Restoran di area bandara menjadi pilihan praktis untuk mengisi perut sebelum penerbangan. Namun, penumpang perlu teliti saat membeli makanan karena kebersihan dan kondisi penyimpanannya belum tentu terjaga.
Saat bepergian menggunakan pesawat, banyak orang mengandalkan makan di bandara. Namun, tidak semua makanan atau restoran di bandara aman dikonsumsi. Hal ini terjadi karena makanan di bandara biasanya harus melalui proses distribusi dan penyimpanan yang cukup panjang.
Beberapa kondisi tertentu bisa menjadi tanda bahwa kualitas makanan maupun kebersihan restoran kurang terjaga. Jika tidak teliti, penumpang berisiko mengalami gangguan pencernaan dan keracunan makanan.
Agar terhindar dari hal tersebut, kondisi kebersihan tempat, cara penyimpanan makanan, hingga tampilan pegawai bisa menjadi indikator penting sebelum membeli makanan.
Dilansir dari Mashed (10/3), berikut 9 tanda yang wajib dihindari saat memilih restoran bandara.
1. Restoran Sepi Saat Jam Sibuk
Restoran yang terlihat kosong saat bandara sedang ramai perlu diwaspadai. Kondisi ini bisa menandakan pelayanan buruk, kualitas makanan kurang baik, atau kebersihan restoran yang tidak terjaga. Selain itu, restoran yang sepi juga membuat perputaran makanan lebih lambat sehingga berpengaruh pada kesegaran makanan.
2. Jual Sandwich, Salad, atau Sushi Kemasan
Makanan siap saji seperti sandwich, salad kemasan, dan sushi dapat terkontaminasi bakteri jika suhu penyimpanannya tidak stabil. Makanan seperti daging olahan, tuna salad, salad kentang, hingga buah potong berpotensi terpapar bakteri listeria, terutama bagi ibu hamil dan lansia.
3. Taruh Makanan di Lemari Pendingin Terbuka
Restoran di bandara sering menggunakan lemari pendingin tanpa pintu agar penumpang mudah mengambil makanan. Namun, kondisi ini membuat suhu makanan tidak stabil karena sering dipegang oleh calon pembeli lain. Karena itu, sebaiknya memilih makanan yang disimpan pada pendingin tertutup untuk kualitas lebih baik.
Simak Video "Rasakan Kreasi Menu di Dunia Wonderland ala Mie Sedaap Ini!"
(dfl/adr)