×
Ad

Kontroversial! 7 Makanan Ini Ternyata Dilarang di Sejumlah Negara

Diah Afrilian - detikFood
Jumat, 06 Mar 2026 16:00 WIB
Foto: Business Insider
Jakarta -

Di balik kemewahan dan harga mahal makanan ternyata tak semuanya digemari. Beberapa makanan justru dilarang di negara tertentu.

Di berbagai negara, makanan tidak hanya dinilai dari rasa atau popularitasnya. Faktor kesehatan, lingkungan, hingga etika sering menjadi alasan suatu makanan dilarang beredar.

Bahkan beberapa makanan yang dianggap mewah atau lezat di sebuah negara, justru tidak boleh dijual di negara lain. Menariknya, larangan ini tidak selalu berarti makanan tersebut berbahaya.

Banyak di antaranya dilarang karena alasan konservasi satwa, perlindungan konsumen, hingga regulasi bahan pangan yang ketat. Seperti caviar hingga foie gras yang ternyata penyajiannya dilarang di negara tertentu.

Berikut ini 7 makanan yang penyajiannya dibatasi dilansir dari Business Insider (19/3/2019):

Caviar yang mewah ternyata dilarang disajikan di Amerika Serikat. Foto: Business Insider

1. Beluga Caviar

Kaviar beluga merupakan salah satu makanan paling mahal di dunia. Telur ikan dari spesies sturgeon beluga ini dikenal memiliki tekstur lembut dan rasa yang kaya sehingga sering dianggap sebagai simbol kemewahan kuliner.

Namun di Amerika Serikat, impor kaviar beluga dari Laut Kaspia dilarang sejak 2005. Larangan ini diberlakukan karena populasi ikan sturgeon beluga menurun drastis akibat penangkapan berlebihan.

2. Cokelat M&M's

Permen cokelat warna-warni yang ikonik ini populer di seluruh dunia. Namun pada 2016, penjualan M&M's sempat dilarang di Swedia.

Alasannya bukan karena kandungannya, melainkan masalah merek dagang. Pengadilan di Swedia menilai kemasan dan konsep M&M's terlalu mirip dengan produk cokelat lokal bernama "M" milik perusahaan Marabou.

3. Permen Karet

Permen karet menjadi salah satu produk yang paling terkenal dilarang di Singapura. Pada 1992, pemerintah negara tersebut melarang impor dan penjualan permen karet untuk menjaga kebersihan kota.

Saat itu, banyak permen karet yang dibuang sembarangan sehingga menempel di trotoar, kursi, hingga pintu kereta. Aturan tersebut kini sedikit dilonggarkan, misalnya untuk permen karet medis, yang dijual di apotek.



Simak Video "Menjelajahi Ragam Rasa di Resinda Hotel Karawang"


(dfl/adr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork