat jelata. Faktor perubahan zaman, kelangkaan bahan, hingga tren gastronomi membuat hidangan-hidangan ini bertransformasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Makanan-makanan yang dahulu dipandang sebelah mata justru kini dianggap memiliki nilai yang tinggi. Dilansir dari Taste Atlas, berikut 7 makanan mewah yang dahulu santapan orang miskin:

7 Makanan Mahal Ini Dulunya Ternyata Cuma Makanan Rakyat JelataSebelum menjadi seafood premium, lobster awalnya hanya dikonsumsi masyarakat pesisir dan narapidana. Foto: Taste Atlas

1. Lobster

Pada abad ke-17 sampai ke-19 di wilayah pesisir seperti Massachusetts, Amerika bagian Utara, lobster justru dianggap makanan murahan. Populasinya sangat melimpah hingga sering terdampar di pantai dalam jumlah besar.

ADVERTISEMENT

Pada masanya, ada aturan yang membatasi intensitas lobster boleh diberikan kepada narapidana karena dianggap tidak layak dikonsumsi terus-menerus. Seiring berkembangnya transportasi dan teknik pengiriman makanan hidup pada akhir abad ke-19, lobster mulai diperkenalkan ke kota-kota besar sebagai makanan eksotis.

2. Caviar

Caviar atau telur ikan sturgeon saat ini identik dengan gaya hidup bangsawan dan perayaan elite. Namun pada awalnya, caviar merupakan makanan nelayan di sekitar Laut Kaspia dan Laut Hitam.

Di Rusia dan beberapa wilayah Eropa Timur, caviar sempat dijual murah bahkan diberikan gratis di bar. Namun ketika populasi ikan sturgeon menurun akibat penangkapan berlebihan, caviar menjadi langka dan harganya meroket.

3. Monkfish

Monkfish dulu dikenal sebagai "ikan jelek" karena bentuknya yang tidak menarik dengan kepala besar dan gigi tajam. Di Eropa, ikan ini sering dibuang atau hanya dimakan oleh keluarga nelayan yang tidak mampu membeli ikan yang lebih populer.

Namun para koki Prancis menemukan daging ikan monkfish memiliki tekstur padat dan rasa yang lembut, sampai dijuluki "poor man's lobster" karena kemiripannya dengan lobster. Sejak saat itu, monkfish mulai diolah dalam berbagai hidangan di restoran premium.

4. Bouillabaisse

Bouillabaisse adalah sup ikan khas kota Marseille, Prancis. Awalnya, hidangan ini dibuat oleh para nelayan yang menggunakan ikan-ikan sisa hasil tangkapan yang tidak laku dijual dan dimasak dengan rempah dan tomat.

Seiring waktu, resep bouillabaisse berkembang dan menggunakan berbagai jenis seafood premium seperti lobster, kerang, hingga saffron yang mahal. Hidangan ini pun naik kelas menjadi menu restoran bintang Michelin.

5. Buntut Sapi

Oxtail atau buntut sapi dulunya dianggap bagian sisa yang kurang diminati. Pada abad ke-18 dan ke-19, bagian ini sering diberikan kepada masyarakat kelas pekerja karena harganya murah dan dianggap kurang bernilai dibandingkan potongan daging utama.

Ketika dimasak lama, buntut sapi menghasilkan kaldu kaya rasa dengan tekstur daging yang lembut. Banyak budaya mengembangkan hidangan oxtail stew yang kini populer di berbagai negara.

7 Makanan Mahal Ini Dulunya Ternyata Cuma Makanan Rakyat JelataPaella asal Valencia, Spanyol awalnya kreasi makanan petani yang dibuat untuk sekadar mengenyangkan. Foto: Taste Atlas

6. Paella

Awalnya, paella adalah makanan para petani di Valencia, Spanyol yang memasak nasi bersama bahan seadanya seperti kacang, kelinci, atau siput dengan api di ladang. Hidangan ini hasil kreativitas rakyat kecil dalam mengolah bahan sederhana menjadi santapan mengenyangkan.

Ketika paella diperkenalkan ke dunia internasional, variasinya berkembang menggunakan seafood mahal seperti udang, kerang, dan lobster. Kini paella seafood menjadi menu andalan restoran Spanyol kelas atas dan sering disajikan dalam acara-acara istimewa.

7. Bone Marrow

Bone marrow atau tulang sumsum dulunya adalah bahan yang sering dimanfaatkan masyarakat miskin agar tidak ada bagian hewan yang terbuang. Sumsum diambil dari tulang sapi dan dimasak sebagai tambahan sup atau dioleskan ke roti.

Dalam beberapa dekade terakhir, bone marrow makin populer berkat tren nose-to-tail dining, yaitu konsep mengonsumsi seluruh bagian hewan. Teksturnya yang lembut dan rasa gurih kaya membuat bone marrow kini menjadi menu favorit di restoran fine dining.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Sambal Bajak, 'Teman' Menu Andalan"
[Gambas:Video 20detik]
(dfl/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads