Gemblong Persahabatan jadi jajanan Betawi yang viral dan ramai diburu. Di balik rasanya yang khas, ada cerita Elah hingga bisa menjual ribuan gemblong setiap hari.
Jajanan tradisional Betawi kembali mencuri perhatian setelah Gemblong Persahabatan ramai diburu pembeli. Camilan manis ini viral karena rasanya yang khas dan sulit didapat.
Di balik antrean panjang pembeli, ada sosok Elah yang sudah lama menjaga cita rasa gemblong buatannya. Usaha ini ternyata menyimpan cerita panjang dari keluarga.
Berawal dari usaha yang diteruskan sejak menikah, Elah tetap mempertahankan cara lama dalam membuat gemblong. Kini ribuan buah gemblong bisa habis terjual dalam sehari.
Nama Gemblong Persahabatan diambil dari nama jalan lokasinya, yakni di Jalan Persahabatan No 7, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Berikut kisah di balik viralnya Gemblong Persahabatan:
1. Usaha Keluarga yang Diteruskan
Nama Elah kini dikenal sebagai sosok di balik Gemblong Persahabatan yang sedang ramai diburu pembeli.
Elah mengaku sudah berjualan gemblong sejak menikah dan hanya meneruskan usaha yang sebelumnya sudah berjalan.
"Kalau pertama kali jualan itu sebenarnya dari kita menikah, suami dulu sudah jualan gembong. Jadi kita tinggal meneruskan," ujarnya.
Usaha yang sudah berjalan sejak 2010-an ini menjadi bagian dari perjalanan hidup keluarga Elah. Dari generasi sebelumnya, ia perlahan belajar hingga mampu mengembangkan jualannya sendiri.
2. Sehari Jual 4.000 Gemblong
Gemblong Persahabatan kini ramai didatangi pembeli, terutama setelah namanya viral di media sosial. Bahkan, dalam sehari Elah bisa menjual ribuan gemblong.
"Bisa 3.000-4.000 seumur awal-awal ini," ungkap Elah saat menceritakan jumlah produksi hariannya. Angka tersebut meningkat setelah banyak orang penasaran mencicipi gemblong buatannya.
Awal mula viralnya pun terjadi secara sederhana. Seorang pembeli yang akhirnya berhasil mendapatkan gemblong setelah beberapa kali gagal membeli dan mengunggahnya ke media sosial.
(raf/adr)