5 Cara Nabi Muhammad SAW Makan Kurma di Bulan Ramadan
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
Tidak sekadar dimakan, Nabi Muhammad SAW punya cara dan adab sendiri saat mengonsumsi kurma, khususnya di bulan Ramadan.
Kurma identik di bulan Ramadan dan selalu hadir saat berbuka maupun sahur. Buah manis ini juga menjadi favorit Nabi Muhammad SAW karena kaya manfaat.
Selain lezat, kurma dipercaya membawa berkah dan kesehatan bagi yang mengonsumsinya. Rasanya yang manis alami membuatnya mudah diterima semua kalangan.
Di bulan suci, kurma tak hanya sebagai cemilan tapi juga sarana sunnah yang dianjurkan Rasulullah SAW. Banyak kebiasaan beliau terkait kurma yang patut diteladani.
Dikutip dari berbagai sumber, berikut penjelasannya:
1. Jenis Kurma yang Disukai Rasulullah SAW
Jenis kurma yang jadi favorit Nabi Muhammad SAW adalah kurma Ajwa. Foto: Getty Images/Ricky Herawan |
Kurma memiliki berbagai jenis, salah satunya kurma ajwa yang menjadi favorit Nabi Muhammad SAW dan banyak tumbuh di kawasan Madinah. Buah ini terkenal karena kualitasnya yang istimewa.
Pohon kurma ajwa dapat tumbuh sangat tinggi, bahkan mencapai 30 meter setiap tahunnya. Buahnya tebal, kenyal, dan memiliki rasa manis yang khas dibanding kurma lainnya.
Rasa kurma ajwa unik dengan sentuhan karamel, kayu manis, dan madu. Selain lezat, kurma ini juga kaya nutrisi, mengandung vitamin A, B6, C, E, dan K yang menyehatkan tubuh.
2. Dimakan dalam Jumlah Ganjil
Rasulullah SAW menganjurkan mengonsumsi kurma dalam jumlah ganjil, seperti 1, 3, 7 butir, sebagaimana tercantum dalam hadits shahih. Jumlah ganjil dipercaya membawa berkah dan manfaat kesehatan.
"Barang siapa mengonsumsi tujuh butir ajwa pada pagi hari, maka pada hari itu dia tidak akan terkena racun maupun sihir," (HR Bukhori dan Muslim).
Secara medis, makan kurma genap seperti 2 atau 4 butir menghasilkan gula darah dan potassium tanpa energi maksimal. Sementara jumlah ganjil dapat memberi energi dan melindungi otak dari stres oksidatif serta peradangan.
3. Adab Rasulullah SAW saat Makan Kurma
Ilustrasi kurma. Foto: Getty Images/sorrapong |
Kreator konten dakwah Husain Basyaiban pernah mempraktikkan cara Nabi Muhammad SAW makan kurma agar jari tetap bersih. Metode ini sederhana namun penuh hikmah.
Nabi Muhammad SAW memakan kurma dengan jari tangan seperti biasa. Saat tersisa biji, beliau menadahnya menggunakan belakang jari telunjuk dan tengah.
Husain menjelaskan, cara ini bertujuan agar jari tangan tidak terkontaminasi bakteri dari air liur. Dengan begitu, kebersihan tetap terjaga saat makan kurma.
4. Memadukan Kurma dan Mentimun
Nabi Muhammad SAW mengonsumsi kurma bersama timun. Kebiasaan ini diyakini sebagai rahasia untuk menjaga bentuk tubuh yang ideal.
Metode makan ini juga diikuti oleh Aisyah, istri Rasulullah SAW, agar tubuhnya bugar sebelum menikah. Hal ini menunjukkan kebiasaan sehat yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam hadits disebutkan, "Ibuku mengobatiku agar aku kelihatan gemuk sebelum bertemu Rasulullah SAW, tapi baru berhasil setelah makan timun dan kurma basah," (HR Ibnu Majah No 3315).
5. Dijadikan Infused Water
Ilustrasi air nabeez Foto: Getty Images/iStockphoto/sri widyowati |
Saat ini dikenal sebagai infused water, pada zaman Rasulullah SAW minuman ini disebut air nabeez. Air dari rendaman kurma ini menjadi favorit beliau.
Cara membuatnya sangat mudah, cukup merendam kurma dengan air dan menyimpannya semalaman. Keesokan harinya, air nabeez siap diminum dan dinikmati.
Minuman ini memiliki banyak manfaat, mulai dari membantu mengatasi asam lambung hingga menyehatkan sistem pencernaan tubuh secara alami.
(raf/adr)
-
Ayam3 Resep Ayam Serundeng yang Sedap, Pakai Kelapa hingga Lengkuas
-
KueResep Dadar Gulung Isi Unti Kelapa yang Manis dan Harum Nangka
-
TelurResep Semur Telur dan Tahu ala Betawi, Menu Ekonomis yang Sedap
-
Minuman3 Resep Es Campur Spesial untuk Buka Puasa, Segar dengan Isian Melimpah



