Berawal dari sambal racikan saat rehabilitasi, personel St. Loco, Timotius Firman kini buka usaha sambal. Perjalanannya penuh lika-liku dan inspiratif.
Timotius Firman dikenal sebagai personel band Saint Loco (Senkoko) yang sempat hits di era 2000-an di industri musik Indonesia. Kini, ia juga aktif melayani sebagai pastor.
Di luar kesibukannya bermusik dan berkhotbah, Timotius menekuni dunia kuliner. Ia merintis usaha Sambal Babon yang berawal dari resep racikannya sendiri.
Perjalanan usaha kulinernya tak berlangsung instan. Ada kisah jatuh bangun hingga pengalaman hidup yang membawanya menemukan jalan baru lewat sambal racikan tersebut.
Kepada detikFood, Timotius Firman berbagi kisah perjalanannya, sebagai berikut:
1. Awal Mula Meracik Sambal saat Rehabilitasi
Timotius mengaku mulai tertarik membuat sambal ketika menjalani rehabilitasi di RSKO Cibubur pada 2019 silam. Saat itu ia banyak bereksperimen dengan resep sederhana.
Ia terinspirasi dari ayam geprek yang menggunakan sambal bawang siram minyak panas. Resep tersebut kemudian dimodifikasi sesuai seleranya.
"Sambal buatan saya ternyata disukai teman-teman di rehabilitasi," ujar Timotius.
2. Pandemi Jadi Titik Awal Berjualan
Setelah keluar dari rehabilitasi, pandemi membuat aktivitas manggung dan pekerjaannya sebagai kontraktor terhenti. Ia pun mencari sumber penghasilan baru.
Bersama sang istri, Timotius membuka usaha rice bowl bernama Ayam The King. Menu utamanya berupa ayam suwir dengan sambal racikannya.
Usaha itu berjalan hampir dua tahun sebelum akhirnya berhenti saat kondisi mulai normal.
Simak Video "Mengenal Makanan Tradisional Jambi, Lekat dengan Makna Gotong Royong"
(raf/sob)