Hati dan ginjal merupakan organ yang bertugas 'mendetoks' tubuh secara alami. Proses tersebut bisa dibantu dengan konsumsi buah berikut ini.
Detoksifikasi atau detox merupakan proses membersihkan tubuh dari racun. Hati dan ginjal menjadi organ yang paling berpengaruh dalam hal ini. Mereka menyaring racun dan menjaga keseimbangan internal.
Namun, organ vital ini sering membutuhkan dukungan tambahan. Menambah asupan buah dapat mendukung detoksifikasi dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Buah-buahan ini kaya serat dan tinggi antioksidan yang membantu melawan stress oksidatif dan peradangan. Buah-buahan juga menawarkan pendekatan detoksifikasi harian yang lebih ringan tetapi tetap mendukung sistem pembersihan tubuh.
Dilansir dari megawecare.com (30/5), berikut 5 jenis buah-buahan terbaik untuk dukung proses detoksifikasi.
1. Buah beri
Blueberry merupakan salah satu jenis beri yang bisa membantu detoksifikasi tubuh. Foto: iStock |
Berbagai macam jenis buah beri dapat membantu proses detoksifikasi. Buah-buahan ini mengandung senyawa antioksidan tinggi, seperti antosianin, flavonol, asam kolorgenil yang dapat melindungi hati dari kerusakan.
Sebuah studi tahun 2021 menemukan bahwa mengonsumsi jenis buah cranberry selama enam bulan dapat memperbaiki kondisi steatosis hati atau hati berlemak pada orang yang memiliki NAFLD (Non-Alcoholic Fatty Liver Disease) atau Penyakit Perlemakan Hati Non-Alkoholik.
2. Anggur
Mengonsumsi anggur juga bisa membantu proses detoksifikasi alami tubuh. Foto: KamranAydinov/Freepik |
Anggur juga direkomendasikan karena mengandung antioksidan, seperti resveratrol dan vitamin C, serta memiliki kadar air tinggi. Kombinasi nutrisi tersebut dapat melindungi organ hati, menetralisir radikal bebas, hingga mendukung pencernaan dan ginjal.
Alanin aminotransferase (ALT) adalah enzim hati yang ketika kadarnya meningkat, artinya hati rusak atau tidak berfungsi dengan baik. Penelitian yang disebutkan situs ini menemukan ekstrak biji anggur dapat menurunkan 46% kadar enzim hati ALT lebih efektif daripada vitamin C pada pasien yang memiliki kondisi lemak hati.
Biji anggur tersebut kaya akan senyawa polifenol alami dan diperkaya dengan gugus hidroksil fenolik yang ditemukan pada kulit dan biji anggur.
3. Lemon
Air lemon setiap pagi bisa menjadi solusi untuk membuang racun. Foto: iStock |
Mengonsumsi lemon juga disarankan. Pasalnya buah ini tinggi akan vitamin C dan antioksidan yang dapat meningkatkan produksi empedu, membantu pencernaan, dan membuang racun.
Cara tepat mengonsumsinya yaitu dengan minum air perasan lemon di pagi hari. Rutin minum air lemon seperti ini juga bisa membantu merangsang pergerakan usus, sehingga makanan dan limbah lebih cepat terbuang.
4. Apel
Tak hanya baik untuk diet, makan apel juga bisa membantu proses detoksifikasi tubuh. Buah ini kaya akan pektin dan serat yang membantu mengikat racun di saluran pencernaan sehingga meringankan beban hati.
Apel juga merupakan sumber polifenol yang baik untuk mendukung pembersihan hati. Kandungan asam malat di dalamnya dapat mengikat racun dan melancarkan pencernaan. Buah ini bisa dikonsumsi dengan cara dijadikan camilan atau ditambah ke dalam salad.
5. Alpukat
Konsumsi alpukat bisa membantu proses detoksifikasi. Hal ini disebabkan karena alpukat mengandung lemak sehat dan senyawa untuk meningkatkan kadar glutathione, antioksidan penting untuk detoksifikasi hati.
Penelitian terhadap tikus terkait fungsi alpukat sempat dilakukan. Hasilnya, minyak pada alpukat membantu memperbaiki penyakit hati berlemak yang disebabkan oleh diet tinggi lemak dan tinggi gula. Ini dilakukan dengan meningkatkan produksi energi dalam sel dan mengurangi zat berbahaya, seperti peradangan lemak jahat, dan gula darah tinggi.


Mengonsumsi anggur juga bisa membantu proses detoksifikasi alami tubuh. Foto: KamranAydinov/Freepik
KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN