Beberapa restoran sukses mempertahankan merek hingga citra mereka usai memakai logo lawas yang sudah berusia puluhan tahun. Ini daftarnya!
Di tengah tren desain modern yang serba minimalis dan futuristik, sejumlah restoran global justru memilih menoleh ke masa lalu untuk memperkuat identitas merek mereka.
Pendekatan re-branding dengan sentuhan retro dinilai mampu membangkitkan nostalgia, sekaligus menciptakan kedekatan emosional dengan konsumen lintas generasi.
Logo lawas yang dihidupkan kembali, warna klasik yang ikonis, hingga tipografi era lampau terbukti tetap relevan di tengah persaingan industri makanan cepat saji yang semakin ketat.
Menariknya, perubahan visual tersebut tidak hanya berhenti pada tampilan, tetapi juga disertai pembaruan nilai. Mulai dari komitmen restoran hingga penyegaran konsep gerainya.
Dilansir dari Tasting Table (29/12/2025), berikut deretan restoran yang sukses membuktikan bahwa desain klasik, masih mampu menjadi strategi branding yang unggul hingga saat ini.
1. Burger King
Burger King menjadi contoh kuat bagaimana sentuhan retro mampu menghidupkan kembali identitas merek, sejak restoran ini berdiri pada tahun 1954 di Florida, Amerika Serikat. Pada 2021, jaringan restoran cepat saji ini resmi meninggalkan logo tiga dimensi berwarna biru yang digunakan sejak 1999.
Sebagai gantinya, Burger King menghadirkan logo datar dengan warna merah, kuning, dan cokelat yang terinspirasi dari desain klasik era 1960-1990-an. Logo berbentuk burger ini membangkitkan nostalgia generasi lama, sekaligus terasa segar bagi generasi muda.
Rebranding tersebut tidak hanya bersifat visual, tetapi juga disertai komitmen mengurangi bahan makanan buatan serta menonjolkan aspek menu yang lebih ramah lingkungan. Strategi ini dinilai berhasil menarik perhatian publik dan memperkuat citra Burger King sebagai merek klasik yang relevan dengan nilai modern.
2. Subway
Subway memilih pendekatan retro modern saat memperbarui logonya pada 2016. Merek sandwich ini menggabungkan tipografi klasik yang digunakan sejak 1969 dengan palet warna hijau, kuning, dan putih yang lebih segar. Hasilnya adalah logo yang tetap terasa akrab bagi pelanggan lama, namun tampil lebih sederhana dan kontemporer.
Subway sendiri berdiri pada 1965 di Connecticut sebagai 'Pete's Super Submarine Sandwiches' sebelum berganti nama dan berkembang pesat melalui sistem waralaba.
Dengan identitas visual yang mengingatkan pada masa kejayaan awalnya, Subway berusaha memperkuat kepercayaan konsumen di tengah persaingan ketat industri makanan cepat saji.
3. McDonald's
Ikon lengkungan emas atau Golden Arches milik McDonald's merupakan salah satu logo paling dikenal di dunia. Logo huruf "M" ini pertama kali diperkenalkan pada 1961 dan mengalami sedikit perubahan sepanjang waktu.
Salah satu elemen yang sering muncul dan menghilang adalah latar belakang merah. Setelah sempat dihilangkan, McDonald's kembali menggunakan latar merah cerah pada 2018. Keputusan ini dinilai sebagai langkah nostalgia yang efektif, karena warna merah identik dengan sejarah panjang merek tersebut.
McDonald's sendiri bermula dari restoran BBQ sederhana pada 1940 di San Bernardino, California, sebelum merevolusi industri makanan cepat saji dengan sistem layanan cepat. Konsistensi logo klasik menjadi kekuatan utama dalam menjaga identitas global McDonald's sampai sekarang.
Simak Video "Menjelajahi Ragam Rasa di Resinda Hotel Karawang"
(sob/adr)