Sering Dipesan, Ternyata 6 Menu Restoran Ini Kurang 'Worth It'

Sering Dipesan, Ternyata 6 Menu Restoran Ini Kurang 'Worth It'

Sonia Basoni - detikFood
Kamis, 18 Jun 2026 11:00 WIB
Flatlay. Close-up of people hands taking slices of pepperoni pizza from wooden board. Table served with black textile napkin. Smartphone on table. People eat fast food in cafe.
Foto: iStock
Jakarta -

Makan di restoran memang praktis dan menyenangkan, tetapi tidak semua menu layak dipesan. Di balik tampilan menggoda pada buku menu, ada beberapa makanan yang sebaiknya dihindari.

Makanan-makanan yang perlu dihindari ini dinilai dari sisi kualitas, kesegaran, hingga nilai ekonomisnya. Sejumlah pakar industri restoran membagikan pandangan mereka mengenai hidangan yang sebaiknya dipertimbangkan kembali sebelum dipesan di restoran.

Mulai dari menu makanan terlaris, camilan gratis di restoran, hingga pizza di restoran yang bukan spesialis pizza.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari Yahoo (17/06/2026), jika ingin mendapatkan pengalaman makan yang lebih memuaskan, beberapa rekomendasi berikut bisa menjadi bahan pertimbangan saat memilih menu.

ADVERTISEMENT

1. Menu Terlaris di Restoran

steakmenu steak di restoran. Foto: Getty Images/moomusician

Banyak pelanggan mengira menu terlaris selalu menjadi pilihan terbaik karena perputarannya tinggi. Namun, menurut Howard Cannon, CEO Restaurant Expert Witness, sejumlah restoran cepat saji dan restoran besar justru menyiapkan menu populer lebih awal untuk memenuhi permintaan.

Akibatnya, makanan tersebut bisa berada cukup lama di tempat penyimpanan sebelum disajikan. Cannon menilai makanan yang sudah lama disimpan, terutama yang mengandung mayones atau saus, berpotensi mengalami penurunan kualitas.

Karena itu, memilih menu yang tidak terlalu populer sering kali lebih aman karena biasanya dibuat langsung setelah dipesan.

2. Camilan Gratis di Restoran

Ilustrasi keripikIlustrasi keripik Foto: Getty Images/Fudio

Keripik, kacang, pretzel, atau biskuit gratis yang tersedia di meja atau di pintu masuk restoran memang menggoda untuk disantap. Namun, kebiasaan ini ternyata tidak selalu disarankan.

Beberapa restoran tidak selalu mengganti camilan dengan sajian baru untuk setiap pelanggan. Bahkan, ada kemungkinan camilan yang tersisa dikumpulkan kembali lalu digunakan pada kesempatan berikutnya.

Karena itu, camilan gratis dianggap kurang terjamin dari sisi kebersihan dibanding makanan yang disiapkan khusus. Jika ingin ngemil saat di restoran, sebaiknya pesan makanan yang dibuat langsung di dapur.

3. Es Krim Kemasan

Close-up of woman serving ice cream, Nikon Z7Es krim. Foto: Getty Images/iStockphoto/webphotographeer

Es krim sering menjadi pilihan menu dessert favorit. Namun, menurut konsultan restoran Mark Ladisky, es krim kemasan yang mudah ditemukan di supermarket tidak menawarkan pengalaman yang berbeda saat disajikan di restoran. Karena kebanyakan restoran yang bukan spesialis es krim, menggunakan es krim kemasan di menu mereka.

Ia menilai pelanggan akan membayar lebih mahal untuk produk yang sebenarnya bisa dibeli dengan harga lebih murah di toko biasa.

Anjuran ini berlaku pengecualian jikarestoran tersebut membuat es krim sendiri atau menawarkan varian unik yang sulit ditemukan, memesan dessert lain yang lebih khas bisa menjadi pilihan yang lebih menarik dan sepadan dengan biaya yang dikeluarkan.

4. Pesan Pizza Bukan di Restorannya

Flatlay. Close-up of people hands taking slices of pepperoni pizza from wooden board. Table served with black textile napkin. Smartphone on table. People eat fast food in cafe.Pizza. Foto: iStock

Menu pizza memang hampir selalu tersedia di berbagai jenis restoran. Namun, Ladisky menyarankan agar pelanggan lebih selektif saat memesannya.


Menurutnya, pizza menggunakan bahan baku yang relatif murah, tetapi sering dijual dengan margin keuntungan tinggi. Jika restoran tersebut bukan tempat yang memang fokus pada pizza, kualitasnya belum tentu istimewa.

Tak jarang pizza yang disajikan hanya sedikit lebih baik dibanding produk beku yang dipanggang ulang. Karena itu, memesan pizza lebih disarankan di restoran atau gerai yang memang dikenal sebagai spesialis pizza.

5. Seafood dari Daerah Tertentu

Menu seafood yang mencantumkan asal daerah tertentu sering dianggap lebih premium. Contohnya seperti 'Kepiting Alaska' yang populer di restoran.

Namun, menurut James Anderson dari University of Rhode Island, klaim tersebut tidak selalu mudah diverifikasi. Ia mencontohkan bahwa hidangan crab cake yang disebut berasal dari kepiting Maryland belum tentu menggunakan kepiting dari wilayah tersebut.

Jika ingin menikmati seafood berkualitas, sebaiknya pilih restoran yang memang fokus menyajikan hidangan seafood segar, atau punya pilihan menu live seafood, sehingga kesegarannya terjamin.

6. Menu Ayam yang Terlalu Biasa

chicken steakchicken steak Foto: iStock

Ayam merupakan salah satu bahan protein paling populer di restoran. Meski begitu, Ladisky menilai banyak menu ayam tidak menawarkan keunikan yang cukup untuk menarik perhatian.

Selain bahan bakunya relatif murah, hidangan ayam juga kerap dijual dengan harga yang jauh lebih tinggi dibanding biaya produksinya. Jika restoran memiliki menu khas atau kreasi lain yang lebih menarik, pelanggan bisa mempertimbangkan pilihan tersebut.

Dengan begitu, pengalaman bersantap menjadi lebih berkesan daripada sekadar memesan hidangan yang mudah ditemukan di berbagai tempat makan.

Halaman 2 dari 2
(sob/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads