Di dalam Trans Studio Mall (TSM) Cibubur, kini hadir rumah makan nasi kapau legendaris yang diboyong langsung dari Bandung. Menu rendang dan gulai usus tahu di sini tak boleh dilewatkan!
Selain nasi Padang, nasi kapau juga termasuk kuliner khas Minang yang banyak digemari orang Indonesia. PIlihan lauk melimpah dengan kuah gulai kaya rasa dan porsi memuaskan jadi daya tariknya.
Kini ada rumah makan nasi kapau baru di dalam mall yang tak boleh dilewatkan. Namanya RM Sabana Kapau yang cabang terbarunya buka di dalam Trans Studio Mall (TSM) Cibubur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rumah makan nasi kapau ini asalnya dari Bandung dan sudah buka sejak puluhan tahun lalu. Sejak dulu mereka mempertahankan cita rasa autentik kapau asli.
1. RM nasi kapau asal Bandung sejak 1981
RM Sabana Kapau sebenarnya sudah buka di Bandung sejak tahun 1981. Foto: detikfood / Atiqa Rana |
Usaha kuliner nasi kapau ini didirikan oleh orang kapau asli yang dibesarkan di sana, sehingga memahami 'sabana bana-nyo' atau 'sebenar-benarnya' cita rasa masakan kapau.
RM Sabana Kapau pertama kali beroperasi tahun 1981, tetapi tidak langsung berada di bangunan sendiri. Pendirinya, bapak Zulkarnaen dan Ibu Zarniwati yang saat itu sudah merantau di Bandung ingin mencoba jualan nasi kapau sendiri. Karena modal yang masih terbatas, akhirnya mereka menjajakan nasi kapau ini lewat gerobak.
Gerobak nasi kapaunya pertama kali dijajakan di daerah Cikapundung Barat dan dulunya hanya buka malam. Lalu mereka akhirnya buka gerobakan nasi kapau juga di siang hari.
Tak lama dari jualan lewat gerobakan, sekitar tahun 1991 akhirnya pasangan suami istri ini bisa pindah ke bangunan sendiri yang berlokasi di Pasar Kosambi. Dari yang tadinya hanya menyewa satu kios sampai tiga kios.
"Sebelumnya kan jualan di pasar Kosambi. Tapi pasar Kosambi dibongkar. Jadi kami ambil tempat di Baranagsiang di tahun 1996," ujar ibu Zarniwati.
Perjalanannya tak berhenti sampai situ. Tahun 2005, RM Sabana Kapau lalu membuka cabang lagi di jalan Patrakomala dan sampai saat ini pun cabang di daerah tersebut masih buka. Ada lagi cabangnya di Jalan Moch Ramdan yang juga masih ramai hingga sekarang. Lalu, 10 tahun kemudian, di tahun 2015, RM Sabana Kapau membuka cabang lagi di Lodaya.
Menariknya, pada suatu waktu bapak Chairul Tanjung diajak makan di RM Sabana Kapau jalan Ramdan. Setelah merasakan kenikmatan masakan di sini, pemiliknya pun diajak untuk membuka cabang RM Sabana Kapau di dalam Trans Studio Mall Bandung. Akhirnya tahun 2025, RM Sabana Kapau resmi buka cabang pertama di dalam mall.
Sampai di tahun 2026 ini, mereka turut melebarkan sayap ke daerah Cibubur, Jakarta. Membuka cabang keenamnya di Trans Studio Mall Cibubur. Dari yang awalnya hanya jualan lewat gerobak, kini total RM Sabana Kapau sudah memiliki 6 cabang, 5 di Bandung dan 1 di Jakarta.
2. Lebih dari 20 jenis lauk nikmat
RM Sabana Kapau menawarkan lebih dari 20 jenis lauk. Foto: detikfood / Atiqa Rana |
Bapak Zulkarnaen dan Ibu Zarniwati menyebut lauk yang ditawarkan sudah beragam sejak dulu. Namun, karena keterbatasan area di gerobak, jadi tidak semua lauk bisa dihidangkan. Oleh karena itu, cara menyiasatinya dengan mengganti menu setiap hari.
Kini menu yang ditawarkan juga masih sama. Hanya ada sekitar dua sampai tiga menu tambahan, seperti kakap, ikan tauco, dan ayam cabai hijau.
Untuk saat ini tersedia lebih dari 20 jenis lauk. Pilihannya mulai dari rendang ayam, rendang sapi, dendeng lambok, gulai kepala kakap, usus telur, gulai gajeboh, ayam cabai hijau, dendeng batokok, dan masih banyak lagi. Lauk-lauknya pun tersusun rapi di etalase yang dibatasi kaca, jadi pengunjung bisa melihat dan memilih sendiri lauk yang diinginkan.
Semua masakan di RM Sabana Kapau juga masih menggunakan resep yang sama dari dulu. Menurut ibu Zarniwati, nasi kapau biasanya menggunakan lebih sedikit rempah dibanding nasi Padang. Rempah-rempahnya juga tidak disangrai dulu, tetapi langsung dimasak. Bumbu-bumbu yang mereka gunakan juga diracik sendiri.
"Kalau Padang biasanya banyak rempah. Kalau kapau rempahnya tidak disangrai dulu. Jadi ditumbuk, langsung digiling, langsung dimasak," jelas ibu Zarniwati kepada detikFood.
3. Lauk rendang jadi favorit
Rendang menjadi salah satu menu lauk paling favorit di sini. Foto: detikfood / Atiqa Rana |
detikFood mencoba beberapa lauk andalan di RM Sabana Kapau. Salah satunya menu rendang daging yang kami padukan dengan tambahan telur dadar.
Menu rendang menurut pemiliknya menjadi salah satu yang paling cepat habis. Tipe rendangnya yang dimasak kering sampai bumbunya berwarna cokelat kehitaman. Kurang lebih rendangnya dimasak sekitar 4 jam. Di cabang Bandung sendiri, dalam sehari rendang ini bisa dimasak sampai 40 kilogram. Sedangkan ayam bisa sekitar 150-200 ekor.
Potongan rendangnya menurut kami tergolong besar. Saat dipotek, tekstur nya memang bukan yang lembut dan langsung hancur melainkan padat atau kokoh, tetapi tidak keras juga, masih empuk. Bumbunya punya rasa gurih yang pas, tidak terlalu asin, dan ada aroma smokey kelapa yang membuat cita rasanya makin sedap.
Kami juga mencoba telur dadarnya yang bentuknya kotak, seperti martabak telur. Memang ukurannya tidak begitu lebar, tetapi telurnya sangat tebal dan teksturnya lembut. Rasanya cenderung asin dan nikmat karena tidak amis.
4. Usus tahu dan dendeng batokok tak kalah nikmat
Menu usus tahu gulai di sini juga tak boleh dilewatkan. Foto: detikfood / Atiqa Rana |
detikFood juga mencoba menu favorit lainnya seperti gulai usus tahu dan dendeng batokok. Usunya punya ukuran standar, tidak begitu besar maupun terlalu kecil. Disiram dengan kuah gulai yang warnanya kuning cerah, mirip seperti kuah siraman di atas nasi.
Tekstur usus tahu sendiri menurut kami sedikit kenyal, dan sangat lembut di bagian dalamnya. Tidak ada aroma amis sama sekali, hanya tercecap rasa tahu putih nikmat dan bumbu gulainya yang gurih dan sedikit pedas.
Dendeng Batokok di sini menurut kami wajib dicoba. Teksturnya berbeda dari rendang karena sepertinya menggunakan potongan daging dan teknik masak yang berbeda. Untuk dendeng, sama-sama masih empuk, tetapi dagingnya terasa lebih berserat.
Ada aroma smokey yang tercium kuat karena memang diasap terlebih dahulu. Lalu disajikan dengan cabai ijo yang digerus kasar. Rasanya tidak begitu pedas dan tidak bau langu juga.
Sebagai pelengkap, kami juga memesan seporsi kerupuk jangek yang renyah kriuk, dirisam dengan bumbu gulai tak begitu kental dengan rasa gurih dan sedikit pedas.
5. Bubur kampiun jadi penutup yang pas
Bubur kampiun cocok jadi hidangan penutup. Foto: detikfood / Atiqa Rana |
RM Sabana Kapau juga menawarkan beberapa macam hidangan penutup atau camilan ringan. Bahkan ada etalase khusus yang isinya kue-kue tradisional, seperti bika, godok kacang padi, lamang baluo, godok batinta, dan lamang.
Mereka juga punya sajian bubur kampiun yang sayang dilewatkan. Seporsinya diisi dengan ketan hitam, labu, kacang hijau, delima, pisang, sampai singkong. Disiram dengan kuah santan kental dan gula merah. Rasanya tidak begitu manis, sedikit gurih dari santan, dan isiannya melimpah.
RM Sabana Kapau bisa ditemukan di lantai LG (lower ground) Trans Studio Mall Cibubur.
Simak Video "Rasakan Kreasi Menu di Dunia Wonderland ala Mie Sedaap Ini!"
[Gambas:Video 20detik] (aqr/adr)






KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN